Berita

Komisioner KPU I Dewa Kade Wiarsa Raka Sandi/Net

Politik

KPU Berharap Calon Yang Positif Corona Tidak Kampanye Tatap Muka

SELASA, 06 OKTOBER 2020 | 08:51 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Larangan untuk melaksanakan kampanye bagi pasangan calon (paslon) Pilkada Serentak 2020 ditegaskan kembali oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU). 

Komisioner KPU I Dewa Kade Wiarsa Raka Sandi menerangkan, PKPU 13/2020 tentang Pelaksanaan Pilkada Serentak 2020 di tengah situasi Covid-19 telah mengatur larangan tersebut. 

"Dalam PKPU diatur bahwa semua pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan pilkada wajib mematuhi protokol kesehatan," ujar Raka Sandi kepada wartawan, Selasa (6/10). 


Terkhusus untuk paslon yang dari hasil swab test terkonfirmasi positif Covid-19, maka dilarang melakukan kampanye.  

"Jika ada calon yang positif Covid-19 tentu diharapkan tidak berkampanye. Apalagi berkampanye tatap muka langsung," tandasnya. 

Tujuan dari larangan tersebut, ditegaskan mantan anggota KPUD Bali ini, adalah untuk mencegah potensi penularan virus asal Wuhan, China tersebut. Namun sebaliknya, tidak akan berlaku bagi paslon yang negatif Covid-19. 

"Hal ini untuk mencegah potensi penyebaran dan penularan Covid-19," ungkapnya. 

"Kampanye tetap dapat dilakukan oleh calon yang sehat atau oleh Tim kampanye beserta jajarannya sesuai ketentuan yang sudah diatur dalam PKPU," demikian Raka Sandi. 

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

Tak Pelihara Buzzer, Prabowo Layak Terus Didukung

Jumat, 02 Januari 2026 | 04:14

Stasiun Cirebon Dipadati Penumpang Arus Balik Nataru

Jumat, 02 Januari 2026 | 04:00

SBY Pertimbangkan Langkah Hukum, Mega Tak Suka Main Belakang

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:34

Pilkada Lewat DPRD Cermin Ketakutan terhadap Suara Rakyat

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:26

Jika Mau Kejaksaan Sangat Gampang Ciduk Silfester

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:01

Pilkada Lewat DPRD Sudah Pasti Ditolak

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:37

Resolusi 2026 Rismon Sianipar: Makzulkan Gibran Wapres Terburuk

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:13

Kata Golkar Soal Pertemuan Bahlil, Dasco, Zuhas dan Cak Imin

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:10

Penumpang TransJakarta Minta Pelaku Pelecehan Seksual Ditindak Tegas

Jumat, 02 Januari 2026 | 01:38

Bulgaria Resmi Gunakan Euro, Tinggalkan Lev

Jumat, 02 Januari 2026 | 01:21

Selengkapnya