Berita

Menko Polhukam Mahfud MD/Net

Politik

Presiden PKS Sedih, Jokowi Dan Mahfud Tak Bisa Perbaiki Penegakan Hukum Di Indonesia

JUMAT, 18 SEPTEMBER 2020 | 10:51 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

Citra penegakan hukum di Indonesia buruk di mata masyarakat. Parahnya, Presiden Joko Widodo hingga Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD tak bisa memperbaikinya.

Presiden PKS Sohibul Iman mengapresiasi kejujuran yang disampaikan Menko Mahfud atas ketidakmampuan memperbaiki citra buruk tersebut. Namun di satu sisi, dia mengaku prihatin atas kenyataan yang diucap.

“Saya apresiasi keterusterangan Prof Mahfud MD, tapi saya sedih. Kalau Menko bilang dirinya dan Presiden Jokowi sudah tidak bisa berbuat apa-apa,” kata Sohibul melalui akun Twitternya @msi_sohibuliman, Jumat (18/9).


Lantas, dia bertanya jika Presiden dan Menko Polhukam saja tidak bisa, lalu siapa yang memperbaiki penegakan hukum.

“Pam Swakarsa?” tanya Sohibul.

Menkopolhukam Mahfud MD sempat mengatakan penegakan hukum terkesan jelek di mata masyarakat lantaran menganggap bakal diperas hingga ditangkap jika berurusan dengan penegakan hukum

Mahfud mengaku dirinya dan Presiden Joko Widodo (Jokowi) tak bisa melakukan apa-apa atas kondisi tersebut, kecuali para penegak hukum itu sendiri.

“Saya tidak bisa melakukan apa-apa, presiden tidak bisa melakukan apa-apa, karena semua punya batasan kewenangan. Karena itu perlunya pembinaan dan moralitas," kata Mahfud dalam keteranganya, Kamis (17/9).

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

UPDATE

Belajar dari Hanson, Sritex dan Duta Palma: Korporasi Terseret Korupsi Tak Harus Ikut Mati

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:05

Tiba-tiba Ramai Bicara Adab

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:00

Manuver Sony Sonjaya Pengaruhi Opini Publik

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:38

Satpam Didorong Jadi Garda Terdepan Pelayanan dan Keamanan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:32

Inggris Kalahkan Kroasia Lewat Drama Enam Gol

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:21

Pesan Khusus Kiai Suyuti Toha untuk Bangsa dan Negara

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:07

1945-1950: Kota Pengungsi, Kota Ketakutan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:02

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

Membaca Tomy Winata: Ketika Modal, Negara, dan Kekuasaan Belajar Bertahan

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:14

Kelompok Oposisi Cari Celah Bangun Narasi Pemerintah Tidak Kompeten

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:02

Selengkapnya