Berita

CoronaVac buatan Sinovac dari China/Net

Kesehatan

Akhir Bulan Ini, China Uji Coba Vaksin Sinovac Pada Anak-anak

KAMIS, 17 SEPTEMBER 2020 | 12:33 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Pembuat vaksin asal China, Sinovac Biotech saat ini tengah bersiap untuk melakukan uji klinis vaksin Covid-19 eksperimennya pada anak-anak dan remaja.

Uji klinis pada kelompok tersebut direncanakan akan dilakukan pada akhir bulan ini, setelah uji klinis dengan orang dewasa sudah dalam tahap akhir.

Pengujian kepada semua kelompok dalam populasi sangat penting untuk melihat efektifitas dan keamanan vaksin Covid-19. Khususnya anak-anak dan remaja di beberapa negara saat ini mendapatkan tantangan karena harus mulai bersekolah tatap muka.


Dilaporkan Reuters pada Kamis (17/9), sudah ada 552 sukarelawan berusia antara tiga hingga 17 tahun yang akan berpartisipasi dalam uji klinis yang dimulai pada 28 September di Provinsi Hebei, China.

Mereka akan mendapatkan dua dosis CoronaVac dari SinoVax dalam uji coba gabungan Fase 1 dan Fase 2.

Jurubicara Sinovac mengatakan, regulator telah menyetujui uji coba tersebut.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut, sejauh ini, virus pada umumnya tidak begitu menyebabkan gejala parah pada anak-anak dibandingkan orang dewasa. Tetapi ada beberapa kasus anak-anak yang memerlukan perawatan intensif.

Di Amerika Serikat, ratusan anak dirawat di rumah sakit dengan sindrom peradangan yang parah, disertai gejala seperti demam, ruam, dan kelenjar bengkak.

Pada awal September, Sinovac mengatakan CoronaVac tampaknya aman dan mampu menginduksi antibodi untuk orang tua. Tetapi tingkat antibodi yang dihasilkan vaksin sedikit lebih rendah daripada yang terlihat pada orang dewasa yang lebih muda.

China sendiri telah menginokulasi setidaknya puluhan ribu warganya dengan vaksin virus korona eksperimental. Meski begitu, para ahli mengkhawatirkan keamanan obat yang belum menyelesaikan pengujian standar.

Sebagai bagian dari program, CoronaVac, yang diuji coba tahap akhir dalam skala besar di Brasil, Indonesia, dan Turki, telah diberikan kepada sekitar 90 persen karyawan perusahaan dan keluarganya.

Populer

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Jokowi Masih Berperilaku seperti Penguasa RI

Senin, 10 Agustus 2026 | 03:00

UPDATE

Prabowonomics dalam Desain APBN 2027

Kamis, 20 Agustus 2026 | 04:17

BRI KKB National Expo 2026 Hadir di 131 Lokasi dan Torehkan Rekor MURI

Kamis, 20 Agustus 2026 | 03:48

Sikap Amien Rais Makin Plinplan dan Mirip Sengkuni

Kamis, 20 Agustus 2026 | 03:14

PBB Dorong PT Timah Serap Hasil Timah Masyarakat Bangka Belitung

Kamis, 20 Agustus 2026 | 02:45

Truk Karnaval Kementerian PU Hadirkan Pesan Gotong Royong dan Kerja Nyata

Kamis, 20 Agustus 2026 | 02:16

Pernyataan Agus Burate soal 5 WN China di Tambang Emas Dibantah Keluarga

Kamis, 20 Agustus 2026 | 01:42

Jalan Harmoni, Potret Toleransi di Jantung George Town

Kamis, 20 Agustus 2026 | 01:37

Sindikat Meterai Palsu yang Bikin Negara Boncos Rp1 Triliun Dibongkar Polisi

Kamis, 20 Agustus 2026 | 01:21

Komisi V DPR Usul Kapal Penumpang dan Pengangkut Barang Dipisah

Kamis, 20 Agustus 2026 | 00:59

Jampidsus Diminta Terbitkan Sprindik Baru Kasus Jiwasraya dan Asabri

Kamis, 20 Agustus 2026 | 00:35

Selengkapnya