Berita

Ketua Bidang Data dan Teknologi Informasi Satgas Penanganan Covid-19, Dr. Dewi Nur Aisyah dalam diskusi yang digelar BNPB pada Rabu, 30 September 2020/RMOL

Kesehatan

Temukan Kasus Positif Covid-19 Di Kantor? Begini Langkah-langkah Yang Harus Dilakukan

RABU, 30 SEPTEMBER 2020 | 14:21 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Klaster perkantoran menjadi salah satu yang banyak terjadi di Indonesia, mengingat di tengah pelonggaran Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), perusahaan-perusahaan dibuka kembali.

Hal tersebut memicu adanya penularan di kantor, sehingga harus diwaspadai.

Ketua Bidang Data dan Teknologi Informasi Satgas Penanganan Covid-19, Dr. Dewi Nur Aisyah menjelaskan langkah-langkah yang harus dilakukan ketika menemukan kasus positif Covid-19 di kantor.


"Pertama, lakukan pemeriksaan kepada seluruh karyawan yang berada dalam satu ruangan. Ini wajib," kata Dewi dalam diskusi yang digelar Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bertajuk "Covid-19 Dalam Angka: Ragam Cluster di Indonesia (Part II)" pada Rabu (30/9).

Pemeriksaan dalam bentuk Tes Swab juga, kaya Dewi, diperlukan bagi seluruh karyawan yang berada dalam satu lantai. Itu dikarenakan kemungkinan penularan lewat ventilasi udara maupun kamar mandi yang digunakan secara kolektif.

"Kemudian lakukan contact tracing, terutama pada teman-teman karyawan yang kontak erat. Bisa jadi ga satu lantai atau satu ruangan, tapi teman main. Bisa jadi makan siang bareng, pulang bareng," sambungnya.

Setelah itu, tes juga harus dilakukan pada keluarga karyawan sebagai bagian dari penelusuran kontak.

Sementara itu, pada saat yang bersamaan, seluruh ruangan di kantor juga harus didisinfeksi.

"Bagi kontak erat yang menunggu hasil, isolasi mandiri dulu. Jangan masuk kantor," tandasnya.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Sekolah Rakyat dan Investasi Penghapusan Kemiskinan Ekstrim

Kamis, 15 Januari 2026 | 22:03

Agenda Danantara Berpotensi Bawa Indonesia Menuju Sentralisme

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:45

JMSI Siap Perkuat Peran Media Daerah Garap Potensi Ekonomi Biru

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:34

PP Himmah Temui Menhut: Para Mafia Hutan Harus Ditindak Tegas!

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:29

Rezim Perdagangan dan Industri Perlu Dirombak

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:15

GMPG Pertanyakan Penanganan Hukum Kasus Pesta Rakyat Garut

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:02

Roy Suryo Ogah Ikuti Langkah Eggi dan Damai Temui Jokowi

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:00

GMNI: Bencana adalah Hasil dari Pilihan Kebijakan

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:42

Pakar Hukum: Korupsi Merusak Demokrasi Hingga Hak Asasi Masyarakat

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:28

DPR Setujui Anggaran 2026 Komnas HAM Rp112 miliar

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:26

Selengkapnya