Berita

Prof Din Syamsuddin/Net

Politik

Bantah Dominasi Gatot Nurmantyo, Din Syamsuddin: Gerakan KAMI Solid

JUMAT, 09 OKTOBER 2020 | 00:38 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Petinggi Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) Gatot Nurmantyo dianggap terlalu dominan di dalam organisasi yang digagas oleh Din Syamsuddin Cs tersebut.

Salah satu Presidium KAMI Din Syamsuddin membantah asumsi politik tersebut.

Dijelaskan Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah ini, selama ini, KAMI mengembangkan konsep kearifan dan kebijaksana dalam berorganisasi.


Kata Prof Din, seluruh deklarator KAMI yang berjumlah ratusan orang itu dalam keadaan baik-baik saja.

“Semua sepakat lah ya walaupun berbeda latar belakang, mungkin juga berbagai kepentingan, mungkin juga berbagai gaya. Kalau saya yang berasal dari pergerakan Islam khususnya Muhammadiyah, yang selama ini sejak 2010 kita lancarkan gerakan amar maruf nahi mungkar, khususnya 2010 jihad konstitusi itu,” ujar Din dalam acara diskusi virtual yang digagas Kantor Berita Politik RMOL, Tanya Jawab Cak Ulung, Kamis (8/10).

Atas dasar tersebut, kemudian para petinggi KAMI ini bertemu dan akhirnya menyepakati adanya presidium sebanyak tiga orang yakni Gatot Nurmantyo, Prof Rahmat Wahab, dan Din Syamsuddin.

“Janganlah saya di depan atau pak Rohmat, biar saja Pak Gatot. Kalau urutan presidium bertiga itu saya sebut Pak Gatot, Prof Rohmat Wahab nomor dua saya nomor tiga,” katanya.

Dia tidak masalah dengan posisi Gatot berada di urutan pertama yang mengindikasikan mantan Panglima TNI itu terlalu dominan dalam organisasi.

“Kami tidak ada masalah itu lah kami bertenggangrasa karena kebetulan ya ini adalah gerakan moral gerakan idealisme Jadi tidak ada yang dominan, Pak Gatot sering tampil ke daerah-daerah ya boleh saja lah mana yang bisa kan,” katanya.

Menurutnya, orang yang menganggap Gatot terlalu dominan dalam KAMI, hanyalah pekerjaan orang-orang yang tidak suka dengan organisasi massa tersebut.

Bahkan Prof Din suara sumbang itu merupakan upaya adu doma untuk memecah kesolidan gerakan politik moral yang diperjuangkan oeleh elemen KAMI.

“Pak Gatot ke saya ke Prof Rahmat  Wahab enggak ada masalah itu. Jadi biasa saja itu. Tidak benar itu ada dominan. Kalau ada kesan dominan ya baik-baik saja. Lebih banyak yang punya waktu,” tandasnya.

Populer

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Kasus Hogi Minaya Dihentikan, Komisi Hukum DPR: Tak Penuhi Unsur Pidana

Rabu, 28 Januari 2026 | 17:07

Harta Friderica Widyasari Pejabat Pengganti Ketua OJK Ditanding Suami Ibarat Langit dan Bumi

Senin, 02 Februari 2026 | 13:47

Hologram di Ijazah UGM Jadi Kuncian Mati, Jokowi Nyerah Saja!

Senin, 26 Januari 2026 | 00:29

Wanita di Medan Terima Vonis 2 Tahun Usai Gunakan Data Orang Lain untuk Pengajuan Kredit

Jumat, 30 Januari 2026 | 16:50

Jokowi Butuh Perawatan Kesehatan Super Intensif

Jumat, 30 Januari 2026 | 00:41

Rektor UGM Bikin Bingung, Jokowi Lulus Dua Kali?

Rabu, 28 Januari 2026 | 22:51

UPDATE

Noel Pede Didampingi Munarman

Kamis, 05 Februari 2026 | 08:17

Arief Hidayat Akui Gagal Jaga Marwah MK di Perkara Nomor 90, Awal Indonesia Tidak Baik-baik Saja

Kamis, 05 Februari 2026 | 08:13

Ronaldo Masuki Usia 41: Gaji Triliunan dan Saham Klub Jadi Kado Spesial

Kamis, 05 Februari 2026 | 08:08

Ngecas Handphone di Kasur Diduga Picu Kebakaran Rumah Pensiunan PNS

Kamis, 05 Februari 2026 | 08:00

Pegawai MBG Jadi PPPK Berpotensi Lukai Rasa Keadilan Guru Honorer

Kamis, 05 Februari 2026 | 07:51

Pansus DPRD akan Awasi Penyerahan Fasos-Fasum

Kamis, 05 Februari 2026 | 07:32

Dubes Sudan Ceritakan Hubungan Istimewa dengan Indonesia dan Kudeta 2023 yang Didukung Negara Asing

Kamis, 05 Februari 2026 | 07:27

Mulyono, Anak Buah Purbaya Ketangkap KPK

Kamis, 05 Februari 2026 | 07:20

Aktivis Guntur 49 Pandapotan Lubis Meninggal Dunia

Kamis, 05 Februari 2026 | 07:08

Liciknya Netanyahu

Kamis, 05 Februari 2026 | 07:06

Selengkapnya