Berita

Arief Poyuono/Net

Politik

Namanya Tidak Ada Di Daftar Pengurus Gerindra, Arief Poyuono: Saya Sudah Lama Di Situ, Harus Ganti Baru

RABU, 16 SEPTEMBER 2020 | 16:41 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

Arief Poyuono mengaku sampai saat ini belum mengetahui apakah dirinya kembali menjabat atau tidak dalam kepengurusan Partai Gerindra periode 2020-2025.

Sejauh ini, draf kepengurusan yang baru sesuai hasil Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Gerindra tahun 2020 telah rampung disusun. Namun, nama-namanya belum diumumkan.

Yang baru diumumkan ke publik, duet Prabowo Subianto dan Ahmad Muzani akan tetap menjabat ketua umum dan sekjen.


"Saya belum tahu sampai hari ini. Belum ada surat pemberhentian atau penugasan lagi," kata Arief Poyuono yang menjabat Wakil Ketua Umum Partai Gerindra periode lalu, Rabu (16/9).

"Kalaupun tidak diberikan jabatan lagi, saya kan sudah lama juga di situ, dari 2008 sampai sekarang, artinya harus ganti baru," kata Arief Poyuono menambahkan.

Namun yang pasti menurutnya, dia akan tetap memimpin gerakan buruh yang tergabung dalam Federasi Serikat Pekerja BUMN Bersatu yang saat ini menjadi tulang punggung negara dalam memutar roda perekonomian.

"Selama ini gerakan buruh hanya dijadikan dagangan politik oleh para elit buruh untuk mendapat keuntungan ekonomi atau jabatan di dalam pemerintahan. Tapi nasib buruh tidak berubah malah semakin buruk. Apalagi dimasa wabah corona ini," tegas Arief Poyuono.

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

UPDATE

Belajar dari Hanson, Sritex dan Duta Palma: Korporasi Terseret Korupsi Tak Harus Ikut Mati

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:05

Tiba-tiba Ramai Bicara Adab

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:00

Manuver Sony Sonjaya Pengaruhi Opini Publik

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:38

Satpam Didorong Jadi Garda Terdepan Pelayanan dan Keamanan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:32

Inggris Kalahkan Kroasia Lewat Drama Enam Gol

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:21

Pesan Khusus Kiai Suyuti Toha untuk Bangsa dan Negara

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:07

1945-1950: Kota Pengungsi, Kota Ketakutan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:02

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

Membaca Tomy Winata: Ketika Modal, Negara, dan Kekuasaan Belajar Bertahan

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:14

Kelompok Oposisi Cari Celah Bangun Narasi Pemerintah Tidak Kompeten

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:02

Selengkapnya