Berita

M. Bobby Afif Nasution saat bertemu dengan Menteri Pertahanan yang juga Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto/Net

Politik

Bobby Janji Telepon Menteri Jika Terpilih, Demokrat: Belum Apa-apa Sudah Berniat Salahgunakan Kekuasaan Mertua

JUMAT, 02 OKTOBER 2020 | 11:51 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Pernyataan calon Walikota Medan, M. Bobby Afif Nasution yang mengaku tidak akan malu menelepon menteri untuk kepentingan warga Kota Medan jika dirinya menang pilkada, menuai kritik.

Pasalnya, pernyataan menantu Presiden Joko Widodo itu terkesan akan menyalahgunakan kekuasaan lantaran menganggap para menteri adalah anak buah mertuanya di rumah.

Deputi Balitbang DPP Partai Demokrat, Syahrial Nasution menyesalkan ucapan menantu Presiden Jokowi itu.


Menurutnya, ucapan Bobby tersebut seolah akan menyalahgunakan kekuasaan mertuanya kalau dia terpilih jadi Walikota Medan.

"Ini bahayanya politik dinasti. Jadi politisi berangkat dari tujuan: berkuasa! Akibatnya, pilkada belum mulai, sudah niat salahgunakan kekuasaan mertua," kata Syahrial Nasution dalam cuitan akun Twitter pribadinya, Jumat (2/10).

"Politisi ecek-ecek, mentang-mentang anak istana!" imbuh Syahrial Nasution di twit yang sama.

Sebelumnya, dalam acara deklarasi dukungan di Hotel Madani Medan, Selasa (29/9), Bobby mengatakan, selain dirinya, anak-anak Presiden Joko Widodo yang lain juga tidak pernah minta jatah proyek kepada menteri.

Namun, kata suami Kahiyang Ayu itu, dirinya tidak akan malu untuk menelepon para menteri di kabinet demi kepentingan warga Medan.

"Alhamdulillah, yang saya bilang tadi nikmat yang luar biasa, saya, abang ipar saya, adik ipar saya, istri saya, nggak pernah main-main seperti itu, Saya pribadi nggak bakal malu ngetuk ke kantor menteri, nelepon menteri istilahnya, untuk masyarakat Kota Medan," kata Bobby.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

MAKI Heran KPK Tak Kunjung Tahan Tersangka Korupsi CSR BI

Selasa, 13 Januari 2026 | 20:11

Keadilan pada Demokrasi yang Direnggut

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:54

Program MBG Tetap Harus Diperketat Meski Kasus Keracunan Menurun

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:51

Oegroseno: Polisi Tidak Bisa Nyatakan Ijazah Jokowi Asli atau Palsu

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:48

Ketum PBMI Ngadep Menpora Persiapkan SEA Games Malaysia

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:41

Sekolah Rakyat Simbol Keadilan Sosial

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:41

110 Siswa Lemhannas Siap Digembleng Selama Lima Bulan

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:30

PBNU Bantah Terima Aliran Uang Korupsi Kuota Haji

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:08

Demokrat Tidak Ambil Pusing Sikap PDIP Tolak Pilkada Via DPRD

Selasa, 13 Januari 2026 | 18:57

Amankan BBE-Uang, Ini 2 Kantor DJP yang Digeledah KPK

Selasa, 13 Januari 2026 | 18:40

Selengkapnya