Berita

Indonesia dan Singapura sepakati pengaturan koridor perjalanan/Net

Dunia

Berlaku Mulai 26 Oktober, Begini Pengaturan Koridor Perjalanan Indonesia-Singapura

SENIN, 12 OKTOBER 2020 | 08:53 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Indonesia dan Singapura telah menyepakati travel corridor arrangement (TCA) atau pengaturan koridor perjalanan untuk tujuan bisnis, diplomatik, dan kedinasan yang mendesak.

Dalam keterangan pers virtualnya, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi secara resmi meluncurkan TCA pada Senin (12/10). Namun pengaturan akan berlaku dua pekan setelahnya, yaitu 26 Oktober 2020.

"Waktu yang tersisa hingga 26 Oktober akan digunakan oleh tim kedua negara untuk berkoordinasi dan terus mematangkan persiapan pada tingkat teknis," kata Retno.


Ia juga menyebut, nantinya ada dua pintu keluar-masuk yang dibuka untuk TCA. Di antaranya adalah  Batam Center Ferry Terminal (Indonesia) dan Tanah Merah Ferry Terminal (Singapura), serta Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Indonesia) dan Bandara Internasional Changi (Singapura).

Hal-hal yang Harus Diperhatikan

Retno menjelaskan, ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam pemberlakuan TCA antara Indonesia dan Singapura.

"Applicants adalah warga negara kedua negara dan permanent resident Singapura yang perlu melakukan perjalanan dinas, diplomatik yang mendesak, ataupun perjalanan business essential," terangnya.

Pelamar dari Indonesia harus memiliki sponsor, baik itu badan pemerintah atau perusahaan di Singapura untuk mengajukan Safe Travel Pass. WNI sendiri tidak memerlukan visa untuk masuk Singapura.

Sementara itu, pelamar dari Singapura harus memiliki sponsor dari badan pemerintah atau perusahaan di Indonesia, serta mengajukan visa secara online kepada Ditjen Imigrasi Indonesia.

Protokol Kesehatan

Terkait dengan protokol kesehatan, akan dilakukan tes PCR sebanyak dua kali. Tes PCR pertama dilakukan 72 jam sebelum keberangkatan, tes kedua dilakukan pada saat ketibaan di bandara atau terminal ferry.

Tes PCR pertama, dijelaskan Retno, harus dikeluarkan oleh institusi kesehatan yang diakui oleh kedua negara.

"Daftar recognized Healthcare Institutions akan segera disampaikan berdasarkan kesepakatan antara Kementerian Kesehatan RI dengan Kementerian kesehatan Singapura," tambah Retno.

"PCR dilakukan atas biaya sendiri oleh masing-masing applicants," imbuhnya.

Mereka yang berhasil memenuhi persayaratan tersebut harus mengikuti protokol kesehatan di negara tujuan.

Bagi pelancong dari Indonesia wajib melakukan registrasi pada aplikasi TraceTogether dan SafeEntry di Singapura.

Sedangkan bagi pelancong dari Singapura wajib melakukan registrasi aplikasi e-HAC dan PeduliLindungi selama berada di Indonesia.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Gus Lilur Ungkap Pencatutan Nama Prabowo di Muktamar NU, Duit Ratusan Miliar Diduga Mengalir

Minggu, 27 September 2026 | 22:06

DIM RUU Ketenagakerjaan Membengkak

Minggu, 27 September 2026 | 20:53

Semarak Diwali Mulai Terasa di Jakarta Lewat Diwali Bazaar 2026

Minggu, 27 September 2026 | 20:30

Syarat Capres Didukung Minimal Dua Fraksi Bisa Mengunci Suara Rakyat

Minggu, 27 September 2026 | 19:52

Ustaz Das’ad Latif Ajak Warga Hidup Sesuai Kemampuan

Minggu, 27 September 2026 | 19:31

Di Malaysia, Utusan MUI Sampaikan Pesan Kemerdekaan untuk Palestina

Minggu, 27 September 2026 | 19:17

DPD Geram, Buku Memburu Muhammad Diduga Lecehkan Agama Islam

Minggu, 27 September 2026 | 18:50

Setelah Viral, Dishub Sidak Tarif Valet di Jaksel

Minggu, 27 September 2026 | 18:31

Mantan Bendahara PPP Habil Marati Wafat

Minggu, 27 September 2026 | 18:17

Dugaan Penyelewengan Bantuan Kemanusiaan di Kamp Tindouf Mencuat

Minggu, 27 September 2026 | 17:41

Selengkapnya