Berita

Sandiaga Uno/Net

Politik

Ciptakan Lapangan Kerja Di Masa Pandemik, Sandiaga Uno Gagas Program Seribu Teknopreneur Sejuta Pekerjaan

KAMIS, 01 OKTOBER 2020 | 11:36 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Yayasan Inovasi Teknologi (Inotek) Indonesia telah menggandeng Kementerian Riset dan Teknologi Republik Indonesia dalam memperluas lapangan pekerjaan lewat program Seribu Teknopreneur Sejuta Pekerjaan (STSP).

Program ini akibat krisis ekonomi imbas pandemi Covid-19 berujung pada pemutusan hubungan kerja (PHK) massal sejak beberapa bulan belakangan. Dengan adanya program ini, diharapkan akan membuka jutaan lapangan kerja baru.

“Kita ciptakan 1.000 technopreneur untuk membuka jutaan lapangan kerja. Dengan beradaptasi pada revolusi industri 4.0, technopreneur diharap mampu melihat sektor-sektor mana saja yang akan menjadi pemenang di tengah pandemi,” ujar pemilik yayasan Inotek Sandiaga Uno dalam keterangan tertulisnya, Kamis (1/10).


Sandiaga mengatakan, lewat program yang digagasnya ini, para technopreneur akan diberikan pelatihan dan pendampingan untuk menciptakan usaha kecil dan menengah (UMKM) sehingga tercipta lapangan kerja.

“Jadi saya akan mengingatkan kepada para seribu technopreneur ini tak hanya menjadi yang pertama tetapi menjadi yang terbaik. Bahwa mereka ada pendampingannya di sini beda dengan program-program yang lain. Di sini pelatihan, pendampingan, kami saling berpegang tangan,” jelasnya.

Tak hanya itu, mereka juga akan didorong untuk melihat peluang sektor-sektor mana saja yang di tengah pandemi ini yang menjadi kebutuhan utama masyarakat.

“Jadi kita ngelihat bahwa ada sektor kesehatan, sektor pangan, sektor konsumsi. UMKM di sektor-sektor pemenang ini yang harus kita lebih geliatkan dan dinaik kelaskan agar lebih banyak lagi lapangan kerja yang berkualitas. 97 persen lapangan pekerjaan itu dikontribusikan oleh UMKM. Jadi sektor UMKM ini juga kita harus bangkitkan, kita naik kelaskan,” katanya.

Terkait anggaran, mantan Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) ini memastikan pihaknya akan mengukur terlebih dahulu selama enam bulan ke depan akibat dampak dari pandemi ini.

“Karena kita ingin berangkat dari satu pendekatan bukan besar-besarkan anggaran tapi akan berbicara tentang dampaknya. Dampak ini akan kita ukur dan kalau misalnya ini program bagus, karena kita ikut merangkul sektor swasta, merangkul NGO, dan merangkul banyak sekali organisasi. Jadi besaran anggaran ini tentunya nanti akan menyesuaikan. Tentunya semakin efektif, semakin berdampak dan semakin baik,” urainya.

Kendati demikian, politisi Partai Gerindra ini mengingatkan bahwa membangun lapangan kerja bukan berarti soal besar-besaran anggaran tapi juga menggunakan velositas. Velositas ini yang harus dilakukan dari sekarang dan kecepatan di tengah pandemik.

“Ini tentang optimisme, ini tentang bagaimana kita membangun satu semangat positif, membangun optimisme. Dan saya yakin di tengah tengah pandemi ini hal-hal baik tidak datang kepada mereka yang menunggu tapi yang bekerja langsung, bergerak dan melihat peluang,” pungkasnya.

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Atap Terminal 3 Ambruk, Penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta Dialihkan

Senin, 06 April 2026 | 16:10

UPDATE

35 Ribu Loker Kopdes Merah Putih dan Kampung Nelayan Dibuka, Status BUMN

Kamis, 16 April 2026 | 08:14

Wall Street Melejit: S&P 500 dan Nasdaq Cetak Rekor Baru

Kamis, 16 April 2026 | 08:12

Danantara Gandakan Investasi di Timur Tengah, Fokus pada Ketahanan Energi

Kamis, 16 April 2026 | 07:55

Emas Tergelincir di Tengah Redanya Ketegangan Timur Tengah

Kamis, 16 April 2026 | 07:35

Peringkat Utang Asia Tenggara di Ujung Tanduk, Indonesia Paling Rentan

Kamis, 16 April 2026 | 07:20

Bursa Eropa: Indeks STOXX 600 di Zona Merah, Sektor Luxury Brand Terpukul

Kamis, 16 April 2026 | 07:07

Balai K3 Harus Cegah Kecelakaan Kerja Semaksimal Mungkin

Kamis, 16 April 2026 | 06:53

BGN Gandeng Bobon Santoso Gelar Masak Besar MBG

Kamis, 16 April 2026 | 06:25

Kemelut Timur Tengah: Siapa Keras Kepala?

Kamis, 16 April 2026 | 05:59

Polisi Ciduk Tiga Remaja Terlibat Tawuran, Satu Positif Sabu

Kamis, 16 April 2026 | 05:45

Selengkapnya