Berita

Tempat tes massal Covid-19 sesaat setelah muncul klaster Pasar Xinfadi di Beijing pada Juni 2020/Net

Dunia

Tumbuh Klaster Baru, China Lakukan Tes Massal Untuk 9 Juta Penduduk Kota Qingdao

SENIN, 12 OKTOBER 2020 | 10:54 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Kemunculan beberapa kasus baru Covid-19 di kota Qingdao, China telah memicu kekhawatiran akan terjadinya lonjakan infeksi viru corona.

Sebagai tanggapan, pemerintah berencana untuk melakukan tes bagi seluruh populasi, yaitu lebih dari 9 juta orang. Tes Covid-19 secara masif itu diumumkan pada Senin (12/10) dan hanya akan dilakukan selama lima hari.

Dilaporkan CNA, pada Minggu (11/10), kota pelabuhan utama Qingdao melaporkan enam kasus Covid-19 baru dengan enam kasus asimtomatik.


Sebagian besar kasus terkait dengan klaster Qingdao Chest Hospital yang merawat pasien dengan kasus Covid-19 impor.

Saat ini, pemerintah kota sudah mengunci rumah sakit itu serta bagian gawat darurat rumah sakit pusatnya. Bangunan tempat tinggal orang-orang yang terinfeksi juga telah dikunci sebagai tindakan pencegahan penyebaran virus.

Berdasarkan perhitungan dari Komisi Kesehatan Nasional (NHC) pada Minggu, dari 21 kasus Covid-19 baru yang dilaporkan di China tidak termasuk infeksi yang dikonfirmasi di Qingdao.

Selain itu, jumlah kasus asimtomatik juga naik dari 23 menjadi 32 kasus dari hari sebelumnya.

Tidak dijelaskan darimana kasus baru asimtomatik tersebut dilaporkan, namun 29 di antaranya adalah infeksi impor.

Sejauh ini, China sudah mengonfirmasi 85.578 kasus Covid-19 dengan 4.634 kematian.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Rupiah Undervalued: Cerita yang Terus Diulang

Senin, 27 April 2026 | 03:42

Truk Pengangkut Tembakau Terguling di Ruas Tol Jangli-Gayamsari

Senin, 27 April 2026 | 03:21

Pemerintahan Jokowi Berhasil Lakukan Kemiskinan Struktural

Senin, 27 April 2026 | 02:58

Menyorot Peran Indonesia dalam Stabilitas Asia Tenggara

Senin, 27 April 2026 | 02:35

Pakar Sebut Korporasi Kapitalis Penyebab Terjadinya Kemiskinan

Senin, 27 April 2026 | 02:12

Pemerintahan Jokowi Beri Jalan Lahirnya Fasisme

Senin, 27 April 2026 | 01:51

Bonus Rp1 Miliar untuk Pemain Persib Ternyata Berasal dari Maruarar Sirait

Senin, 27 April 2026 | 01:30

Strategi Memutus Rantai “Feederism” di Selat Malaka

Senin, 27 April 2026 | 01:12

Tiket Pesawat Tak Perlu Naik meski Harga Avtur Melonjak

Senin, 27 April 2026 | 00:45

Pelaku Penembakan di WHCD Dipastikan Beraksi Sendirian

Senin, 27 April 2026 | 00:42

Selengkapnya