Berita

Ketua Umum Forum Satu Bangsa, Hery Haryanto Azumi/Net

Politik

Forum Satu Bangsa: UU Cipta Kerja Perkuat Kepastian Hukum

SABTU, 10 OKTOBER 2020 | 07:23 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Pemerintah mengesahkan Rancangan Undang Undang UU Cipta Kerja atau yang dikenal sebagai Omnibus Law UU Cipta Kerja. Hampir semua fraksi sepakat mengesahkan UU sapujagat itu, kecuali Fraksi Demokrat dan Fraksi PKS.

Atas pengesahan itu, Ormas penting seperti NU dan Muhammadiyah mempertimbangkan akan menggugat di MK terkait beberapa pasal yang dinilai tidak menguntungkan kaum lemah dan lebih condong ke kelompok kepentingan tertentu.

Ketua Umum Forum Satu Bangsa, Hery Haryanto Azumi, mengapresiasi pemerintah yang telah mengambil risiko untuk mengesahkan RUU Cipta Kerja ini.


Menurut Hery, langkah pengesahan UU Cipta kerja merupakan langkah maju dalam membenahi kerumitan sistem perundangundangan terkait penciptaan lapangan kerja.

"Keruwetan dan bottlenecking birokrasi Indonesia yang sekian lama tidak mampu untuk menangkap peluang perubahan geopolitik dan geoekonomi dunia yang sebenarnya menguntungkan Indonesia, namun karena  lemahnya perangkat dan ekosistem Indonesia, peluang pergeseran tersebut tidak cukup dapat ditangkap," demikian kata Hery kepada Kantor Berita Politik RMOL, Sabtu (10/10).

Hery menilai, gejolak yang muncul akibat pengesahan U Cipta Kerja disebabkan karena ada komunikasi yang tidak cukup terbuka, sehingga timbul mispersepsi yang cukup substantif terkait dengan pasal-pasal yang bersentuhan dengan hajat hidup orang banyak.

Hery meminta agar Pemerintahan Jokowi-KH Maruf Amien harus lebih solid dalam proses pembuatan kebijakan sehingga tujuan-tujuan baiknya dapat diterima dan dipahami dengan benar oleh publik.

"Harus dibuka kemungkinan untuk merevisi beberapa pasal yang dinilai merugikan kalangan masyarakat yang tidak terproteksi melalui jalur Judicial Review di Mahkamah Konstitusi," demikian pendapat mantan Ketua Umum PB PMII ini, h.

UU Cipta kerja, dijelaskan pendiri Majelis Dzikir Hubbul Wathon ini, justru memberikan kepastian hukum sehingga credit rating Indonesia semakin naik.

"Dengan turunnya risiko politik di Indonesia, maka peluang investasi yang akan mengikuti pemulihan ekonomi pasca Covid-19 akan semakin besar," tandas Hery. .

Selain itu, setelah mengesahkan UU Cipta Kerja, pemerintah harus membuktikan bahwa pengesahan UU Sapu Jagat ini para pihak yang ingin investasi dapat segera merealisasikansecara lebih cepat.

"Pemerintah harus berani untuk melawan populisme yang belum tentu sesuai dengan kebutuhan yang nyata. Bagian terbesar dari rakyat Indonesia menghendaki agar pemerintah benar-benar committed kepada perbaikan sistem yang lebih berpihak kepada rakyat," pungkasnya.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

Suap ke Pejabat ATR/BPN Berawal PT Summarecon Agung Tbk Caplok Lahan Warga

Selasa, 29 September 2026 | 14:21

Prabowo Panggil Mendikti Saintek hingga Kepala BNN, Bahas Pengentasan Narkoba

Selasa, 29 September 2026 | 14:18

BI Ungkap Biang Kerok Rupiah Jeblok ke Rp18.000 per Dolar AS

Selasa, 29 September 2026 | 14:11

Pimpinan DPR Setuju Komisi XIII Periksa Lapas Cibinong

Selasa, 29 September 2026 | 14:00

Tangis Mahathir Mohamad Pecah Saat Mengantar Istri ke Peristirahatan Terakhir

Selasa, 29 September 2026 | 13:52

Prabowo-Megawati Bakal Bertemu Lagi, Dasco: Nasi Gorengnya Belum Keluar

Selasa, 29 September 2026 | 13:51

Sistem Pemungutan Pajak Digital Luar Negeri sudah Beroperasi

Selasa, 29 September 2026 | 13:48

Bitcoin Masih Stabil Meski Harga Minyak Naik Tajam

Selasa, 29 September 2026 | 13:45

Pekan Ini DPR Bertemu Parpol Non-Parlemen Bahas RUU Pemilu

Selasa, 29 September 2026 | 13:36

KRI Sriwijaya-100 Bakal Dimodifikasi Dukung Penanganan Bencana

Selasa, 29 September 2026 | 13:36

Selengkapnya