Berita

Rudal balistik antar-benua (ICBM) yang dipamerkan dalam parade militer di Lapangan Kim Il Sung, Pyongyang/Net

Dunia

Pakar: Rudal Balistik Antar-Benua Yang Dipamerkan Kim Jong Un Jadi Ancaman Bagi Siapapun Pemenang Pilpres AS

MINGGU, 11 OKTOBER 2020 | 14:49 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Rudal balistik antar-benua atau intercontinental ballistic missile yang dipamerkan oleh Korea Utara dalam parade militer pada Sabtu (10/10) merupakan ancaman eksplisit bagi Amerika Serikat.

Seorang peneliti dari Middlebury Institute of International Studies, Jeffrey Lewis mengatakan, rudal tersebut jelas ditujukan untuk "membanjiri" sistem pertahanan rudal AS di Alaska.

Sebuah konsensus dari para analis bahkan menyepakati bahwa Korea Utara memiliki banyak multiple independently targetable reentry vehicle (MIRV) atau muatan rudal balistik yang berisi beberapa hulu ledak.


"Jauh lebih murah bagi Korea Utara untuk menambahkan hulu ledak daripada AS untuk menambahkan pencegat," ujar Lewis, seperti dikutip AFP.

Lewis menjelaskan, jika sebuah ICBM membawa tiga atau empat hulu ledak, AS perlu menghabiskan sekitar 1 miliar dolar AS untuk 12 hingga 16 pencegat untuk setiap rudal.

"Dengan biaya itu, saya cukup yakin Korea Utara dapat menambahkan hulu ledak lebih cepat daripada yang dapat kita tambahkan pencegat," sambungnya seraya mengatakan Pemimpin Kim Jong Un kemungkinan dapat melakukan uji coba pada tahun depan.

Dari penampakan yang terlihat saat parade, rudal tersebut diperkirakan memiliki panjang 24 meter dengan diameter 2,5 m. Dengan besar seperti itu, spesialis rudal Markus Schiller menyebut, rudal itu dapat membawa 100 ton bahan bakar yang dapat memakan waktu berjam-jam untuk dibuat.

"Itu sangat besar dan berat sehingga praktis tidak dapat digunakan. Anda tidak dapat memindahkan benda ini dengan bahan bakar, dan Anda tidak dapat mengisinya di tempat peluncuran," ujar Schiller.

"Hal ini sama sekali tidak masuk akal, kecuali untuk permainan persamaan ancaman," sambungnya.

Sementara itu, beberapa pengamat mengatakan, rudal yang dipamerkan saat parade ulang tahun ke-75 Partai Pekerja Korea itu tampaknya merupakan tiruan.

Suzanne DiMaggio dari Carnegie Endowment menyebut, parade militer besar-besaran itu merupakan pesan yang dikirimkan Pyongyang untuk siapa saja yang memenangkan kursi kepresidenan AS, baik itu pertahana, Donald Trump maupun lawannya, Joe Biden.

"Kim menyampaikan dan menunjukkan bahwa penangkal nuklir Korea Utara paling kuat. Pesan utamanya, "Tidak ada opsi militer yang layak untuk melawan kami. Hadapi kami atas dasar ini,"," kata dia.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Rupiah Undervalued: Cerita yang Terus Diulang

Senin, 27 April 2026 | 03:42

Truk Pengangkut Tembakau Terguling di Ruas Tol Jangli-Gayamsari

Senin, 27 April 2026 | 03:21

Pemerintahan Jokowi Berhasil Lakukan Kemiskinan Struktural

Senin, 27 April 2026 | 02:58

Menyorot Peran Indonesia dalam Stabilitas Asia Tenggara

Senin, 27 April 2026 | 02:35

Pakar Sebut Korporasi Kapitalis Penyebab Terjadinya Kemiskinan

Senin, 27 April 2026 | 02:12

Pemerintahan Jokowi Beri Jalan Lahirnya Fasisme

Senin, 27 April 2026 | 01:51

Bonus Rp1 Miliar untuk Pemain Persib Ternyata Berasal dari Maruarar Sirait

Senin, 27 April 2026 | 01:30

Strategi Memutus Rantai “Feederism” di Selat Malaka

Senin, 27 April 2026 | 01:12

Tiket Pesawat Tak Perlu Naik meski Harga Avtur Melonjak

Senin, 27 April 2026 | 00:45

Pelaku Penembakan di WHCD Dipastikan Beraksi Sendirian

Senin, 27 April 2026 | 00:42

Selengkapnya