Berita

Gubernur Jawa Barat. Ridwan Kamil/Istimewa

Kesehatan

Diduga Dipengaruhi Mobilitas Para Penghuninya, Pesantren Di Kuningan Jadi Klaster Covid-19

SENIN, 28 SEPTEMBER 2020 | 14:36 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Pondok pesantren di Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, jadi klaster baru penyebaran Covid-19. Hal ini diduga karena pergerakan keluar-masuk santri maupun pengajar di pesantren tersebut.

Hal ini diungkap Ketua Gugus Tugus Percepatan Penanggulangan (GTPP) Jawa Barat, Ridwan Kamil, di Gedung Sate, Kota Bandung, Senin (28/9).

"Sekarang di Jabar ada klaster pesantren di Kuningan, yang minggu ini kita akan melakukan pengetesan massal sesuai pola yaitu di wilayah Ciayumajakuning karena beberapa daerah di wilayah tersebut terjadi yang namanya peningkatan kasus Covid," ucap Emil, sapaan akrabnya,


Menurut Emil, saat ini Tim Gugus Tugas tengah fokus menangani klaster Covid-19 yang diketahui berada di lingkungan pesantren.

Emil menduga, munculnya klaster pesantren karena masih banyaknya santri ataupun tenaga pengajar yang keluar masuk ke lingkungan pesantren. Sehingga menyebabkan ada klaster penyebaran baru Covid-19 di pesantren.

"Yang kami temukan itu karena adanya keluar masuk. Kalau yang sifatnya bermukim itu relatif, menurut laporan dari Pak Wagub, lebih terkendali. Tapi ada kasus-kasus di mana tercampur dengan yang sifatnya sekolah umum dan orangnya tidak bermukim di wilayah pesantren," papar Emil, dikutip Kantor Berita RMOLJabar.

Kendati demikian, Emil memastikan pihaknya sudah memulai koordinasi kembali dalam menerapkan protokol kesehatan bersama para pengelola pesantren dan ratusan kiai.

"Kemarin Pak Wagub sudah memulai koordinasi protokol dan tindakan ini dengan para pemilik pesantren dengan 500 kiai dan minggu ini sudah kami tugaskan fokus pengetesan PCR juga ke zona pesantren," tandasnya.

Populer

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Jokowi Masih Berperilaku seperti Penguasa RI

Senin, 10 Agustus 2026 | 03:00

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

UPDATE

Prabowonomics dalam Desain APBN 2027

Kamis, 20 Agustus 2026 | 04:17

BRI KKB National Expo 2026 Hadir di 131 Lokasi dan Torehkan Rekor MURI

Kamis, 20 Agustus 2026 | 03:48

Sikap Amien Rais Makin Plinplan dan Mirip Sengkuni

Kamis, 20 Agustus 2026 | 03:14

PBB Dorong PT Timah Serap Hasil Timah Masyarakat Bangka Belitung

Kamis, 20 Agustus 2026 | 02:45

Truk Karnaval Kementerian PU Hadirkan Pesan Gotong Royong dan Kerja Nyata

Kamis, 20 Agustus 2026 | 02:16

Pernyataan Agus Burate soal 5 WN China di Tambang Emas Dibantah Keluarga

Kamis, 20 Agustus 2026 | 01:42

Jalan Harmoni, Potret Toleransi di Jantung George Town

Kamis, 20 Agustus 2026 | 01:37

Sindikat Meterai Palsu yang Bikin Negara Boncos Rp1 Triliun Dibongkar Polisi

Kamis, 20 Agustus 2026 | 01:21

Komisi V DPR Usul Kapal Penumpang dan Pengangkut Barang Dipisah

Kamis, 20 Agustus 2026 | 00:59

Jampidsus Diminta Terbitkan Sprindik Baru Kasus Jiwasraya dan Asabri

Kamis, 20 Agustus 2026 | 00:35

Selengkapnya