Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Buka Jasa Bantu Orang Untuk Bunuh Diri, Pria Jepang Ini Hadapi Hukuman Gantung

JUMAT, 02 OKTOBER 2020 | 15:07 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Seorang pria Jepang Takahiro Shiraishi akan menghadapi tiang gantungan setelah mengaku bersalah atas pembunuhan keji sembilan orang yang dia bujuk untuk 'bunuh diri' di apartemennya melalui akun Twitternya pada 2017 silam.

Tiga tahun setelah penangkapannya, Takahiro Shiraishi mengatakan kepada pengadilan Tokyo bahwa semua dakwaan terhadapnya adalah benar.

Jika benar terbukti melakukan pembunuhan itu, Shiraishi akan menghadapi hukuman mati, yang berarti hukuman gantung di Jepang, seperti dikutip dari 9News, Jumat (2/10).


Tetapi pengacaranya berpendapat bahwa meskipun Shiraishi membunuh sembilan orang, dia tidak bersalah atas pembunuhan karena mereka 'setuju' untuk dibunuh. Orang-orang itu datang padanya meminta bantuan untuk mengahiri hidup.

Shiraishi membuka akun Twitter pada Maret 2017, menulis cuitan di sana, mengatakan bahwa ia bisa membantu siapa saja yang sudah tidak sanggup menahan derita hidup dan berniat bunuh diri.

“Saya ingin membantu orang yang benar-benar kesakitan. Tolong DM saya kapan saja," cuit Shiraishi di postingannya saat itu.

Delapan wanita, termasuk seorang gadis berusia 15 tahun, berhasil dibantu untuk 'bunuh diri' oleh Shiraishi. Selain itu Shiraishi juga membunuh seorang pria berusia 20 tahun yang menanyakan keberadaan pacarnya.

Pengacara Shiraishi ingin tuntutan diturunkan menjadi 'pembunuhan dengan persetujuan'.

'Pembunuhan dengan persetujuan' adalah kejahatan nyata di Jepang yang dikenakan hukuman penjara enam bulan sampai tujuh tahun.

Hal yang sama pernah terjadi pada pelaku pembunuhan Hiroshi Maeue, yang membunuh orang atas dasar 'Pembunuhan dengan persetujuan'.

Maeue membunuh seorang anak laki-laki berusia 14 tahun, seorang wanita berusia 25 tahun dan seorang pria berusia 21 tahun yang dia temui secara online pada tahun 2005. Atas kejahatannya itu Maeue dihukum gantung pada 2009.

Setelah tiga tahun penangkapannya dan proses penyelidikan sedang berjalan, tiba-tiba Shiraishi membantah pernyataan pengacaranya sendiri. Dia kahirnya terang-terangan mengakui bahwa korbannya tidak setuju untuk dibunuh.

"Ada memar di bagian belakang kepala korban," katanya dalam wawancara surat kabar.

"Itu artinya tidak ada persetujuan dan saya melakukannya dengan memaksa, atau agar mereka tidak menolak," katanya.

Polisi menemukan tempat kejadian perkara yang mengejutkan di apartemen Shiraishi di Zama, di luar Tokyo. Di sana mereka menemukan bagian tubuh di dalam pendingin dan 240 tulang manusia.

Kasus mengerikan ini sempat menarik perhatian di negara yang terkenal akan keamanan publiknya itu.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

KPK Sita Rumah Mewah Milik Vinna Ledy Anggraheni di Jaksel

Selasa, 01 September 2026 | 11:03

UPDATE

Muhammadiyah Himpun Rp6 Miliar untuk Korban Gempa NTT, Rp3,4 Miliar Telah Disalurkan

Sabtu, 05 September 2026 | 10:18

Emas Antam Ambruk Rp30.000, Termurah Dibanderol Rp1,3 Juta

Sabtu, 05 September 2026 | 09:19

Banding Kasus Penyiraman Air Keras, Hukuman Dua Pelaku Diringankan

Sabtu, 05 September 2026 | 08:50

Hari Pelanggan Nasional 2026, Pertagas Perkuat Layanan dan Keandalan Energi

Sabtu, 05 September 2026 | 08:14

112 Tersangka Kasus Karhutla Sudah Ditangkap, 55 Perkaran Dilidik

Sabtu, 05 September 2026 | 07:41

RUU Perampasan Aset Potensial Menjarah Aset Seluruh Rakyat

Sabtu, 05 September 2026 | 06:46

112 Tersangka Kasus Karhutla Ditangkap, Terbanyak di Riau

Sabtu, 05 September 2026 | 06:34

Muhammadiyah Layani Penyintas Gempa NTT

Sabtu, 05 September 2026 | 06:17

JHL Foundation Beri Beasiswa Kelapa untuk 100 Mahasiswa UBB

Sabtu, 05 September 2026 | 06:02

Operasi Modifikasi Cuaca Dioptimalkan di Kalbar dan Kalteng

Sabtu, 05 September 2026 | 05:52

Selengkapnya