Berita

Menteri Keuangan Sri Mulyani/Net

Politik

Soal Centurygate-Jiwasrayagate, Adhie Massardi: Sri Mulyani Ngelindur Sampai Today

JUMAT, 18 SEPTEMBER 2020 | 07:55 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Keterkaitan Menteri Keuangan Sri Mulyani dengan kasus dana talangan untuk Bank Century pada tahun 2008 dan 2009 lalu kembali muncul ke permukaan menyusul keputusannya baru-baru ini menggelontorkan dana sebesar Rp 20 triliun untuk PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia (BPUI) dalam rangka menyelamatkan PT Asuransi Jiwasraya.

Adalah Sri Mulyani, dalam kapasitas sebagai Ketua Komite Stabilitas Sektor Keuangan (KSSK) ketika itu, yang merestui keputusan Gubernur Bank Indonesia ketika itu, Boediono, menggelontorkan dana talangan untuk Bank Century setelah diberi status sebagai "bank gagal yang berdampak sistemik".

Di tahun 2009, untuk mengusut megaskandal itu DPR RI membentuk Panitia Khusus. Menurut Sri Mulyani, Pansus Centurygate digunakan oleh lawan-lawan politiknya yang tidak senang dengan langkah-langkah yang dilakukannya di sektor pajak.


Kordinator Gerakan Indonesia Bersih (GIB) Adhie Massardi termasuk pihak yang melihat ada kemiripan modus antara skandal penyelematan Bank Century dengan Jiwasraya.

“Ngelindurnya sampai today,” begitu kata Adhie Massardi dalam akun Twitter pribadinya, Jumat (18/9).

Kicauan ini mengomentari sebuah artikel lama yang berjudul “Mengapa Sri Mulyani Ngember di Wall Street Journal”. Artikel itu ditulis wartawan senior Teguh Santosa sepuluh tahun lalu.

Sri Mulyani menuliskan perlawanannya terhadap Pansus Centurygate di harian Wall Street Journal edisi 10 Desember 2019.

Di dalam artikel itu, Sri Mulyani merasa dirinya bersama Boediono yang ketika itu sudah menjadi Wakil Presiden dijadikan objek penyelidikan skandal dana talangan yang dikucurkan antara November 2008 hingga Juli 2009 itu.

Sebagai Ketua KSSK, Sri Mulyani menyetujui usul yang disampaikan Gubernur Bank Indonesia untuk memberikan status “bank gagal yang berdampak sistemik” untuk Bank Century.

Kepada Wall Street Journal, Sri Mulyani mengatakan bahwa keputusan itu sudah sesuai dengan kewenangan yang mereka miliki. Dia juga mengatakan bahwa keputusan itu diambil untuk menyelamatkan industri perbankan dan perekonomian nasional di tengah krisis saat itu.

Artikel ini semakin menarik karena turut mengutip ucapan Sri Mulyani dalam wawancara dengan Wall Street Journal yang menunjuk hidung elite Golkar sebagai dalang kejatuhan dirinya.

Sri Mulyani terang-terangan menuding Ketua Umum Partai Golkar saat itu, Aburizal Bakrie, tidak suka pada dirinya. Sri Mulyani juga tidak berharap siapapun di Golkar akan bersikap baik pada dirinya.

Tudingan ini diduga berkaitan dengan penutupan perdagangan saham milik keluarga Bakrie, Bumi Resource, yang anjlok.

“Pernyataan Sri Mulyani ini jelas mengagetkan. Dia seakan membuka lebar-lebar pintu konfrontasi dengan pihak manapun yang menurutnya hendak menjadikan dirinya sebagai korban dari skandal ini,” demikian bunyi artikel tersebut.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

Jawab Tantangan Digital, Bawaslu Jadikan Kampus Laboratorium Demokrasi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 05:54

DPD Ungkap Pola Investor ‘Berjudi’ Properti di Bali, Beli Aset Lalu Jual Lagi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 05:24

Denny Indrayana Cs Debat Sengit dengan KPU soal Verifikasi Data Calon

Kamis, 01 Oktober 2026 | 04:50

Nakhoda KM Virgo Transport 8 Langsung Ditahan Penyidik

Kamis, 01 Oktober 2026 | 04:20

Digagas di Era Purbaya, Wacana Insentif Motor Listrik Masih Belum Jelas

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:59

Saksi Denny Indrayana Ungkap Tak Ada Bahasa Verifikasi Faktual Dokumen Capres-cawapres

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:34

Sjafrie Sematkan Tanda Kehormatan ke Tentara Jepang yang Bantu Atasi Karhutla

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:09

Kader PDIP Berpotensi Jabat Wapres Jika Gibran Didiskualifikasi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:55

TNI Hormati Kejagung Imbas Penetapan Kolonel Budi Tersangka Korupsi MBG

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:42

Kemenperin Dukung Impor KRL Bekas dari Jepang, Ini Alasannya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:18

Selengkapnya