Berita

Situasi tempat liburan di China/Disway

Dahlan Iskan

Liburan Emas

KAMIS, 08 OKTOBER 2020 | 05:42 WIB | OLEH: DAHLAN ISKAN

SEBENARNYA saya ingin menulis ini seminggu yang lalu. Begitu mulai menulis saya batalkan. Lebih baik saya tulis seminggu kemudian saja –hari ini.

Seminggu yang lalu adalah hari kemerdekaan Tiongkok –10/1, alias 1 Oktober. Berarti mulai hari itu berlaku "liburan emas".

Yakni libur hari kemerdekaan selama 10 hari. Begitulah setiap tahun.


Saya pun kepo: seperti apa liburan emas di masa pandemi Covid-19 ini. Saya pun terus berhubungan dengan teman-teman saya yang di Tiongkok.

Dan saya kaget: jam 4 pagi salah seorang teman saya itu masih terjebak macet di jalan tol!

Jalan tol macet. Jam 4 pagi. Di musim pandemi.

Itu di jalan tol antara Shenzhen-Guangzhou.

Saya sebenarnya langsung ingin menulis: betapa liburan emas di Tiongkok seperti sudah tidak peduli pandemi.

Tapi rencana itu saya urungkan: saya khawatir jangan-jangan seminggu kemudian muncul kembali wabah Covid-19 dalam jumlah besar.

Hati saya sangat khawatir: besarnya semangat masyarakat Tiongkok berlibur sampai melupakan Covid-19. Bukankah itu sangat bahaya.

Maka sejak hari itu, tiap hari, saya memelototi angka-angka penderita baru Covid-19 di Tiongkok. Saya juga menghubungi teman-teman saya. Adakah mereka ikut liburan. Adakah mereka aman.

Ternyata luar biasa aman.

Saya pun berani menulis ini: kemarin, angka penderita baru Covid-19 di seluruh Tiongkok hanya 7 orang. Itu pun terkait dengan "virus impor". Yakni yang ditemukan di bandara kedatangan dari luar negeri.

Tidak ada penderita di dalam negeri.

Maka liburan emas tahun ini ibarat uji coba masal yang mendebarkan –bagi saya yang di luar Tiongkok. Bagaimana arus mudik yang begitu besar tidak membawa resiko munculnya gelombang baru wabah korona.

Tapi rupanya itu tidak mendebarkan bagi mereka yang di sana.

Jumlah yang terkena Covid di sana seperti berhenti di angka 85.500. Sedang angka kita, diam-diam, sudah jauh di atas itu. Total yang meninggal juga seperti berhenti di angka 4.634. Jauh lebih rendah dibanding kita yang di atas 10.000.

Kini pasien Covid-19 di Tiongkok tinggal 203 orang. Itu pun yang serius hanya 2 orang. Beberapa yang kritis sudah teratasi. Termasuk sampai dilakukan transplantasi paru-paru.

Maka liburan emas kali ini seperti ''balas dendam''.

Jumlah penerbangan dalam negeri sudah sepenuhnya normal. Kepadatan bandara sudah seperti sedia kala. Kereta cepat penuh lagi. Dan jalan tol pun macet.

Tidak ada gelombang baru wabah Covid-19 yang dikhawatirkan itu.

"Anda lebaran ke mana tahun ini?" tanya saya pada teman yang di Beijing.

"Pulang kampung ke Nanchang," jawabnya.

"Naik apa?"

"Pesawat."

"Penuh?"

"Penuh. Sudah seperti sebelum pandemi," jawabnya.

Dari Beijing ke Nanchang memerlukan waktu terbang 2 jam. Ke arah selatan.

"Perasaan Anda merasa aman?"

“Di Beijing saya merasa aman 90 persen. Dibanding sebelum pandemi. Di Nanchang perasaan aman saya naik menjadi 95 persen," jawabnya.

Saya juga menghubungi teman yang liburan ke Hangzhou. Perasaannya sama: tingkat merasa amannya 95 persen.

"Apakah di jalan-jalan orang mengenakan masker?"

"Sebagian mengenakan. Sebagian tidak."

"Yang mengenakan masker berapa persen?“ tanya saya.

"Di Beijing 30 persen orang mengenakan masker. 70 persen tidak. Di Nanchang hanya 10 persen orang yang mengenakan masker," jawabnya.

"Sudah berani ke bioskop?"

"Sebelum pandemi pun saya tidak pernah ke bioskop. Nonton film terakhir 3 tahun lalu bersama Anda di Beijing itu," jawabnya.

Begitulah keadaan di Tiongkok. Covid-19 seperti sudah benar-benar terkendali di sana.

Apakah itu karena masyarakatnya sudah vaksinasi?

Bukan. Belum ada vaksinasi masal di sana. Itu berkat kerasnya lockdown di sana. Terutama di awal terjangkitnya Covid-19.

"Kapan Anda akan melakukan vaksinasi?"

"Saya sih berharap bulan depan. Tapi saya tidak tahu apakah sudah bisa," jawabnya.

"Di mana Anda akan melakukan vaksinasi? Di instansi apa?"

"Belum tahu. Mungkin di Beijing, atau Shanghai, atau  Hangzhou, atau Wuhan. Saya belum tana-tanya bagaimana caranya untuk bisa vaksinasi," jawabnya.

"Mengapa Anda ingin cepat-cepat vaksinasi?"

"Ingin ke luar negeri. Sudah hampir setahun tidak ke luar negeri," katanya.

Itu pula yang membuat liburan emas sekarang ini ramai sekali. Orang sudah berbulan-bulan dikekang. Kini mau liburan semua.

"Kapan Anda akan kembali ke Beijing?" tanya saya.

"Tanggal 10 Oktober," jawabnya.

"Kapan kantor Anda buka setelah liburan ini?" tanya saya.

"Tanggal 9 Oktober.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

Suhud Dorong RUU Ketenagakerjaan Perkuat Perlindungan Buruh dan Kepastian Usaha

Jumat, 11 September 2026 | 16:25

KPK Panggil 3 Tersangka Baru Kasus Suap Pemerasan Sertifikasi K3 Kemnaker

Jumat, 11 September 2026 | 16:19

Trump Sumpah Bareng Pendukung Republik, Ancam yang Tak Nyoblos Masuk Neraka

Jumat, 11 September 2026 | 16:13

Keluarga Dokter Icha Tuntut Tiga Anggota DPRD TTU Tersangka Intimidasi Dipecat

Jumat, 11 September 2026 | 15:58

DPR: Sebelum Batas Waktu, Tim SAR Maksimalkan Upaya Cari Lima Jurnalis di Selat Sunda

Jumat, 11 September 2026 | 15:46

Aljazair Mendadak Putus Hubungan Diplomatik dengan UEA

Jumat, 11 September 2026 | 15:44

Bahlil Tegaskan BUK Migas Belum Diputuskan

Jumat, 11 September 2026 | 15:00

Jejak Korupsi Rejang Lebong Merambah ke Bengkulu, Kini Giliran Ketua DPRD Herimanto Diperiksa

Jumat, 11 September 2026 | 14:54

Kemenhaj Rilis Peserta CAT PPIH 2027 Gelombang 2

Jumat, 11 September 2026 | 14:46

Kemenhut Bakal Tindaklanjuti Temuan Lima Bayi Orangutan di India

Jumat, 11 September 2026 | 14:35

Selengkapnya