Berita

Foto ilustrasi/Net

Suluh

Kampanye Daring Untuk Pemilihan Elektronik

SABTU, 26 SEPTEMBER 2020 | 15:49 WIB | OLEH: RUSLAN TAMBAK

Masa kampanye Pilkada serentak 2020 sudah dimulai hari ini. KPU menetapkan masa kampanye dari 26 September sampai dengan 5 Desember. Selama 71 hari.

KPU bersama pemerintah dan DPR sudah bulat, tetap melanjutkan pilkada pada 9 Desember 2020 di tengah pandemi Covid-19. Artinya, tidak ada penundaan lagi.

Demokrasi dan pandemi menjadi diskursus utama saat ini. Karena sudah ditetapkan lanjut, bagaimana penerapannya?


Belajar dari tahapan pendaftaran 4 sampai 6 September lalu, saat penetapan dan pencabutan nomor pada 23 dan 24 September kemarin, KPU sudah cukup berhasil menerapkan protokol pencegahan Covid-19, yaitu tidak ada kerumunan massa.

Yang menjadi kekhawatiran dan tantangan adalah, pada masa kampanye saat ini. Waktunya panjang dan tersebar di seluruh kecamatan, desa/keluarahan hingga RT/RW.

Apalagi kalau pasangan calonnya bejibun, penyelanggara pemilu (KPU dan Bawaslu) dipastikan akan ketetaran.

Untuk itu, peserta pilkada mulai dari pasangan calon, parpol pendukung, dan tim sukses diharapkan betul-betul mematuhi protokol kesehatan.

Dan untuk menghindari kerumunan hingga menyebabkan sumber penyebaran Covid-19, kandidat diharapkan mengubah cara kampanye, yaitu kampanye daring.

Kegiatan pengumpulan massa seperti konser musik dan rapat akbar bisa dilakukan di ranah digital. Kampanye daring diyakini lebih efektif dan efesien, serta jauh dari penyebaran corona.

Kandidat dan timses harus sebanyak mungkin memanfaatkan media sosial, media elektronik, dan media cetak.

Selain itu, kampanye dapat dilakukan dari pintu ke pintu. Ini namanya kampanye terbatas.

Dan, peserta kampanye bisa membuat alat peraga kampanye/sosialisasi dari APD. Seperti, masker, hand sanitizer, sarung tangan, dan pelindung wajah.

Kembali kepada kampanye kekinian, paslon dan parpol harus dipaksa bertransformasi ke kampanye digital.

Kalau sudah terbiasa dengan digital. Diharapkan, pemerintah dan penyelenggara pemilu juga bisa mempercepat sistem pemilihan dengan elektronik. E-voting, e-rekaputulasi yang berujung pada e-pemilihan. Semua sebarga digital.

Pengembangan aplikasi election digital ini merupakan sebuah solusi untuk mengatasi problem selama ini. Pembangunan aplikasi ini bertujuan mengganti sistem coblos.

Sekaligus, pemilihan elektronik akan lebih efektif dan efisien, serta untuk meningkatkan kepercayaan pada penyelenggaranya.

Selain itu, e-voting dapat meningkatkan keamanan surat suara (suara pemilih), mempercepat pengelolaan hasil, dan membuat pemilihan lebih mudah dan simpel.

Dan yang terpenting, dengan e-voting kecurangan di TPS dan selama pengiriman dan tabulasi bisa dihilangkan, sehingga hasil lebih akurat karena kesalahan manusia dikecualikan.

Populer

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Jokowi Masih Berperilaku seperti Penguasa RI

Senin, 10 Agustus 2026 | 03:00

Warga Gembira TransJakarta Layani Rute Kepulauan Seribu

Selasa, 11 Agustus 2026 | 06:10

UPDATE

Bursa Asia Dibuka Merah, Kospi Anjlok Hampir 6 Persen

Rabu, 19 Agustus 2026 | 08:29

Trump dan Gedung Putih Unggah Peta Baru Selat Hormuz yang Bikin Panas Iran

Rabu, 19 Agustus 2026 | 08:17

Wall Street Merah, Saham Teknologi Berguguran

Rabu, 19 Agustus 2026 | 08:04

Harvard Didenda Rp947 Miliar atas Skandal Penjualan Bagian Tubuh Jenazah

Rabu, 19 Agustus 2026 | 08:03

Dolar AS Bergerak Terbatas, Indeks DXY Menguat Tipis di Level 99,63

Rabu, 19 Agustus 2026 | 07:47

Logam Mulia Serempak Anjlok Dihantam Naiknya Imbal Hasil Obligasi

Rabu, 19 Agustus 2026 | 07:25

Bursa Eropa Loyo, Saham Teknologi Berguguran

Rabu, 19 Agustus 2026 | 07:06

Konsep Ketahanan Iklim Ala Indonesia Menggema di Forum Menteri LH Anggota BRICS

Rabu, 19 Agustus 2026 | 06:59

Kenaikan Anggaran Pendidikan Harus Wujudkan Sekolah Dasar Gratis

Rabu, 19 Agustus 2026 | 06:32

42 Pemegang Izin Kehutanan Ditindak Gegara Karhutla

Rabu, 19 Agustus 2026 | 06:19

Selengkapnya