Berita

Presenter Najwa Shihab/Net

Politik

Widji Thukul Dihilangkan, Novel Baswedan Diteror Dan Sekarang Najwa Shihab Mau Dipenjarakan, Emang Lucu Negeri Ini...

SELASA, 06 OKTOBER 2020 | 14:51 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Wawancara kursi kosong yang dilakukan presenter Najwa Shihab berbuntut panjang.

Wawancara monolog yang dilakukan dalam acara Mata Najwa beberapa waktu lalu yang direpresentasikan sebagai Menteri Kesehatan, Terawan Agus Putranto itu dilaporkan oleh Relawan Jokowi Bersatu. Mereka menilai, tindakan Najwa masuk dalam kategori cyber bullying.

Sontak, laporan tersebut menuai beragam reaksi dari publik. Di jejaring media sosial Twitter, pembahasan mengenai Najwa Shihab bahkan sempat menjadi trending topic. Banyak warganet menyesalkan adanya laporan polisi yang dilayangkan tersebut.


"Oh, ini yang dinamakan demokrasi? Yang di mana manusia berpendapat akan dipenjarakan?! Wah daebak kalian!? Mba Najwa Shihab cuman berpendapat dan dia masih menggunakan kata-kata yang sopan. Kecuali kalau menggunakan kata-kata yang sopan tapi merugikan rakyat," kata akun @Amandanadine5, Selasa (6/10).

Seorang warganet lain bahkan menyebut upaya kriminalisasi terhadap Najwa sama halnya dengan beberapa tokoh-tokoh yang vokal terhadap pemerintahan namun berujung pada pembungkaman.

"Widji Thukul dihilangkan, Novel Baswedan diteror, Munir dibunuh, Bintang Emon difitnah, Najwa Shihab dipenjarakan. Emang lucu negeri ini ketika rakyat bicara pemerintah seenak jidat membungkamnya," kritik akun Twitter @fajaradhiii.

Bahkan, beberapa warganet menganggap langkah hukum yang dilakukan relawan Jokowi tersebut sebagai pengalihan terkait dengan gaduhnya pengesahan omnibus law RUU Cipta Kerja yang disahkan DPR RI kemarin.

"Mau dialihin ke mbak nana ni cerita maunya apasi lu D*R, enggak jelas. Biar apa si kek gini abis omnibus law katanya kena corona, sekarang dialihin lagi salahnya ke Mbak Nana. Emang udah enggak sehat. #dprpenghianat #DPRRIKhianatiRakyat #najwashihab," tulis @NurshilaAngeli1.

Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Raksasa Telekomunikasi Ini Bakal Dibubarkan Danantara

Senin, 25 Mei 2026 | 08:33

PT PMM Keberatan 15 Kontainer Mineral Ekspor Dibongkar Aparat

Minggu, 24 Mei 2026 | 16:43

PT DSI Resmi jadi BUMN dan Siap Buka Rekrutmen

Senin, 25 Mei 2026 | 23:14

Pengacara Blueray Cargo Ragu Amplop Suap Kode 1 Diterima Dirjen Bea Cukai

Selasa, 26 Mei 2026 | 23:19

Keputusan Bisnis Dipidanakan, Nicko Widjaja Tulis Surat dari Rumah Tahanan

Jumat, 22 Mei 2026 | 17:34

UPDATE

Prabowo Ingin Tunjukkan RI Bukan Objek Perebutan Pengaruh Global

Senin, 01 Juni 2026 | 04:03

Blusukan Jokowi Sulit Naikkan Suara PSI, Apalagi Goyang PDIP

Senin, 01 Juni 2026 | 04:00

Delapan Gudang Kendaraan Bodong di Deli Serdang Digerebek, 135 Motor Disita

Senin, 01 Juni 2026 | 03:29

Kampung Rambutan Dipadati Penumpang Arus Balik Iduladha

Senin, 01 Juni 2026 | 03:19

Herdinata Tega Bunuh Temannya Gegara Handphone Diambil

Senin, 01 Juni 2026 | 03:09

Nilai TKA Siswa SD-SMP Jeblok, Program MBG Dipertanyakan

Senin, 01 Juni 2026 | 02:30

Diplomasi Pertahanan Indonesia Lebih Antisipatif terhadap Ancaman Global

Senin, 01 Juni 2026 | 02:25

Agustus 1945: Ketika Jakarta Kota Tanpa Tuan

Senin, 01 Juni 2026 | 02:14

Cegah Penyimpangan Seks, Yayasan Humaniora Nikahkan Pasangan Pemulung

Senin, 01 Juni 2026 | 01:47

46 Persen Anggota DPR Fraksi Gerindra Tak Patuh Lapor LHKPN

Senin, 01 Juni 2026 | 01:29

Selengkapnya