Berita

Ilustrasi demo mahasisa dan buruh menolak omnibus law di DPR RI/RMOL

Politik

Ada Resentralisasi Di Omnibus Law, Andi Arief: Kalau Paslon Pilkada Tahu, Pasti Ikut Demo

MINGGU, 04 OKTOBER 2020 | 22:38 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Keberadaan omnibus law RUU Cipta Kerja yang baru-baru ini telah disahkan DPR RI dan pemerintah untuk dibawa ke paripurna diyakini akan banyak ditentang sejumlah pihak.

Tak hanya kaum buruh, omnibus law ini juga diyakini akan turut ditolak keras oleh para calon kepala daerah yang akan merebutkan kursi daerah di Pilkada Serentak 2020.

Demikian disampaikan Kepala Bappilu Partai Demokrat, Andi Arief dalam merespons pembahasan omnibus law yang dikebut DPR RI dan pemerintah hingga hingga Sabtu malam (3/10).


"Mereka (calon kepala daerah) belum tahu kalau dalam omnibus law akan ada resentralisasi, berbagai urusan termasuk perizinan diambil pusat," kata Andi Arief di akun Twitternya, Minggu (4/10).

Masih lekat diingatan publik bagamana sejumlah pihak lantang menolak RUU sapu jagat ini. Anggapan soal resentralisasi pun sempat mencuat lantaran di dalam RUU tersebut ada beberapa kebijakan daerah yang disunat dengan alasan efektivitas investasi.

Hal yang kerap disoroti salah satunya UU 32/2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Pada Pasal 20 UU 32/2009 yang menyebutkan pembuangan limbah ke media lingkungan hidup boleh dilakukan atas izin dari menteri dan pemerintah daerah (pemda) dihilangkan dan diubah menjadi atas persetujuan pemerintah pusat.

Belum habis sampai di situ, dana pemulihan lingkungan juga nantinya diatur pusat. Dalam Pasal 55 UU sebelumnya, menteri dan pemda berwenang menunjuk bank untuk menyimpan dana jaminan pemulihan lingkungan dari pengusaha. Namun hal ini diubah bahwa berbagai kewenangan tersebut hanya dipegang pemerintah pusat.

Saat ini, Andi Arief menilai sejumlah paslon pilkada diyakini belum sepenuhnya memahami isi detail omnibus law. Paslon, kata Andi Arief, sedang berjuang dengan mempertaruhkan nyawa karena pilkada tetap digelar di tengah Covid-19.

"Kalau paslon tahu, pasti ikut demo gabung dengan buruh," tandasnya.

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

BSI Tutup 2025 dengan Syukur dan Spirit Kemanusiaan

Kamis, 01 Januari 2026 | 18:11

KUHP Baru Hambat Penuntasan Pelanggaran HAM Berat

Kamis, 01 Januari 2026 | 18:10

TNI AL Gercep Selamatkan Awak Speedboat Tenggelam di Perairan Karimun

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:58

BNPB Laporkan 1.050 Huntara Selesai Dibangun di Aceh

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:55

Indonesia Menjadi Presiden HAM PBB: Internasionalisme Indonesia 2.O

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:51

Prabowo Ungkap Minat Swasta Manfaatkan Endapan Lumpur Bencana Aceh

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:46

YLBHI: Pasal-pasal di KUHP Baru Ancam Kebebasan Berpendapat

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:39

Satgas Pemulihan Bencana Harus Hadir di Lapangan Bukan Sekadar Ruang Rapat

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:19

Saatnya Indonesia Mengubah Cara Mengelola Bencana

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:11

Purbaya Klaim Ekonomi Membaik, Tak Ada Lagi Demo di Jalan

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:11

Selengkapnya