Berita

Menko Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan/Ist

Kesehatan

Menko Luhut: Setelah Vaksin Didapat, Kami Injeksikan Ke Seluruh Tenaga Medis

SABTU, 19 SEPTEMBER 2020 | 05:35 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Indonesia saat ini mengikuti Aliansi Global untuk Vaksin dan Imunisasi (GAVI) sehingga akan memperoleh akses vaksin sebesar 20 persen dari populasi atau sebanyak 52 juta dosis.

Selain itu, Indonesia telah mengamankan 390 juta dosis vaksin dari kerja sama dengan Tiongkok. Tidak hanya dengan Tiongkok, pemerintah melalui Kementerian Luar Negeri dan Kementerian BUMN juga sedang mematangkan kerja sama pengadaan vaksin dengan Korea Selatan dan Australia.

“Prioritas utama kita saat ini adalah petugas kesehatan. Ketika vaksin telah berhasil didapatkan, maka kita akan melakukan injeksi kepada seluruh petugas kesehatan di Indonesia. Jangan sampai ada lagi dokter atau perawat kita yang menjadi korban. Setelahnya, vaksin akan diberikan kepada daerah Jawa dan Bali sebagai sumber penularan Covid-19 tertinggi saat ini,” jelas Menko Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan dalam press conference secara virtual, Jumat (18/9).


Sampai vaksin berhasil didistribusikan, lanjut Menko Luhut, pemerintah akan terus mengendalikan penularan virus corona melalui pengetatan protokol kesehatan dengan didukung oleh BNPB, TNI AD, Polri, serta pemerintah daerah setempat.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala BNPB Doni Monardo menyayangkan masih ada beberapa masyarakat di Indonesia yang percaya bahwa mereka tidak akan tertular Covid-19.

“Masyarakat harus sadar bahwa virus Covid-19 merupakan virus berbahaya, utamanya bagi orang yang rentan. Oleh karena itu, kami mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk bekerja dan melakukan aktifitas dari rumah. Dengan itu kita bisa menyelamatkan 85% masyarakat di Indonesia,” jelasnya.

Untuk menertibkan perilaku menggunakan masker dan jaga jarak, Polri dan TNI AD sudah mulai melakukan operasi yustisi. Penindakan yang dilakukan baik secara teguran lisan, tulisan, kurungan, dan juga penutupan usaha. Operasi yang telah dilakukan berbentuk stasioner dan mobile.

Di mana dalam operasi stasioner, anggota gabungan Polri dan Satpol PP ditempatkan di daerah masing-masing untuk mengingatkan masyarakat agar patuh kepada protokol kesehatan yang telah dilakukan. Telah dibentuk pula tim pemburu pelanggar Covid-19 untuk melakukan operasi secara mobile.

“Sejak tanggal 14-17 September telah dilakukan penindakan dengan sasaran sebanyak 452.869 orang serta 30.495 tempat. Hasilnya berupa teguran lisan sebanyak 379.178, teguran tertulis 56.557, dan operasi pada 63 tempat wisata. Dan telah diberikan sanksi lainnya beserta denda bagi yang melanggar,” sambung Wakapolri Gatot Eddy Pramono dalam kesempatan yang sama.

Hadir dalam konferensi pers pengendalian Covid-19, antara lain Kepala BNPB Doni Monardo, Kepala Staf Angkatan Darat Andika Perkasa, dan Wakapolri Gatot Eddy Pramono.

Populer

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Harta Friderica Widyasari Pejabat Pengganti Ketua OJK Ditanding Suami Ibarat Langit dan Bumi

Senin, 02 Februari 2026 | 13:47

Kasus Hogi Minaya Dihentikan, Komisi Hukum DPR: Tak Penuhi Unsur Pidana

Rabu, 28 Januari 2026 | 17:07

Hologram di Ijazah UGM Jadi Kuncian Mati, Jokowi Nyerah Saja!

Senin, 26 Januari 2026 | 00:29

Wanita di Medan Terima Vonis 2 Tahun Usai Gunakan Data Orang Lain untuk Pengajuan Kredit

Jumat, 30 Januari 2026 | 16:50

Jokowi Butuh Perawatan Kesehatan Super Intensif

Jumat, 30 Januari 2026 | 00:41

Rektor UGM Bikin Bingung, Jokowi Lulus Dua Kali?

Rabu, 28 Januari 2026 | 22:51

UPDATE

PKB Merawat NU Tanpa Campuri Urusan Internal

Kamis, 05 Februari 2026 | 18:01

Polisi: 21 Karung Cacahan Uang di TPS Liar Terbitan BI

Kamis, 05 Februari 2026 | 17:56

Seskab: RI Belum Bayar Iuran Board of Peace, Sifatnya Tidak Wajib

Kamis, 05 Februari 2026 | 17:51

Ekonomi Jakarta Tumbuh Positif Sejalan Capaian Nasional

Kamis, 05 Februari 2026 | 17:46

Amdatara Gelar Rakernas Perkuat Industri Air Minum Berkelanjutan

Kamis, 05 Februari 2026 | 17:30

Mahfud Sebut Sejarah Polri Dipisah dari Kementerian Hankam karena Dikooptasi

Kamis, 05 Februari 2026 | 17:14

AHY Optimistis Ekonomi Indonesia Naik Kelas

Kamis, 05 Februari 2026 | 17:13

Gaya Komunikasi Yons Ebit Bisa Rusak Reputasi DPN Tani Merdeka

Kamis, 05 Februari 2026 | 17:08

Juda Agung Ngaku Mundur dari BI karena Ditunjuk Prabowo Jadi Wamenkeu

Kamis, 05 Februari 2026 | 17:05

Tragedi Anak di Ngada Bukti Kesenjangan Sosial Masih Lebar

Kamis, 05 Februari 2026 | 17:04

Selengkapnya