Berita

Perdana Menteri Sudan Abdalla Hamdok/Net

Dunia

Masuk Daftar Hitam Sanksi AS Dan Perang Dengan Israel, Sudan Pesimis Bisa Normalisasi

SENIN, 28 SEPTEMBER 2020 | 10:22 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Perdana Menteri Sudan Abdalla Hamdok mengungkap bahwa normalisasi hubungan antara negaranya dan Israel tidak semudah yang dipikirkan.

Hamdok mengatakan bahwa normalisasi hubungan dengan Israel adalah masalah 'rumit' yang membutuhkan perdebatan luas di dalam masyarakat.

Seperti diketahui, awal bulan ini Israel telah menandatangani kesepakatan yang ditengahi AS untuk menormalisasi hubungan dengan Uni Emirat Arab dan Bahrain.


Pemerintahan Presiden AS Donald Trump juga ingin Sudan menyusul langkah UEA dan Bahrain. Menteri Luar Negeri Mike Pompeo bahkan sudah melakukan usaha untuk mendorong kesepakatan itu dengan mengunjungi Khartoum pada Agustus lalu.

Ekonomi Sudan berada dalam krisis, sebagian karena sanksi yang dijatuhkan karena berada dalam daftar hitam AS sebagai negara yang diduga sponsor terorisme.

Pada hari Sabtu (26/9) Hamdok ditanyai oleh wartawan tentang dua masalah pencabutan sanksi AS dan normalisasi hubungan dengan sekutu Washington, Israel.

"Kami berbicara dengan Menteri Luar Negeri AS dan mengatakan kepadanya 'mari kita pisahkan dua jalur'," kata Hamdok, berbicara di sela-sela konferensi ekonomi di Khartoum, seperti dikutip dari AFP, Minggu (27/9).

“Kami berharap sukses dalam hal ini,” tambahnya.

Sudan secara teknis telah berperang dengan Israel selama beberapa dekade.

Hamdok mengepalai pemerintahan transisi, yang berkuasa setahun lalu setelah presiden Islam Omar al-Bashir digulingkan, menyatukan saingan lama ke dalam koalisi yang rapuh.

Menghapus Sudan dari daftar hitam AS adalah prioritas pemerintah saat ini, tetapi, sementara beberapa pemimpin mendukung kesepakatan politik dengan Israel, banyak pula yang menentangnya.

Kesepakatan apa pun dengan Israel dianggap berpotensi berisiko merusak persatuan politik Sudan yang rapuh.

"Ini adalah masalah yang memiliki banyak komplikasi lain. Itu membutuhkan diskusi mendalam di dalam masyarakat kita," kata Hamdok.

Sudan telah masuk dalam daftar hitam AS sejak 1993 karena dukungan Bashir untuk para jihadis, termasuk Osama bin Laden, yang tinggal di negara itu selama bertahun-tahun pada 1990-an sebelum menuju ke Afghanistan.

Jenderal Abdel Fattah al-Burhan, kepala dewan kedaulatan transisi, mengatakan pada konferensi hari Sabtu bahwa ada 'kesempatan' untuk perubahan.

"Kita memiliki kesempatan untuk menghapus Sudan dari daftar negara sponsor terorisme, dan mencapai integrasi dalam komunitas global," kata Burhan.

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Ombudsman RI Pelototi Tata Kelola Haji

Kamis, 23 April 2026 | 10:15

Kemlu Protes Spanduk "Rising Lion" Israel di RS Indonesia Gaza

Kamis, 23 April 2026 | 10:06

IHSG Menguat, Rupiah Tertekan ke Rp17.274 per Dolar AS

Kamis, 23 April 2026 | 09:21

Kisah Epik Sang ‘King of Pop’: Film Biopik Michael Resmi Menggebrak Bioskop Indonesia

Kamis, 23 April 2026 | 09:18

Ketua KONI Ponorogo Sugiri Heru Sangoko Dicecar KPK Soal Pemberian Fee ke Sudewo

Kamis, 23 April 2026 | 09:15

MUI Minta Jemaah Haji Doakan Pemimpin Indonesia

Kamis, 23 April 2026 | 09:14

Bursa Asia Menguat: Nikkei Cetak Rekor

Kamis, 23 April 2026 | 09:07

Harga Minyak Kembali Tembus 100 Dolar AS

Kamis, 23 April 2026 | 08:58

Wall Street Perkasa Berkat Donald Trump

Kamis, 23 April 2026 | 07:41

Pentagon Pecat Petinggi Angkatan Laut John Phelan di Tengah Gencatan Senjata

Kamis, 23 April 2026 | 07:25

Selengkapnya