Berita

Oriana Fallaci saat mewawancarai Imam Khomeini/Net

Dunia

Oriana Fallaci, Jurnalis Legendaris Yang Kontroversial

SABTU, 03 OKTOBER 2020 | 00:07 WIB

Oriana Fallaci adalah seorang jurnalis Italia yang paling fenomenal dan terkenal di abad ke-20. Seorang perempuan yang kesaksian hidupnya menginspirasi begitu banyak kuli tinta di seluruh penjuru dunia justru karena seringkali begitu kontroversial, tak jarang menentang tatakrama reportase jurnalistik yang dogmatis.

Oriana Fallaci dikenal karena visinya dan sikapnya yang tanpa kompromi, gigih pantang menyerah.

Menelusuri kembali kehidupan Fallaci berarti menelusuri kembali jejak sejarah dari Perang Dunia II hingga tragedi 9/11.


Sebagai seorang anak, Fallaci mendaftar diri bergabung bersama ayahnya dalam Pasukan Perlawanan Italia. Kebenciannya terhadap fasisme dan rezim otoriter tetap bercokol kuat dalam sanubarinya sepanjang hayat hidupnya.

Meliput industri hiburan di awal karirnya, dia menciptakan gaya wawancara yang orisinal dan abrasif, dengan fokus pada emosi, kontradiksi, dan ekspresi wajah. Subjeknya lebih dari kata-kata mereka yang diwawancarai.

Ketika bosan dengan bintang film dan sutradara, ia mengalihkan perhatiannya kepada tokoh politik internasional saat itu -- Khomeini, Gaddafi, Indira Gandhi, Kissinger -- selalu menempatkan dirinya di depan dan di tengah cerita.

Oriana juga seorang reporter perang yang bekerja di manapun tengah terjadi konflik. Oriana senantiasa akan memancing kontroversi yang menjadi berita sendiri.

Dengan akses yang belum pernah terjadi sebelumnya ke catatan pribadi, dalam buku ini, penulis Cristina De Stefano menghidupkan kembali perempuan luar biasa ini yang gerak terobosannya dan urusan cintanya yang panas tak kan mudah dilupakan.

Oriana Fallaci memungkinkan generasi baru untuk menemukan kisahnya dan menyaksikan jurnalisme yang penuh gairah dan tak kenal lelah. Sebuah "style", gaya dan stategi jurnalistik yang sangat dibutuhkan terutama pada saat-saat pergolakan dan ketidakpastian tengah berlangsung..!

Sandyawan Sumardi
Aktivis kemanusiaan

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Kubu Jokowi Babak Belur Hadapi Kasus Ijazah

Kamis, 01 Januari 2026 | 03:29

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Kesiapan Listrik dan Personel Siaga PLN Diapresiasi Warga

Sabtu, 10 Januari 2026 | 21:51

Megawati Minta Kader Gotong-Royong Bantu Sumatera

Sabtu, 10 Januari 2026 | 21:35

Muannas Peringatkan Pandji: Ibadah Salat Bukan Bahan Lelucon

Sabtu, 10 Januari 2026 | 21:28

Saksi Cabut dan Luruskan Keterangan Terkait Peran Tian Bahtiar

Sabtu, 10 Januari 2026 | 20:53

Rocky Gerung: Bagi Megawati Kemanusiaan Lebih Penting

Sabtu, 10 Januari 2026 | 20:40

Presiden Jerman: Kebijakan Trump Merusak Tatanan Dunia

Sabtu, 10 Januari 2026 | 19:53

Ostrakisme Demokrasi Athena Kuno: Kekuasaan Rakyat Tak Terbatas

Sabtu, 10 Januari 2026 | 19:31

Megawati Resmikan Pendirian Kantor Megawati Institute

Sabtu, 10 Januari 2026 | 18:53

Khamenei Peringatkan Trump: Penguasa Arogan Akan Digulingkan

Sabtu, 10 Januari 2026 | 18:06

NST 2026 Perkuat Seleksi Nasional SMA Kemala Taruna Bhayangkara

Sabtu, 10 Januari 2026 | 17:36

Selengkapnya