Berita

Olly Dondokambey-Steven Kandouw naik sepeda menuju KPU Sulut/Net

Nusantara

PILKADA SULUT

Olly-Steven Tidak Mau Anggap Remeh Lawan Meski Survei Menang Telak

SENIN, 14 SEPTEMBER 2020 | 09:43 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

Elektabilitas pasangan calon Olly Dondokambey-Steven Kandouw mengungguli dua paslon lain pada Pilkada Sulawesi Utara tahun 2020.

Berdasarkan hasil survei Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA, elektabilitas Olly-Steven mencapai 68,1 persen. Sementara elektabilitas Christiany Eugenia Paruntu-Sehan Salim Landjar (Cep-Sehan) sebesar 16,9 persen, dan Vonny A. Panambunan-Hendry Runtuwene (VAP-Hendry) sebanyak 7,2 persen.

Menurut Olly, hasil survei itu merupakan apresiasi masyarakat atas kinerjanya dan Steven selama memimpin Sulut.


"Survei yang memperlihatkan tingginya dukungan masyarakat merupakan indikasi kalau kerja kami memang diapresiasi masyarakat Sulut," kata Olly dalam keterangannya, Senin (14/9).

Bendahara Umum DPP PDI Perjuangan (PDIP) tersebut menegaskan, sejak dipercaya masyarakat sejak 2015, prinsip utama yang dijalankan yakni terus bekerja.

"Prinsip saya dan Steven adalah kerja, kerja, kerja. Kami bukan mencari popularitas atau elektabilitas. Kami inginkan selalu agar bagaimana membawa Sulut menjadi lebih hebat dan lebih maju," ungkap Olly.

Menurut mantan anggota DPR itu, pemungutan suara Pilkada Sulut akan digelar pada 9 Desember 2020. Dia menganggap dua paslon lain juga hebat. Karena itu, Olly tidak mau bersikap jemawa.

"Jalan masih panjang. Kita tak boleh takabur. Kita anggap semua lawan itu hebat," ucap Olly.

Survei LSI bertema "Tiga Bulan Jelang Pilkada Sulut, Kekuatan Para Kandidat di Enam Kantong Pemilih Penting, Sebelum Masa Kampanye" digelar pada 22-29 Agustus 2020. Jumlah responden sebanyak 800 orang. Survei dilakukan di seluruh kabupaten/kota di Sulut dengan metode multistage random samping. Wawancara dilakukan secara tatap muka dengan menggunakan kuesioner. Margin of error survei 3,5 persen.

Selain survei, LSI Denny JA juga melakukan riset kualitatif dengan metode FGD, analisis media, dan indepth interview untuk memperkaya analisa survei.

"Dengan unggul di atas 40 persen, maka pasangan Olly-Steven berpeluang menang," kata peneliti LSI Denny JA, Ikrama Masloman.

Keunggulan pasangan Olly-Steven terhadap CEP-Sehan dan VAP-Hendry didasari oleh keunggulan pada kantong-kantong pemilih penting. Kantong pertama yang penting adalah pemilih kaum perempuan dan berprofesi sebagai ibu rumah tangga. Pada pemilih perempuan, Olly-Steven unggul sebesar 69 persen, CEP-Sehan 13 persen, dan VAP-Hendry 10 persen. Sementara di kalangan ibu rumah tangga, elektabilitas Olly-Steven mencapai 71 persen, CEP-Sehan 13,6 persen, dan VAP-Hendry 7,7 persen.

Kantong kedua yakni pemilih protestan. Basis pemilih populasi ini paling besar (64 persen). Dalam pertarungan yang mengikutsertakan tiga kontestan, perebutan segmen ini menjadi penting. Survei LSI menunjukkan bahwa Olly-Steven masih unggul di kantong pemilih protestan. Dukungan terhadap Olly-Steven pada segmen pemilih ini mencapai 69,5 persen, CEP-Sehan 12 persen, dan VAP-Hendry 11,2 persen.

Kantong ketiga adalah pemilih muslim. Basis pemilih pada populasi ini mencapai 30,4 persen. Meski satu dari tiga kandidat memiliki pasangan beragama muslim, tetapi potret elektabilitas pemilih muslim cenderung tidak terasosiasi secara linier. Survei LSI menunjukkan bahwa Olly-Steven masih unggul di kantong pemilih beragama Islam. Dukungan terhadap Olly-Steven pada segmen pemilih ini mencapai 67,6 persen, CEP-Sehan 19 persen, dan VAP-Hendry 5,5 persen.

"Di kantong pemilih milenial, Olly-Steven juga unggul, yakni mencapai 70,3 persen, CEP-Sehan 15,6 persen, dan VAP-Hendry sebesar 5,5 persen," ujar Ikrama.

Kemudian untuk pemilih kaum terpelajar dengan populasi pemilih sebesar 11,9 persen, Olly Steven juga tetap unggul. Dukungan terhadap Olly-Steven mencapai 69 persen, CEP-Sehan 9,9 persen, dan VAP-Hendry 9,9 persen. Keunggulan Olly-Steven juga terjadi di kalangan etnis Minahasa, Sangir/Sangihe, dan Bolaang Mongondouw, di mana basis pemilihnya mencapai 77,3 persen. Pasangan Olly-Steven mencapai 68,3 persen, CEP-Sehan 13,7 persen, dan VAP-Hendry 10,3 persen. Dari enam kantong pemilih itu, Olly-Steven unggul semua.

Olly juga meraih tingkat popularitas dan kesukaan tertinggi. Olly dikenal oleh 90,8 persen dan disukai sebesar 90,1 persen. CEP dikenal sebesar 71 persen dengan tingkat kesukaan sebesar 68,8 persen, dan VAP dikenal sebesar 63,7 persen dengan tingkat kesukaan sebesar 68,8 persen. Tingkat kepuasan terhadap kinerja Olly-Steven sebagai petahana sebesar 89,5 persen.

"Pemilihan masih sekitar tiga bulan lagi, sehingga masih ada peluang masing-masing kandidat untuk menarik simpati. Namun, jika tidak ada kejadian luar biasa, dukungan terhadap petahana tidak akan berubah signifikan," kata Ikrama Masloman.

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

UPDATE

Belajar dari Hanson, Sritex dan Duta Palma: Korporasi Terseret Korupsi Tak Harus Ikut Mati

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:05

Tiba-tiba Ramai Bicara Adab

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:00

Manuver Sony Sonjaya Pengaruhi Opini Publik

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:38

Satpam Didorong Jadi Garda Terdepan Pelayanan dan Keamanan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:32

Inggris Kalahkan Kroasia Lewat Drama Enam Gol

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:21

Pesan Khusus Kiai Suyuti Toha untuk Bangsa dan Negara

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:07

1945-1950: Kota Pengungsi, Kota Ketakutan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:02

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

Membaca Tomy Winata: Ketika Modal, Negara, dan Kekuasaan Belajar Bertahan

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:14

Kelompok Oposisi Cari Celah Bangun Narasi Pemerintah Tidak Kompeten

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:02

Selengkapnya