Berita

Ketua Majelis Jaringan Aktivis Pro Demokrasi (ProDEM) Iwan Sumule/Net

Politik

UU Ciptaker Sudah Sah, Pertanggungjawaban Jokowi Akan Diminta Hingga Akhirat

SELASA, 06 OKTOBER 2020 | 14:30 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Omnibus Law RUU Cipta Kerja telah disahkan oleh DPR pada Senin (5/10) mendapat tentangan dari kelompok buruh. UU ini dianggap akan menjadi kendala dalam ketenagakerjaan hingga akan menimbulkan masalah lingkungan.

Namun demikian, nasi telah menjadi bubur. Bagaimanapun 7 dari 9 fraksi yang ada di DPR sudah menyetujui dan RUU ini sah. Kini UU tinggal menunggu dimasukkan lembaran negara untuk mulai berlaku.

Bagi Ketua Majelis Jaringan Aktivis Pro Demokrasi (ProDEM) Iwan Sumule, UU Ciptaker bukan hanya jadi masalah bagi buruh. Melainkan ada sejumlah masalah lain yang tertuang dalam 186 Pasal dan 15 Bab dalam UU Cipta Kerja tersebut.


“UU Omnibus Law telah disahkan. Ini bukan hanya soal buruh, melainkan soal kehidupan berbangsa dan bernegara seluruh rakyat. Tak bisa saling berharap dalam perjuangan,” tekannya kepada redaksi, Selasa (6/10).

Terlepas dari pengesahan itu, Iwan Sumule memastikan bahwa pemimpin negeri ini akan dituntut pertanggungjawabannya atas apa yang telah dilakukan terhadap rakyat saat memimpin.

Setiap pemimpin memang dituntut untuk mengambil kebijakan yang membawa perubahan bagi negerinya. Namun keputusan itu harus dipastikan membawa perubahan yang mengarah ke maslahat atau perbaikan bagi rakyat.

Jika keputusan membawa perubahan yang membawa mudarat atau kerusakan, maka pemimpin itu tidak ubahnya sedang melakukan pengrusakan.

“Ia adalah mudarat yang diatasnamakan perubahan. Padahal dalam Alquran surah al A'raf ayat 56 ada petikan, ‘wala tufsidu fil ardi’, yang artinya janganlah kalian melakukan fasad atau pengrusakan di muka bumi,” urainya.

Untuk itu, sambung Iwan Sumule, seorang penguasa harus berlaku adil. Adil sudah harus dimulai sejak dari pikiran, apalagi perbuatan. Sebab dusta pemimpin terhadap rakyatnya adalah pengkhianatan yang sangat menyakitkan.

Yang perlu diingat, lanjut Iwan Sumule, pertanggungjawaban tidak melulu harus ditagih di dunia, tapi juga akan dituntut hingga di akhirat nanti oleh Yang Maha Kuasa.

“Jadi Pak Jokowi, kalau tidak sempat di dunia, di akhirat akan dimintai pertanggungjawaban,” ujarnya.

Kepastian akan pertanggungjawaban pemimpin itu telah disampaikan Nabi Muhammad SAW, sebagaimana hadist yang diriwayatkan Ibnu Umar.

“Nabi Muhammad berkata, ‘setiap kalian adalah pemimpin, yang akan dimintai pertanggungjawaban’. Penguasa adalah pemimpin dan akan dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinan,” tutupnya.

Populer

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Upaya Makar Geng Solo

Sabtu, 07 November 2026 | 05:07

Panglima TNI Bantah Seskab Teddy Diperiksa Polisi Militer

Sabtu, 07 November 2026 | 09:32

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

UPDATE

Pernah Puji LSP Kapolri Terbaik, Habiburokhman Ungkap Istilah ‘Perkalian Nol’

Minggu, 08 November 2026 | 04:30

Penahanan LSP Jadi Pukulan Berat bagi Jokowi

Minggu, 08 November 2026 | 04:18

Pengamat Puji Ketenangan Jokowi saat Tunjukkan Ijazah di Persidangan

Minggu, 08 November 2026 | 04:00

Ziarah ke Makam Bung Karno, Sekjen PDIP: Kekuasaan itu untuk Rakyat

Minggu, 08 November 2026 | 03:32

Penyadapan Prabowo Mustahil Bukan untuk Tujuan Makar

Minggu, 08 November 2026 | 03:19

Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Sarana Tinju di Kampung Melayu

Minggu, 08 November 2026 | 03:00

Wapres Gibran Tidak Lagi Memiliki Legitimasi sebagai Pemimpin

Minggu, 08 November 2026 | 02:32

Ada Aroma Kuat Makar di Balik Penyadapan terhadap Prabowo

Minggu, 08 November 2026 | 02:22

Kasus Ijazah Jokowi Mirip Pembunuhan Brigadir Yosua

Minggu, 08 November 2026 | 02:04

Wapres Gibran Wajib Menghormati Putusan MA

Minggu, 08 November 2026 | 01:43

Selengkapnya