Berita

Presiden Afrika Selatan, Cyril Ramaphosa/Net

Dunia

Cyril Ramaphosa Tuntut Peningkatkan Eksistensi Negara Afrika Di Dewan Keamanan PBB

RABU, 23 SEPTEMBER 2020 | 13:37 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Sebagai wilayah yang masih dilanda konflik, Afrika harus memiliki lebih banyak perwakilan di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Demikian seruan yang diajukan oleh Presiden Afrika Selatan, Cyril Ramaphosa sebagai Ketua Uni Afrika dalam pidato virtualnya di Sidang Majelis Umum PBB ke-75 pada Selasa (22/9).

"Hanya melalui Dewan Keamanan PBB yang direformasi dan inklusif kita akan dapat secara kolektif menyelesaikan beberapa konflik dunia yang paling berkepanjangan," ujarnya, seperti dikutip Anadolu Agency.


Dengan total 15 anggota, Dewan Keamanan PBB memiliki lima negara anggota permanen, di antaranya adalah Amerika Serikat, Inggris, Prancis, Rusia, dan China.

Afrika Selatan sendiri saat ini menjalani tahun keduanya sebagai salah satu dari 10 anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB.

“Pada peringatan 75 tahun PBB, kami mengulangi seruan kami untuk perwakilan yang lebih besar dari negara-negara Afrika di Dewan Keamanan, dan ini akan ditangani dengan urgensi di Negosiasi Antar Pemerintah," terangnya.

Dalam pidatonya, Ramaphosa juga menuntut PBB untuk mengakhiri prasangka dan intoleransi dalam segala bentuk di seluruh dunia.

“Ketidakadilan di mana pun merupakan ancaman bagi keadilan di mana-mana,” katanya, mengutip ikon hak-hak sipil AS Martin Luther King Jr.

Ia juga menyatakan dukungannya atas kemerdekaan negara Palestina dan seruan pencabutan embargo ekonomi atas Kuba.

Populer

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Modal Asing Keluar Rp7,71 Triliun, BI Catat Tekanan di SBN pada Pertengahan Januari 2026

Jumat, 16 Januari 2026 | 08:05

Dolar AS Menguat ke Level Tertinggi Enam Pekan

Jumat, 16 Januari 2026 | 07:56

Kejauhan Mengaitkan Isu Ijazah Jokowi dengan SBY–AHY

Jumat, 16 Januari 2026 | 07:48

RUU Perampasan Aset Jangan Jadi Alat Menyandera Lawan Politik

Jumat, 16 Januari 2026 | 07:40

Jenazah 32 Tentara Kuba Korban Serangan AS di Venezuela Dipulangkan

Jumat, 16 Januari 2026 | 07:33

Bursa Eropa: Efek Demam AI Sektor Teknologi Capai Level Tertinggi

Jumat, 16 Januari 2026 | 07:16

Emas Tak Lagi Memanas, Tertekan Data Tenaga Kerja AS dan Sikap Moderat Trump

Jumat, 16 Januari 2026 | 07:06

Wajah Ideal Desa 2045

Jumat, 16 Januari 2026 | 06:50

TPU Tegal Alur Tak Tersangkut Lahan Bersengketa

Jumat, 16 Januari 2026 | 06:23

Kemenkes Siapkan Rp1,2 Triliun untuk Robotik Medis

Jumat, 16 Januari 2026 | 06:04

Selengkapnya