Berita

Calon Wakil Walikota Tangerang Selatan Rahayu Saraswati Djojohadikusumo/Repro

Politik

Ingin Bawa Tangsel Raih Adipura, Rahayu Saraswati Siapkan 5 'Jurus Sakti'

RABU, 07 OKTOBER 2020 | 10:54 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Pemerintah Kota Tangerang Selatan terpaksa harus melupakan penghargaan Adipura karena masalah sampah yang tak kunjung terselesaikan, terutama di TPA Cipeucang. Tidak hanya Pemkot, impian warga Tangsel terhadap Adipura pun buyar.

Nah, calon Wakil Walikota Tangsel nomor urut 1, Rahayu Saraswati Djojohadikusumo, punya strategi jitu agar Tangsel bisa meraih penghargaan itu.

Sarawati -demikian dia biasa disapa- membeberkan strategi 5S agar Kota Tangsel meraih Adipura.


5S yang dimaksud yaitu sampah dan pengolahannya, sanitasi dan saluran air, sehat dan sejuk, subur dan hijau, dan sistem transportasi publik yang saling terkoneksi.

Pertama, masalah sampah memang merupakan isu utama di Tangsel yang menarik untuk dilakukan pengkajian.

"Saya blusukan, ketemu dengan banyak orang pasti yang disinggung adalah soal sampah, masalah utama adalah TPA Cipeucang. Ini sudah krisis, kita harus timbun itu TPA, karena sistem "open dumping" seperti sekarang melanggar persyaratan Adipura, baunya juga kemana-kemana," terang Waketum Partai Gerindra itu dalam Webinar "Tangsel Menuju Adipura" yang diselenggarakan oleh Komunitas Salam Pintar, Selasa (6/10).

Sebagai solusinya, Saraswati dengan calon Walikota Muhamad akan siapkan teknologi pengolahan sampah yang terbarukan, yang bisa memproduksi bijih plastik, atau juga dibuat bahan bangunan dan jalan.

Kedua, sanitasi dan saluran air. Tangsel merupakan kota dengan banyak situ dan sungai. Pengendalian dan pengelolaan saluran air menjadi penting dalam kehidupan warga.

Kata Saraswati, tidak jarang masalah banjir pun berawal dari buruknya kondisi saluran air. Untuk itu, perbaikan infrastruktur gorong-gorong, sungai, normalisasi situ dan sungai, juga perbaikan sarana sanitasi dan air kotor, baik di kawasan pemukiman hingga toilet umum yang ada di fasilitas publik (terminal, taman, tempat wisata, dan lainnya) harus dikerjakan.

Ketiga, sehat dan sejuk. Menurut Saraswati, ujung dari semua program kebersihan lingkungan di Tangsel adalah membuat warga Tangsel jadi sehat. Karena kesehatan warga adalah aset bagi Tangsel.

"Untuk itu pasangan Muhamad-Saraswati akan membangun sebanyak-banyak taman kota yang dapat digunakan sebagai sarana rekreasi maupun olahraga. Ini juga terkait Ruang Terbuka Hijau (RTH), selain pembangunan jalur dan rute sepeda yang komprehensif (Tangsel Kota Ramah Sepeda)," ujar Saraswati, dikutip Kantor Berita RMOLBanten.

Keempat, subur dan hijau. Seperti program bercocok tanam di perumahan dan lahan tidur/kosong. Edukasi masyarakat tentang pertanian dan perkebunan akan ditingkatkan, misalnya dengan lebih meningkatkan Kawasan Pertanian Terpadu (KPT).

"Manfaat lain dari program yang menghasilkan bunga, buah-buahan, sayur-mayur, dan apotek hidup. Juga akan menghasilkan udara bersih bagi kota Tangsel. Hal ini juga terkait kedaulatan pangan melalui promosi sistem aquaponik," terang Saraswati.

Kelima, sistem transportasi publik yang terintegrasi serta bisa menciptakan dan menjaga udara bersih Tangsel.

Polusi dan udara buruk, lanjut Saraswati, merupakan ancaman nyata bagi masyarakat. Kondisi ini mengancam kesehatan bahkan kematian bagi warga Tangsel.

Untuk itu, peran pemerintah kota menjadi penting dalam mengelola sistem dan membuat peraturan terkait dengan aktivitas kota yang berdampak pada kualitas udara.

Ditambahkan Saraswati, untuk mencapai langkah tersebut, butuh pembangunan infrastruktur dan sistem transportasi yang baik dan terintegrasi.

"Pembangunan LRT, pengadaan bus pengumpan yang menghubungkan antara pemukiman dengan sistem transporasi berbasis rel (KRL dan MRT), selain itu juga pembangunan sistem jalur sepeda," demikian Rahayu Saraswati.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

KPK Periksa Faisal Assegaf dalam Kasus Dugaan Suap Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:56

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

UPDATE

Perang di Meja Runding

Kamis, 09 April 2026 | 06:16

Kecanggihan Alat Perang AS-Israel Bisa Dikalahkan

Kamis, 09 April 2026 | 06:04

Polisi di Jateng Dilaporkan Usai Rekam Polwan Mandi

Kamis, 09 April 2026 | 05:36

Tatanan Baru Dunia di Bawah Naungan Syariah Islam dan Khilafah

Kamis, 09 April 2026 | 05:26

Pemuda di Solo Tanam Ganja di Rumah

Kamis, 09 April 2026 | 05:10

Polda Sumsel Pamerkan 1.715 Unit Motor Hasil Curian

Kamis, 09 April 2026 | 04:20

Bandung Masuk 5 Besar Destinasi Wisata Terpopuler di Asia

Kamis, 09 April 2026 | 04:16

Pemprov Jateng Gratiskan Bea Balik Nama Kendaraan Bekas

Kamis, 09 April 2026 | 04:01

Mental Baja di Ujung Kiamat, Iran Tetap Berkata ‘Tidak’

Kamis, 09 April 2026 | 03:30

Jusuf Kalla Tersinggung Berat Omongan Rismon

Kamis, 09 April 2026 | 03:28

Selengkapnya