Berita

Bentrokan antara petugas keamanan dengan para demonstran di Israel/Net

Dunia

Jalanan Tel Aviv Dibanjiri 200 Ribu Demonstran Dan Aksi Bentrok Dengan Petugas Polisi

MINGGU, 11 OKTOBER 2020 | 11:19 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Bentrokan hebat mewarnai aksi unjuk rasa anti-pemerintah di Israel antara demonstran dan petugas keamanan pada Sabtu (10/10).

Lautan manusia kembali memenuhi jalan-jalan ibukota Tel Aviv untuk menuntut pengunduran diri Perdana Menteri Benjamin Netanyahu. The Times of Israel dan sejumlah media menyebut jumlah partisipan aksi protes akhir pekan itu mencapai 200 ribu di seluruh Israel.

Dalam sebuah pernyataan, petugas polisi mengatakan, para demonstran melemparkan berbagai benda ke petugas polisi yang memicu bentrokan.


Alhasil, sebanyak enam orang ditangkap dalam aksi protes di Tel Aviv dan Yerusalem.

Protes yang digelar selama berpekan-pekan ini menuntut pengunduran diri Netanyahu di tengah tuduhan korupsi, krisis ekonomi, dan penanganan pandemi Covid-19.

Pada akhir pekan lalu, sebanyak 40 demonstran juga ditahan oleh petugas keamanan di Tel Aviv.

Sebelumnya, Knesset atau parlemen Israel telah menyetujui UU yang memungkinkan agar aksi protes hanya boleh dihadiri kurang dari 20 orang dengan jarak satu kilometer satu dengan yang lain.

UU tersebut memicu amarah warga. UU dianggap sebagai upaya pemerintah untuk membatasi kebebasan berbicara.

Pada akhir bulan lalu, pembatasan virus corona baru mulai berlaku di Israel. Mulai 18 September, Israel kembali melakukan kuncian yang akan berlaku hingga 14 Oktober.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Rupiah Undervalued: Cerita yang Terus Diulang

Senin, 27 April 2026 | 03:42

Truk Pengangkut Tembakau Terguling di Ruas Tol Jangli-Gayamsari

Senin, 27 April 2026 | 03:21

Pemerintahan Jokowi Berhasil Lakukan Kemiskinan Struktural

Senin, 27 April 2026 | 02:58

Menyorot Peran Indonesia dalam Stabilitas Asia Tenggara

Senin, 27 April 2026 | 02:35

Pakar Sebut Korporasi Kapitalis Penyebab Terjadinya Kemiskinan

Senin, 27 April 2026 | 02:12

Pemerintahan Jokowi Beri Jalan Lahirnya Fasisme

Senin, 27 April 2026 | 01:51

Bonus Rp1 Miliar untuk Pemain Persib Ternyata Berasal dari Maruarar Sirait

Senin, 27 April 2026 | 01:30

Strategi Memutus Rantai “Feederism” di Selat Malaka

Senin, 27 April 2026 | 01:12

Tiket Pesawat Tak Perlu Naik meski Harga Avtur Melonjak

Senin, 27 April 2026 | 00:45

Pelaku Penembakan di WHCD Dipastikan Beraksi Sendirian

Senin, 27 April 2026 | 00:42

Selengkapnya