Berita

Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, akan tingkatkan kemampuan tes PCR di sejumlah daerah yang masih di bawah standar WHO/Istimewa

Kesehatan

Termasuk Cirebon, Ini 5 Daerah Di Jabar Yang Masih Berstatus Zona Merah

SENIN, 28 SEPTEMBER 2020 | 15:46 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Hingga saat ini, ada 5 daerah di Jawa Barat yang masih masuk ke dalam zona merah atau wilayah dengan risiko tinggi penyebaran Covid-19. Kelima daerah tersebut adalah Kota Bogor, Kota Depok, Kabupaten Bekasi, Kota Cirebon, dan Kabupaten Cirebon.

Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan (GTPP) Jawa Barat, Ridwan Kamil mengatakan, pihaknya tengah melakukan pengetatan aktivitas dan pengetesan masif di lima kabupaten dan kota tersebut.

"Minggu ini ada perubahan status, yang zona merah adalah Kota Bogor, Kabupaten Bekasi, Kota Depok, Kota dan Kabupaten Cirebon," ucap Emil, sapaan akrabnya, di Gedung Sate, Kota Bandung, Senin (28/9).


Secara keseluruhan, lanjut Emil, angka reproduksi Covid-19 di Jabar sebagai salah satu standar membaca epidemologi, masih di kisaran 1,04.

"Kita masih di kisaran 1,04 menandakan tingkat kecepatan penularan masih relatif terkendali," ungkapnya, dikutip Kantor Berita RMOLJabar.

Di samping itu, Emil menyebut saat ini Jabar sudah melakukan tes PCR terbanyak di Indonesia. Namun, untuk tes PCR per minggu terjadi penurunan karena ketersediaan alat tes PCR menurun.

"Tes PCR di Jabar secara akumulatif itu kedua terbanyak, jumlahnya 383 ribu. Tapi kalau mingguan kita mengalami penurunan yang tadinya kita sudah bisa mencapai 50 ribu tes PCR, per minggu ini menurun karena jumlah persediaan PCR kita sedang menurun," katanya.

"Minggu ini tinggal 5 ribu lagi, sehingga sesuai prosedur kita mintakan ke pusat akan turun 250 ribu lagi PCR. Di mana 50 ribunya kita kelola, 200 ribunya akan digunakan metoda baru yaitu mengajak pihak swasta," tambahnya.

Selain itu, mantan Walikota Bandung itu mengapresiasi 7 daerah yang sudah melaksanakan tes PCR dengan standar WHO. Yaitu Kota Bandung, Cimahi, Sukabumi, Banjar, Bekasi, Bogor, dan Cirebon.

"Saya apresiasi tujuh daerah yang pengetesan PCR-nya sudah melewati batas 1 persen dari jumlah penduduk menurut standar WHO. Jadi kita sedang melakukan upaya agar 20 kabupaten/kota lainnya yang belum memenuhi target satu persen dari jumlah penduduk untuk meningkatkan kapasitas tes," tandasnya.

Populer

Pengacara Terkenal yang Menyita Perhatian Publik

Minggu, 08 Maret 2026 | 11:44

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Anggaran Pendidikan Diperebutkan, Sistemnya Tak Pernah Dibereskan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 07:48

Bangsa Tak Akan Maju Tanpa Makzulkan Gibran dan Adili Jokowi

Senin, 09 Maret 2026 | 00:13

Prabowo Berpeluang Digeruduk Demo Besar Usai Lebaran

Rabu, 11 Maret 2026 | 06:46

Fahira Idris Dukung Pelarangan Medsos Buat Anak di Bawah 16 Tahun

Minggu, 08 Maret 2026 | 01:58

Golkar Berduka, Putri Akbar Tandjung Wafat

Rabu, 11 Maret 2026 | 15:27

UPDATE

Forum IPEM 2026 Momentum Penting Perkuat Diplomasi Energi

Kamis, 19 Maret 2026 | 00:08

Polres Metro Tangerang Kota Ungkap 14 Kasus Curas Sepanjang Ramadan

Rabu, 18 Maret 2026 | 23:45

Negara Bisa Menjadi Totaliter Lewat Teror dan Teknologi

Rabu, 18 Maret 2026 | 23:28

Pengungkapan Pelaku Teror Air Keras Bukti Ketegasan Prabowo

Rabu, 18 Maret 2026 | 23:10

YLBHI: Ada Pola Teror Berulang terhadap Aktivis hingga Jurnalis

Rabu, 18 Maret 2026 | 22:51

Observatorium Bosscha: Hilal 1 Syawal Tipis di Ufuk Barat

Rabu, 18 Maret 2026 | 22:32

TNI-Polri Harus Kompak Bongkar Teror Air Keras Aktivis KontraS

Rabu, 18 Maret 2026 | 22:10

Umat Hindu Semarang Gelar Tawur Agung Kesanga Sambut Nyepi Saka 1948

Rabu, 18 Maret 2026 | 21:56

YLBHI Minta Kasus Air Keras Andrie KontraS Disidang di Peradilan Umum

Rabu, 18 Maret 2026 | 21:40

Kinerja Cepat Polri Ungkap Kasus Penyiraman Air Keras Tuai Apresiasi

Rabu, 18 Maret 2026 | 21:11

Selengkapnya