Berita

Putra Presiden Joko Widodo, Gibran Rakabuming Raka/Net

Suluh

Mulai Berhembus, Gibran Ancang-ancang Melaju Di 2024, Incar RI 2?

RABU, 23 SEPTEMBER 2020 | 13:55 WIB | OLEH: RUSLAN TAMBAK

Di politik, segala kemungkinan bisa terjadi. Kalau terpilih menjadi Walikota Solo, kemungkinan Gibran Rakabuming Raka akan ikut dalam Pilpres 2024 terbuka lebar.

Pilkada Solo 2020 bisa jadi batu loncatan bagi putra sulung Presiden Joko Widodo tersebut untuk mencapai puncak kariernya. Mengikuti jejak sang ayah, dari Solo menuju RI 1.

Apalagi, jarak antara pelaksanaan Pilkada 2020 dengan Pilpres 2024 cukup jauh, sehingga terbentang waktu yang cukup selama empat tahun untuk menaikan opopularitas Gibran.


Memang masih terlalu dini membaca peluang Gibran dipersiapkan Jokowi untuk maju di Pilpres 2024. Tapi kalau dipaksakan, siapa yang tahu.

Namun yang pasti, 2024 adalah waktu yang pas, pas secara politik. Yaitu saat kekuasaan masih berada di genggaman Jokowi. Kalau sudah pensiun, beda lagi, Gibran akan kedodoran.

Ingat, jabatan seorang Presiden sangat berpengaruh di negeri ini.

Berhembus kabar, Jokowi juga tidak ngotot ingin menjadikan sang putra jadi RI 1. Lebih realistis Gibran jadi RI 2 berpasangan dengan tokoh nasional.

Soal siapa tokoh nasional yang akan berpasangan dengan Gibran, informasi di kalangan terbatas, masih dipikir-pikirkan dan dipelajari Jokowi secara mendalam.

Tokoh nasional itu bisa yang ada di pemerintahan, atau di luar pemerintahan.

Lalu partai mana yang mengusung Mr. X dan Gibran nanti? Bisa PDI Perjuangan, atau partai lain. Dinamikanya masih sangat cair.

Kalau membuat partai sendiri, kelihatannya butuh waktu lama dan biayanya pasti mahal.

Misalnya tidak ada partai besar yang mengusung Gibran, inilah saatnya Jokowi mendukung pengurangan atau penghapusan ambang batas pencapresan atau presidential threshold, yang masih di angka 20 persen.

Artinya, kalau PT presiden sudah dihapus, maka setiap parpol peserta pemilu, bisa mengusung pasangan calon presiden dan wakil presiden.

Dengan demikian, peluang Gibran menuju Istana akan terbuka lebar.

Adapun tantangan Gibran di 2024, cukup berat. Karena kondisinya berbeda saat Jokowi maju di Pilpres 2014.

Apa itu, fenomena efek Jokowi atau Jokowi effect. Saat ini, Jokowi effect sudah berkurang.

Gibran pun dituntut harus bisa membuat kejutan, menciptakan Gibran effect.

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Kasus MBG Melebar, Tersangka Sebut 30 Tokoh Besar Terlibat

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:39

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

iPhone Raffi Ahmad Dikirim dari AS Tanpa Disebut dalam Dokumen

Selasa, 09 Juni 2026 | 00:01

UPDATE

Membaca Manuver Gibran Terima Mahasiswa Pendemo

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:23

Bamus Betawi Siapkan Program Strategis Menuju Lima Abad Jakarta

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:18

BEM Bersatu Ungkap Tiyo Ardianto Dekat dengan Jaringan PDIP dan Eks Timses Ganjar

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:08

Nasabah BRImo Bisa Beli Reksa Dana USD Batavia

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:04

BEM Bersatu: Mobil Tiyo Ardianto Diduga Milik Besan Andhika Perkasa

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:01

Tahun Baru Tanpa Kembang Api

Selasa, 16 Juni 2026 | 23:30

Haikal Hassan Dianugerahi Gelar Profesor Kehormatan dari Silla University Korsel

Selasa, 16 Juni 2026 | 23:14

Rp35 Triliun Anggaran MBG Berubah Jadi Sampah

Selasa, 16 Juni 2026 | 23:00

Kemensos Genjot Sentra Terpadu jadi Pusat Pemberdayaan Masyarakat

Selasa, 16 Juni 2026 | 22:57

Pola Kenaikan Tidak Biasa Kekayaan Menko Pangan Zulkifli Hasan

Selasa, 16 Juni 2026 | 22:43

Selengkapnya