Berita

REGN-COV2/Net

Kesehatan

REGN-COV2, Pengobatan Covid-19 Untuk Donald Trump Yang Dipuji Oleh Para Ahli Di Inggris

MINGGU, 04 OKTOBER 2020 | 13:19 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Kondisi Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump dikabarkan membaik, meski masih dalam situasi yang perlu diwaspadai.

Dokter presiden, Dr. Sean Conley pada Sabtu (3/10) mengatakan, setelah dirawat di Pusat Medis Militer Nasional Walter Reed sejak Jumat (2/10), Trump mengalami perkembangan setelah sebelumnya mengalami gejala ringan seperti demam, batuk, dan kelelahan. Tetapi ia masih belum keluar dari kemungkinan risiko berbahaya.

"Beliau menghabiskan banyak waktu siang ini untuk melakukan pekerjaan, dan telah bangun serta bergerak tanpa kesulitan," ujar Conley dalam sebuah pernyataan.


Dilaporkan The Telegraph, Trump yang berusia 74 tahun dan masuk dalam kategori rentan, telah mendapatkan pengobatan antiviral remdesivir, serta antibodi buatan REGN-COV2.

Selain itu, ia juga mendapatkan vitamin D dan mineral zinc sebagai penguat sistem kekebalan. Termasuk juga aspirin untuk menghindari serangan jantung dan menurunkan demam.

Sejauh ini memang belum ada obat yang terbukti menyembuhkan Covid-19 secara ampuh, namun REGN-COV2 disebut-sebut menunjukkan hasil yang sangat menjanjikan.

Antibodi buatan perusahaan bioteknologi AS, Regeneron tersebut bahkan saat ini akan tersedia untuk pasien Covid-19 di 40 rumah sakit di seluruh Inggris.

REGN-COV2 adalah campuran dari dua antibodi eksperimental REGN10933 dan REGN10987.

"Ini adalah antibodi buatan dan gabungan dari dua antibodi. Ini dirancang sedemikian rupa sehingga mengikat kuat pada protein di permukaan virus. Ini membantu mencegah virus menempel ke sel, memasuki sel, dan bereplikasi. Ini juga membantu tubuh kita sendiri. sistem kekebalan untuk menyerang dan membunuh virus," ujar profesor penyakit menular Universitas Oxford, Peter Horby.

Horby menuturkan, dari hasil uji coba, antibodi tersebut dirancang untuk bekerja pada kasus-kasus ketika virus pasien masih bereplikasi, dengan efek yang serupa pada setiap tahap penyakit dan untuk semua kelompok usia.

Mengutip para ahli yang terlibat dalam uji coba, Horby menjelaskan, golongan obat ini, yang dibangun di atas antibodi buatan, telah banyak digunakan selama beberapa waktu dalam kondisi peradangan dan kanker.

“Mereka cukup aman dan dipahami dengan baik. Obat khusus ini mungkin telah diberikan kepada 400 atau 500 pasien ringan atau parah dalam percobaan yang berbeda dan sejauh ini tidak ada sinyal keselamatan yang mengkhawatirkan," paparnya.

"Di laboratorium dalam kultur sel, obat ini memiliki efek yang sangat kuat melawan virus dan telah ada beberapa penelitian terhadap hewan yang terinfeksi secara artifisial yang menunjukkan manfaat. Dari obat yang tersedia, itu salah satu yang paling menjanjikan," sambungnya.

Ia mengakui, pada pasien yang lebih tua, respons terhadap vaksin dapat lebih buruk, tetapi obat tersebut sejauh ini memberikan perlindungan hingga enam pekan untuk para lansia.

Populer

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Jokowi Masih Berperilaku seperti Penguasa RI

Senin, 10 Agustus 2026 | 03:00

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

UPDATE

Prabowonomics dalam Desain APBN 2027

Kamis, 20 Agustus 2026 | 04:17

BRI KKB National Expo 2026 Hadir di 131 Lokasi dan Torehkan Rekor MURI

Kamis, 20 Agustus 2026 | 03:48

Sikap Amien Rais Makin Plinplan dan Mirip Sengkuni

Kamis, 20 Agustus 2026 | 03:14

PBB Dorong PT Timah Serap Hasil Timah Masyarakat Bangka Belitung

Kamis, 20 Agustus 2026 | 02:45

Truk Karnaval Kementerian PU Hadirkan Pesan Gotong Royong dan Kerja Nyata

Kamis, 20 Agustus 2026 | 02:16

Pernyataan Agus Burate soal 5 WN China di Tambang Emas Dibantah Keluarga

Kamis, 20 Agustus 2026 | 01:42

Jalan Harmoni, Potret Toleransi di Jantung George Town

Kamis, 20 Agustus 2026 | 01:37

Sindikat Meterai Palsu yang Bikin Negara Boncos Rp1 Triliun Dibongkar Polisi

Kamis, 20 Agustus 2026 | 01:21

Komisi V DPR Usul Kapal Penumpang dan Pengangkut Barang Dipisah

Kamis, 20 Agustus 2026 | 00:59

Jampidsus Diminta Terbitkan Sprindik Baru Kasus Jiwasraya dan Asabri

Kamis, 20 Agustus 2026 | 00:35

Selengkapnya