Berita

Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII) periode 2011-2013, A. Jabidi Ritonga/Net

Politik

PMII Diminta Hindari Aksi Turun Ke Jalan Tolak Omnibus Law, Dan Hati-hati Diboncengi Politik Praktis

RABU, 07 OKTOBER 2020 | 12:24 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Instriluksi aksi turun ke jalan untuk seluruh kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) se-Indonesia melalui ketua umumnya Agus Herlambang sebaiknya ditinjau kembali. Instriluksi aski terkait penolakan pengesahaan omnibus law RUU Cipta Kerja.

Pasalnya, banyak alasan kenapa aksi harus ditinjau kembali. Misalnya, aspek potensi pelanggaran hukum terhadap protokol kesehatan akan sulit terhindarkan.

Demikian disampaikan Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII) periode 2011-2013, A. Jabidi Ritonga dalam keterangannya, Rabu (7/10).


"Kita sedang pencegahan penyebaran pendemi Covid -19 yang terus mengalami peningkatan, aksi turun ke jalan berpotensi hilangkan phisical distancing," kata Jabidi Ritonga.

"Dari aspek keamanan juga sangat rentan dengan aksi kerusahuan di lapangan, mengundang chaos," imbuhnya menambahkan.

Lebih jauh, Jabidi Ritonga berharap, jangan sampai aksi mahasiswa PMII jutru mendorong gagalnya investasi di Indonesia. Sebab, sudah tidak terhitung lagi jumlah perusahaan yang sudah hengkang dari tanah air.

"Nah, kalau sudah begini siapa yang rugi? Artinya kita sudah menambah angka pengangguran di Indonesia," tuturnya.

Sambung Jabidi Ritonga, pikiran kritis rekan-rekannya di PB PMII diharapkan jangan sampai ditunggangi oleh kelompok kepentingan tertentu yang mengeksploitasi kader.

"Pikiran kritis juga jangan sampai diboncengi oleh politik kelompok tentu. Maka, aksi protes silahkan, merasa keberatan boleh, tapi aksi lapangan di jalananan baiknya harus dihindari," terangnnya.

"PMII baiknya mendorong pemulihan ekonomi nasional dan membawa Indonesia memasuki era baru perekonomian global untuk mewujudkan masyarakat yang makmur, sejahtera, dan berkeadilan, bebas daru penggangguran, kemiskinan dan lain-lain," sambung Jabidi Ritonga menambahkan.

Lebih lanjut, pengurus GP Ansor ini berharap untuk menciptakan siatusi kamanan yang kondusif, menimbulkan rasa aman bagi semua orang, maka langkah-langkah diplomasi dan gugatan lewat lembaga hukum baiknya yang ditempuh.

"Baiknya PB PMII akan melakukan uji materi ke MK terkait UU Ciptaker, dari pada harus latah latahan dari menggelar aksi jalanan," tutup Jabidi Ritonga.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

UPDATE

Penumpang Melonjak di Libur Sekolah, Whoosh Hadirkan Promo Wisata

Sabtu, 27 Juni 2026 | 19:57

Razman Dieksekusi

Sabtu, 27 Juni 2026 | 19:29

Purbaya Bantah Restitusi Pajak Ditahan, Tuding Ada Permainan Oknum DJP

Sabtu, 27 Juni 2026 | 18:51

Dari Kandang ke Kanopi Hutan: Tiga Orangutan Hasil Rehabilitasi Kembali ke Alam Liar

Sabtu, 27 Juni 2026 | 18:45

Perjalanan Tengkar KH Miftachul Akhyar

Sabtu, 27 Juni 2026 | 17:52

Punya Integritas, Zulhas Lantik Uya Kuya Pimpin PAN Jakarta

Sabtu, 27 Juni 2026 | 17:34

Terus Meningkat, Mayoritas Publik Tak Puas Kinerja Wapres Gibran

Sabtu, 27 Juni 2026 | 17:22

Dikuasai Gaya Hidup, Pasar Indonesia Diincar Asing

Sabtu, 27 Juni 2026 | 16:41

Polisi Tangkap Perantara Jual Beli Sabu 1 Kg di Pasar Baru

Sabtu, 27 Juni 2026 | 16:29

JK Resmikan Pembangunan Masjid Hajjah Yuliana Bekas Kantor Polisi di Melbourne

Sabtu, 27 Juni 2026 | 16:00

Selengkapnya