Berita

Achsanul Qosasi/Net

Politik

Bagi Achsanul Qosasi, Film G30S PKI Adalah Sejarah Kelam Bangsa Indonesia

JUMAT, 25 SEPTEMBER 2020 | 14:26 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

Anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Achsanul Qosasi tidak peduli anggapan sebagian publik bahwa film G30S PKI adalah rekayasa dari pemerintahan Orde Baru di bawah kepemimpinan Presiden Soeharto.

Oleh sebab itu, saat masih tinggal di kawasan Pondok Gede, setiap tamu yang datang ke rumahnya selalu dibawa untuk melihat museum dan diorama Pahlawan Revolusi.

“Saya tidak peduli adanya rekayasa G30S-PKI dari Orba, yang pasti di Negeri ini pernah ada pembunuhan para Jenderal dengan keji di hadapan keluarganya,” kata Achsanul melalui akun Twitternya, @AchsanulQosasi, Jumat (25/9).


Baginya, film penghianatan PKI tersebut adalah sejarah kelam bangsa Indonesia.

“Jika Film itu dirasa tidak sesuai dengan aslinya, tidak perlu diperdebatkan karena film itu dibuat tahun ‘84, saat negeri ini masih tunduk terhadap rezim yang kita semua tahu baik dan buruknya. Mungkin itu dilakukan agar kita cinta tanah air,” sambung dia.

Lebih lanjut, Achsanul memastikan diri akan menonton film G30S/PKI kalau ada stasiun televisi yang menyiarkan.

"Itu Film Pembunuhan yang (mungkin) dibungkus pengkhianatan. Sejarah pengkhianatan hidup manusia itu sudah diingatkan dalam Hadis HR Muslim 2865. Untuk cermin bagi kita semua agar kita saling menghormati dalam menjalani hidup," pungkasnya.

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

UPDATE

Belajar dari Hanson, Sritex dan Duta Palma: Korporasi Terseret Korupsi Tak Harus Ikut Mati

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:05

Tiba-tiba Ramai Bicara Adab

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:00

Manuver Sony Sonjaya Pengaruhi Opini Publik

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:38

Satpam Didorong Jadi Garda Terdepan Pelayanan dan Keamanan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:32

Inggris Kalahkan Kroasia Lewat Drama Enam Gol

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:21

Pesan Khusus Kiai Suyuti Toha untuk Bangsa dan Negara

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:07

1945-1950: Kota Pengungsi, Kota Ketakutan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:02

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

Membaca Tomy Winata: Ketika Modal, Negara, dan Kekuasaan Belajar Bertahan

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:14

Kelompok Oposisi Cari Celah Bangun Narasi Pemerintah Tidak Kompeten

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:02

Selengkapnya