Berita

Gatot Nurmantyo menaiki mimbar usai diminta membubarkan diri oleh aparat kepolisian saat silarutahmi KAMI di Surabaya/Repro

Politik

Prihatin KAMI Dibubarkan, Mujahid 212: Gatot Dipermalukan, Di Mana Kebebasan Yang Dijamin Konstitusi?

SENIN, 28 SEPTEMBER 2020 | 16:31 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Penolakan oleh sekelompok massa terhadap silaturahmi Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) di Surabaya turut menjadi perhatian Ketua Aliansi Anak Bangsa (AAB) yang juga Mujahid 212, Damai Hari Lubis.

Diketahui, silaturahmi KAMI dihadiri langsung oleh Presidium KAMI, Gatot Nurmantyo. Namun hal itu mendapat penolakan dari massa yang mengatasnamakan Koalisi Indonesia Tetap Aman (KITA).

Tak hanya massa yang menolak, Damai Hari Lubis juga menyoroti sikap aparat kepolisian yang akhirnya membubarkan KAMI di Jalan Jambangan Kebon Agung, Kota Surabaya, Jawa Timur.


"Terkait Gatot Nurmantyo yang dipermalukan ketika sedang orasi di sebuah forum, oleh oknum yang mengaku polisi, maka Mujahid 212 cukup prihatin," ujar Damai Hari Lubis kepada Kantor Berita Politik RMOL, Senin (28/9).

Pengacara Habib Rizieq Shihab (HRS) ini menilai bahwa sikap aparat kepolisian tersebut tidak bijak.

"Di mana letak kedaulatan serta kebebasan yang dijamin oleh konstitusi? UU kita menjamin dan berikan peluang terkait hak WNI, tentang menyampaikan pendapat di muka umum, baik secara lisan maupun tertulis," tegas Damai.

Dalam sebuah video yang beredar di media sosial, memperlihatkan seorang  menggunakan kemeja berwarna putih dan celana warna hitam bermasker berdiri di samping Gatot yang sedang berada di atas mimbar.

Pria tersebut menyampaikan bahwa di depan gedung deklarasi sedang ada aksi massa dari Koalisi Indonesia Tetap Aman (KITA). Pria tersebut meminta agar massa deklarasi membubarkan diri.

Lantas, Gatot pun menjelaskan bahwa pria tersebut merupakan pihak kepolisian dari Polda Jawa Timur.

"Jadi Bapak Ibu sekalian, ini bapak dari Polda dari kepolisian. Saya katakan bahwa KAMI ini adalah organisasi yang konstitusional, kalau kita dibubarkan, di sana juga bubar, mari kita bubar. Ikuti apa yang disampaikan oleh aparat kepolisian. Jadi jangan ada komentar, beliau bertugas, kita sama-sama junjung tinggi apa yang dilaksanakan," kata Gatot sambil meninggalkan mimbar.

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Konversi LPG Ke CNG Jangan Sampai Jadi "Luka Baru" Indonesia

Rabu, 13 Mei 2026 | 20:11

Apa Itu Love Scamming? Waspada Ciri-Cirinya

Rabu, 13 Mei 2026 | 20:04

Rano Karno Ingin JIS Sekelas San Siro

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:49

Prabowo Geram Devisa Hasil Ekspor Sawit-Batu Bara Tak Disimpan di Indonesia

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:42

KPK Didesak Tetapkan Tersangka Baru Kasus Korupsi DJKA

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:38

Ini Strategi OJK Jaga Bursa usai 18 Saham RI Dicoret MSCI

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:35

Cot Girek dan Ujian Menjaga Kepastian Hukum

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:27

Prabowo Bakal Renovasi 5 Ribu Puskesmas dari Duit Sitaan Satgas PKH

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:25

Prabowo Siapkan Satgas Deregulasi demi Pangkas Keruwetan Izin Usaha

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:11

Kementerian PU Bangun Akses Tol, Maksimalkan Konektivitas Kota Salatiga

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:02

Selengkapnya