Berita

Ilustrasi seseorang yang terkena influenza/Net

Kesehatan

Hati-hati! Kombinasi Flu Dan Covid-19 Tingkatkan Risiko Kematian

SELASA, 22 SEPTEMBER 2020 | 14:39 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Para ahli kesehatan mendesak agar semua orang mendapatkan vaksin infeluenza. Lantaran kombinasi antara flu dan Covid-19 akan meningkatkan risiko kematian secara signifikan.

Menurut wakil kepala medis Inggris, Prof. Jonathan van-Tam, "serangan ganda" dari flu dan Covid-19 meningkatkan risiko kematian hampir dua kali lipat.

"Seperti yang saya pahami, 43 persen orang dengan koinfeksi meninggal dengan 26,9 persen dari mereka yang dites positif hanya untuk Covid-19," ujar Van-Tam, seperti dimuat The Guardian.


Bukan hanya kematian, serangan dari flu dan Covid-19 juga akan meningkatkan pasien dengan gejala yang parah. Hal ini terlihat pada wabah virus corona antara Januari hingga April, di mana tingkat kematian Covid-19 di rumah sakit lebih tinggi sekitar 25 persen.

"Saya pikir perbedaan relatif dalam ukuran tarif tersebut yang lebih penting daripada tingkat absolut," sambungnya.

Direktur Medis Kesehatan Masyarakat Inggris, Prof. Yvonne Doyle mengatakan, angka kematian akibat flu setiap tahunnya mencapai 4 ribu hingga 22 ribu orang. Tahun lalu, 8 ribu orang di Inggris meninggal akibat flu.

"Hal terakhir yang benar-benar Anda inginkan adalah flu. Dan jika Anda merasa terserang flu atau Covid, tinggallah di rumah dan mengisolasi diri untuk melindungi diri sendiri tetapi juga orang lain," terang Doyle.

Meski begitu, ada beberapa bukti yang menunjukkan, virus kerap bersaing satu sama lain. Sehingga, mereka yang terkena flu sering kali memiliki risiko yang lebih kecil untuk tertular Covid-19.

"Jika Anda terkena keduanya, Anda berada dalam masalah serius, dan orang yang paling mungkin terkena kedua infeksi ini mungkin adalah orang yang paling tidak mampu dalam hal sistem kekebalan mereka sendiri, atau risiko mereka untuk hasil yang serius. Jadi tolong lindungi diri Anda dari flu, tahun ini," urainya.

Sejauh ini, pemerintah Inggris telah memberi 30 ribu dosis vaksin flu, lebih banyak dari sebelumnya. Mereka yang akan mendapatkan vaksin influenza adalah kelompok lansia di atas 65 tahun dan mereka yang memiliki kondisi medis.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Tertekan Lonjakan Minyak, Harga Emas Dunia Anjlok ke Level 4.254 Dolar AS

Senin, 28 September 2026 | 08:30

Iran Siap Hadapi "Perang Kiamat" dengan AS

Senin, 28 September 2026 | 08:12

Jalan Terbuka Bagi Dividen BEI: Proses Demutualisasi Masuki Tahap Pengkajian Saham

Senin, 28 September 2026 | 07:52

Halal Jangan Berhenti di Sertifikat

Senin, 28 September 2026 | 07:38

IAMI Lahir di Jakarta, Nasaruddin Umar Jadi Presiden Pertama

Senin, 28 September 2026 | 07:07

APH Harus Turun Tangan Tertibkan Tarif Parkir Tak Wajar

Senin, 28 September 2026 | 07:05

Kejagung Didesak Bongkar Mata Rantai Uang Chromebook

Senin, 28 September 2026 | 06:47

Pagar Nusa Kukuhkan 25 Kader Pasukan Inti di Taiwan

Senin, 28 September 2026 | 06:42

Indonesia Ikut Ajang WSC 2026 di Shanghai, Ini Manfaatnya

Senin, 28 September 2026 | 06:20

Ekosistem Logistik di Kawasan Timur Masih Penuh Tantangan

Senin, 28 September 2026 | 05:54

Selengkapnya