Berita

Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO), Dedi Kurnia Syah/Net

Politik

Disayangkan, Pusat Seolah Selalu Kontra Terhadap Gubernur Anies

SABTU, 12 SEPTEMBER 2020 | 10:03 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

Menjadi polemiknya kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) total yang kembali diambil oleh Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan membuktikan adanya disharmoni kepentingan.

Begitu pandangan Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO), Dedi Kurnia Syah aat dihubungi Kantor Berita Politik RMOL, Sabtu (12/9).

"Sekaligus menunjukkan buruknya komunikasi antar mereka," tekan Dedi menambahkan.


Dijelaskan, memang secara khusus PSBB mengacu pada persetujuan Kementerian Kesehatan, namun daerah juga memiliki kewenangan untuk melakukan diskresi terutama dalam hal kebutuhan mendesak.

"Bahkan Gugus Tugas pernah memberikan hak pada daerah untuk memutuskan, dan hal semacam inilah yang tidak terkoordinasi dengan baik, maka muncul polemik itu," tukas Dedi.

Namun di luar itu, sambung dia, pemerintah pusat seolah selalu menampakkan sikap kontra terhadap Gubernur Anies, tetapi tidak pada gubernur daerah lain.

"Ini sangat disayangkan karena tendensinya tentu politis," demikian Dedi Kurnia Syah.

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

UPDATE

Belajar dari Hanson, Sritex dan Duta Palma: Korporasi Terseret Korupsi Tak Harus Ikut Mati

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:05

Tiba-tiba Ramai Bicara Adab

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:00

Manuver Sony Sonjaya Pengaruhi Opini Publik

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:38

Satpam Didorong Jadi Garda Terdepan Pelayanan dan Keamanan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:32

Inggris Kalahkan Kroasia Lewat Drama Enam Gol

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:21

Pesan Khusus Kiai Suyuti Toha untuk Bangsa dan Negara

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:07

1945-1950: Kota Pengungsi, Kota Ketakutan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:02

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

Membaca Tomy Winata: Ketika Modal, Negara, dan Kekuasaan Belajar Bertahan

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:14

Kelompok Oposisi Cari Celah Bangun Narasi Pemerintah Tidak Kompeten

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:02

Selengkapnya