Berita

Gubernur Jabar, Kang Emil, Inggit Garnasih

Nusantara

Temui Kang Emil, Keluarga Inggit Sukarno Sepakat Serahkan Dokumen

RABU, 30 SEPTEMBER 2020 | 21:41 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Kabar gembira disampaikan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil. Lewat akun Instagram _@ridwankamil_, Kang Emil mengabarkan kedatangan keluarga besar Inggit Garnasih, Senin (28/9) lalu.

Ia menerima langsung anak dan cucu ibu Inggit. “Ternyata cucu ibu Inggit ada tujuh. Dari dua anak angkat,” kata Emil Seperti dilaporkan Kantor Berita RMOLJabar.

Kedatangan mereka terkait kesepakatan mayoritas keluarga besar, guna menyerahkan dokumen penting bersejarah, yakni surat nikah dan akta cerai Sukarno-Inggit, kepada negara.


“Tidak untuk dijual kepada kolektor pribadi,” lanjut Kang Emil.

Bahwa negara nanti akan mengganti biayanya, keluarga besar menyerahkan kepada aturan dan regulasi yang ada.

Tentu, sebagaimana yang diharapkan masyarakat Indonesia, Kang Emil merespons positif maksud baik keluarga ibu Inggit tersebut.

“Insya Allah, jika semua rencana berjalan baik, kami akan proses secara prosedural. Dan, menurut hemat kami, dokumen bersejarah tersebut akan lebih afdal jika disimpan di Gedung Arsip Nasional, bukan di lingkungan Pemprov Jawa Barat,” paparnya.

Pertemuan keluarga besar Inggit Garnasih dan Kang Emil, menunjukkan ikatan mendalam sesama warga Jawa Barat.

Pada kesempatan tersebut, Kang Emil tidak sebatas memposisikan diri sebagai seorang pemimpin.

Tetapi, lebih dari itu, berperan aktif menjadi anak bangsa yang wajib menjaga risalah penting milik bapak bangsanya, Ir Sukarno.

Agar dokumen berharga itu tetap bisa diakses melalui lembaga resmi negara: Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI).

Perhatian Terhadap Bung Karno

Bandung, Soekarno dan Kang Emil. Bila kita jeli. Ada ikatan emosional antara ketiganya.

Di Bandung, Sang Proklamator menyelesaikan pendidikan tinggi. Dalam semangat pergerakan nasional melawan penjajah.

Di sana pula, si Bung Besar merasakan lantai dingin penjara Banceuy (1929), dan penjara Sukamiskin (9 Desember 1930 - 31 Desember 1931), karena lantang menyerukan perlawanan terhadap rezim kolonial Belanda.

Pun cinta putra Sang Fajar bersemi di Kota Kembang. Ia mempersunting perempuan Sunda: Inggit Garnasih pada 1923. Kemudian bercerai tahun 1942, sebelum menikahi Fatmawati.

Peristiwa di atas terbingkai apik dalam sejarah bangsa ini. Sudah 90 tahun lamanya. Bila mengacu pada masa Sukarno menjalani hukuman penjara.

Sementara generasi belakangan, lewat representasi Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, tidak boleh tidak. Mesti menjaga bingkai sejarah terkait Bandung dan si Bung, agar tetap terawat, tak lusuh digerogoti “rayap zaman”.

Pada 2015, Kang Emil meresmikan nama Jalan Dr Ir Sukarno. Bertepatan dengan peringatan Hari Pahlawan, 10 November.

Sebagai Wali Kota Bandung, ia ingin mengabadikan nama Presiden RI pertama, menggantikan nama Jalan Cikapundung Timur. Di sebelah Gedung Merdeka.

Tidak sampai di situ. Kepekaan Kang Emil atas pentingnya sejarah Bandung dan Bung Karno, juga diwujudkan lewat revitalisasi monumen Penjara Banceuy pada 2015 lalu. Memeriahkan peringatan 60 tahun Konferensi Asia Afrika (KAA).

Monumen Soekarno di Aljazair

Apresiasi Kang Emil terhadap sosok bapak bangsa, Ir Sukarno, juga tampak dalam garapan Monument de Soekarno.

Kang Emil mendapat kepercayaan mendesain monumen-taman di lokasi strategis tengah kota ibu kota Aljazair, Alger. Sedangkan pembuatan patung dada Bung Karno oleh pematung, Dolosora Sinaga.

Peresmian Monument de Soekarno dilakukan pemerintah Aljazair, Juli 2020. Monumen tersebut menandakan hubungan persahabatan kedua negara yang sangat erat.

Kang Emil menggabungkan sisi ketokohan Bung Karno dan ke-Aljazair-an sekaligus, dalam desainnya yang begitu apik.

Maka terciptalah: Taman berbentuk bulan sabit dengan patung Bung Karno di tengahnya, sedang menunjukkan jari ke atas.

“Seolah sedang berteriak: ‘Wahai negara Asia-Afrika, kita lawan kolonialisme!’” kata Kang Emil.

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Jokowi Masih Berperilaku seperti Penguasa RI

Senin, 10 Agustus 2026 | 03:00

UPDATE

Yang Rada Gila

Selasa, 18 Agustus 2026 | 12:23

KPK Wanti-wanti Bantuan Korban Gempa NTT Jangan Dikorupsi

Selasa, 18 Agustus 2026 | 12:17

Utang Luar Negeri RI Tembus Rp8.090 Triliun di Triwulan II 2026

Selasa, 18 Agustus 2026 | 12:10

Putin dan Prabowo Bakal Gelar Pertemuan di Vladivostok Awal September

Selasa, 18 Agustus 2026 | 12:09

Pembukaan Rapat Paripurna Diawali Ucapan Duka Cita untuk Korban Gempa

Selasa, 18 Agustus 2026 | 12:06

Menanti Nasib Investasi INA-SRF Usai Menang Gugatan Lawan Kimia Farma

Selasa, 18 Agustus 2026 | 12:02

Penangguhan Penahanan Asrul Azis Taba Ditolak

Selasa, 18 Agustus 2026 | 11:56

BPK Dorong Tata Kelola Kementerian Hukum Naik Kelas

Selasa, 18 Agustus 2026 | 11:46

Kelahiran Anak Gajah Sumatera di Padang Sugihan Jadi Kado Istimewa HUT RI

Selasa, 18 Agustus 2026 | 11:40

Pelemahan Rupiah Bisa Tekan Subsidi hingga Inflasi

Selasa, 18 Agustus 2026 | 11:34

Selengkapnya