Berita

Ketua Bidang Data dan Teknologi Informasi Satgas Penanganan Covid-19, Dr. Dewi Nur Aisyah dalam diskusi yang digelar BNPB pada Rabu, 30 September 2020/RMOL

Kesehatan

Jangan Salah Kaprah, Menurunkan Tingkat Kematian Bukan Berarti Menambah Kasus Covid-19

RABU, 30 SEPTEMBER 2020 | 12:49 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Perintah Presiden Joko Widodo untuk menurunkan tingkat kematian akibat Covid-19 memicu pertanyaan di masyarakat. Beberapa pihak menganggap penurunan tingkat kematian berarti harus menambah jumlah kasus.

Berkembangnya spekulasi tersebut membuat Ketua Bidang Data dan Teknologi Informasi Satgas Penanganan Covid-19, Dr. Dewi Nur Aisyah memberikan klarifikasi dalam diskusi yang digelar Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bertajuk "Covid-19 Dalam Angka: Ragam Cluster di Indonesia (Part II) pada Rabu (30/9).

Dewi menjelaskan, proporsi angka kematian dalam bentuk persen adalah jumlah orang yang meninggal dibagi dengan jumlah kasus yang ada.


Hal tersebut membuat banyak pihak jadi salah kaprah dengan menganggap, jika proporsi angka tersebut ingin diturunkan, maka membutuhkan lebih banyak kasus sebagai penyebut.

"Sebenarnya target yang ingin kita capai adalah penambahan jumlah absolut kematian per hari, per minggu ini turun," ujarnya.

"Misalnya di bulan Juni mungkin seminggu yang meninggal ada 10 orang, pekan selanjutnya ada 5 orang, pekan selanjutnya lagi satu orang atau mungkin tidak ada kematian sama sekali," tambahnya.

Dengan begitu, Dewi mengatakan, jumlah absolut yang ingin dilihat dan menjadi perintah Jokowi adalah penurunan penambahan angka kematian pada hari-hari mendatang.

Dalam rapat terbatas pada awal pekan ini, Jokowi menyebut angka kematian akibat Covid-19 mengalami penurunan. Tingkat rata-rata kematian Covid-19 di Indonesia turun dari 4,33 persen pada Agustus menjadi 3,77 persen pada September.

Populer

Pengacara Terkenal yang Menyita Perhatian Publik

Minggu, 08 Maret 2026 | 11:44

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Anggaran Pendidikan Diperebutkan, Sistemnya Tak Pernah Dibereskan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 07:48

Bangsa Tak Akan Maju Tanpa Makzulkan Gibran dan Adili Jokowi

Senin, 09 Maret 2026 | 00:13

Prabowo Berpeluang Digeruduk Demo Besar Usai Lebaran

Rabu, 11 Maret 2026 | 06:46

Fahira Idris Dukung Pelarangan Medsos Buat Anak di Bawah 16 Tahun

Minggu, 08 Maret 2026 | 01:58

Golkar Berduka, Putri Akbar Tandjung Wafat

Rabu, 11 Maret 2026 | 15:27

UPDATE

Forum IPEM 2026 Momentum Penting Perkuat Diplomasi Energi

Kamis, 19 Maret 2026 | 00:08

Polres Metro Tangerang Kota Ungkap 14 Kasus Curas Sepanjang Ramadan

Rabu, 18 Maret 2026 | 23:45

Negara Bisa Menjadi Totaliter Lewat Teror dan Teknologi

Rabu, 18 Maret 2026 | 23:28

Pengungkapan Pelaku Teror Air Keras Bukti Ketegasan Prabowo

Rabu, 18 Maret 2026 | 23:10

YLBHI: Ada Pola Teror Berulang terhadap Aktivis hingga Jurnalis

Rabu, 18 Maret 2026 | 22:51

Observatorium Bosscha: Hilal 1 Syawal Tipis di Ufuk Barat

Rabu, 18 Maret 2026 | 22:32

TNI-Polri Harus Kompak Bongkar Teror Air Keras Aktivis KontraS

Rabu, 18 Maret 2026 | 22:10

Umat Hindu Semarang Gelar Tawur Agung Kesanga Sambut Nyepi Saka 1948

Rabu, 18 Maret 2026 | 21:56

YLBHI Minta Kasus Air Keras Andrie KontraS Disidang di Peradilan Umum

Rabu, 18 Maret 2026 | 21:40

Kinerja Cepat Polri Ungkap Kasus Penyiraman Air Keras Tuai Apresiasi

Rabu, 18 Maret 2026 | 21:11

Selengkapnya