Berita

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan DPP Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra/Repro

Politik

Demokrat: Pihak Yang Beda Pandangan Dengan Pemerintah Sering Dicap Ingin Tumbangkan Pemerintah

KAMIS, 17 SEPTEMBER 2020 | 03:54 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Entah karena faktor campur tangan buzzer politik atau influencer, patut disayangkan apabila ada pihak yang berbeda pendapat dengan pemerintah dianggap musuh negara lantaran ingin melakukan subordinasi menggulung rezim Joko Widodo (Jokowi).

Padahal, stigmatisasi demikian sangat tidak baik untuk demokrasi di Indonesia.

Demikian disampaikan Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan DPP Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra saat mengisi webinar Proklamasi Demokrasi Forum seri-ke 4 (PDF-4) DPP Partai Demokrat bertajuk "Menjaga Demokrasi Kita Di Masa Pandemi" pada Rabu malam (16/9).


"Sangat disayangkan entah ada pengaruh buzzer, influencer atau siapapun yang memgang kendali opini publik ya baik di medsos, setiap ada pihak yang berseberangan dengan pemerintah atau berbeda pendapat atau memberikan masukan kepada pemerintah seolah dianggap ingin menumbang pemerintahan yang sah," sesal Herzaky. 

"Ini sebenarnya sebagai suatu stigma yang sangat-sangat jelek sekali, tidak bagus dan tidak baik untuk demokrasi kita," imbuhnya menegaskan.

Menurutnya, labeling semacam ini menjadi salah satu masalah utama dalam demokrasi di tanah air. Di mana ruang untuk berdemokrasi atau pihak yang berbeda pendapat bahkan memberi masukan ke penguasa langsung dicap tidak cinta bangsa Indonesia. 

"Bukan lagi untuk mencapai memberikan yang terbaik bagi masyarakat, bangsa dan negara. Lebih pada dimaknai sebagai pertarungan antara dua pihak antara yang patriot atau tidak patriot, yang cinta bangsa dengan yang anti pada negara ini," ucapnya.

"Seakan-akan kalau misalnya kita berdiri di satu pihak yang berbeda pandangan seringkali dicap sebagai pihak yang tidak cinta dengan negara ini atau berkhianat. Ini adalah labeling yang sangat buruk sekali," sambungnya.

"Agak ngeri juga kalo setiap anak bangsa dikit-dikit masalahnya menggulingkan negara ini takut juga kita ini, kita ini bukan Suriah kok, kita ini Indonesia," kata Herzaky lagi.

Selain Herzaky, narasumber lain dalam webinar tersebut antara lain Aktivis Demokrasi sekaligus Pemred The Jakarta Post Nezar Patria, Pemred Jawapos.com Dhimas Ginanjar Satria Perdana, dan anggota Komisi II DPR RI Fraksi Demokrat Mohammad Muraz.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Kubu Jokowi Babak Belur Hadapi Kasus Ijazah

Kamis, 01 Januari 2026 | 03:29

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Kesiapan Listrik dan Personel Siaga PLN Diapresiasi Warga

Sabtu, 10 Januari 2026 | 21:51

Megawati Minta Kader Gotong-Royong Bantu Sumatera

Sabtu, 10 Januari 2026 | 21:35

Muannas Peringatkan Pandji: Ibadah Salat Bukan Bahan Lelucon

Sabtu, 10 Januari 2026 | 21:28

Saksi Cabut dan Luruskan Keterangan Terkait Peran Tian Bahtiar

Sabtu, 10 Januari 2026 | 20:53

Rocky Gerung: Bagi Megawati Kemanusiaan Lebih Penting

Sabtu, 10 Januari 2026 | 20:40

Presiden Jerman: Kebijakan Trump Merusak Tatanan Dunia

Sabtu, 10 Januari 2026 | 19:53

Ostrakisme Demokrasi Athena Kuno: Kekuasaan Rakyat Tak Terbatas

Sabtu, 10 Januari 2026 | 19:31

Megawati Resmikan Pendirian Kantor Megawati Institute

Sabtu, 10 Januari 2026 | 18:53

Khamenei Peringatkan Trump: Penguasa Arogan Akan Digulingkan

Sabtu, 10 Januari 2026 | 18:06

NST 2026 Perkuat Seleksi Nasional SMA Kemala Taruna Bhayangkara

Sabtu, 10 Januari 2026 | 17:36

Selengkapnya