Berita

Wakapolri Komjen Gatot Eddy Prabowo saat meninjau Stasiun Tanah Abang, Jakarta Pusat, Jumat (11/9)/Net

Presisi

Satgas Penegak Disiplin Protokol Kesehatan Akan Dibuat Berbasis Komunitas

JUMAT, 11 SEPTEMBER 2020 | 14:55 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

Satgas Pendisiplinan Protokol Kesehatan akan disiagakan di tempat umum seperti, terminal, pasar hingga stasiun. Tujuannya untuk menekan laju sekaligus memutus rantai penularan Covid-19 yang bersamaan dengan Operasi Yustisi.

Nantinya, di semua klaster yang rawan penyebaran Covid-19 akan ada penegak disiplinnya.

Penegasan itu disampaikan langsung Wakapolri Komjen Gatot Eddy Prabowo saat meninjau Stasiun Tanah Abang, Jakarta Pusat, Jumat (11/9).


Gatot menjelaskan, Satgas Penegakan Disiplin Protokol Kesehatan akan membuat penegak disiplin internal atau penegak disiplin berbasis komunitas.

“Tentunya nanti di masing-masing klaster personelnya akan disesuaikan. Jika hanya mengandalkan penegak disiplin Polri, TNI dan Satpol PP yang bergerak, tidak jarang di lapangan ketika tim ini datang, maka masyarakat tertib namun ketika tim ini pergi akan berubah lagi,” ujarnya.

Gatot menambahkan, khusus di Stasiun Tanah Abang, terdapat 20 orang lebih yang termasuk dalam tim penegak disiplin.

Nantinya, tim penegak disiplin protokol kesehatan itu akan dilihat efektivitasnya oleh TNI-Polri dan Satpol PP, secara berkala.

“Mana yang belum tertib dan di situlah akan ditertibkan. Dalam satu minggu ke depan akan dilakukan launching Operasi Yustisi dengan sasaran masker, sifatnya operasi simpatik. Ketika ada yang tidak memakai masker akan dilakukan peneguran. Tim terdiri dari Polri, TNI, Satpol PP, Kejaksaan dan Pengadilan,” demikian Gatot.

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

UPDATE

Belajar dari Hanson, Sritex dan Duta Palma: Korporasi Terseret Korupsi Tak Harus Ikut Mati

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:05

Tiba-tiba Ramai Bicara Adab

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:00

Manuver Sony Sonjaya Pengaruhi Opini Publik

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:38

Satpam Didorong Jadi Garda Terdepan Pelayanan dan Keamanan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:32

Inggris Kalahkan Kroasia Lewat Drama Enam Gol

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:21

Pesan Khusus Kiai Suyuti Toha untuk Bangsa dan Negara

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:07

1945-1950: Kota Pengungsi, Kota Ketakutan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:02

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

Membaca Tomy Winata: Ketika Modal, Negara, dan Kekuasaan Belajar Bertahan

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:14

Kelompok Oposisi Cari Celah Bangun Narasi Pemerintah Tidak Kompeten

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:02

Selengkapnya