Berita

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan bersama Presiden RI Joko Widodo/Net

Suluh

Jangan-jangan Jokowi Masih Gengsi Adopsi Cara Anies

JUMAT, 11 SEPTEMBER 2020 | 11:16 WIB | OLEH: RUSLAN TAMBAK

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mantap akan kembali mengambil kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) total.

Kebijakan itu diambil mengingat kasus dan angka kematian Covid-19 di ibukota semakin hari semakin bertambah.

Pemberlakuan PSBB di Jakarta akan dimulai pada Senin, 14 September 2020 mendatang.


Kebijakan yang diambil Anies Baswedan ini tidak lagi mendapat intervesi dari pemerintah pusat, seperti sebelumya yang pernah terjadi di awal pandemi Covid-19.

Namun sisi lain, kemarin, Presiden Joko Widodo mendorong agar daerah lebih mengedepankan untuk pembatasan secara mikro dan lingkup komunitas kecil, bukan PSBB lagi.

Pembatasan secara mikro dan lingkup komunitas kecil, misalnya di lingkungan RT, RW atau desa.

Menurut Kepale Negara, ini lebih efektif karena tidak semua wilayah dalam satu kabupaten/kota atau provinsi itu semua zona merah, sebab ada zona hijau.

Sikap Anies dan Jokowi yang dinilai tidak satu suara ini membuat publik bertanya-tanya.

Apakah tidak ada komunikasi antara pusat dengan daerah? Atau tidak ada kajian yang komprehensif menanganai Covid-19 setelah gagal menjalankan new normal/adaptasi baru, khususnya di ibukota?

Karena belum atau tidak ada jawaban ke publik, lalu muncul asumsi liar di masyarakat. Pusat dan daerah dinilai tidak kompak atasi corona.

Ada juga yang menilai, pusat gengsi mengadopsi saran daerah termasuk dari pihak luar pemerintah.

Pemerintah pusat jangan emoh dan terkesan gengsi. Dalam situasi darurat saat ini, dibutuhkan kepemimpinan yang berani ambil risiko.

Memang memalukan jika alasannya adalah gengsi-gengsian.

Apalagi pada pekan lalu, Jokowi sudah siuman. Tekan politisi PDIP itu, penaganan corona harus lebih mengutamakan kesehatan dibanding ekonomi.

Harusnya, semua pihak menurunkan ego masing-masing, lalu bekerjasama mengatasi penyebaran virus corona, termasuk dampaknya, ekonomi dan sosial.

Jokowi dan Anies bukan berlawanan. Mereka adalah sahabat dan tim dalam menyelematkan rakyat. Artinya, harus satu suara dan langkah melawan corona.

Dikhawatirkan, kalau pusat dan daerah kerap bertabrakan sepert ini, pemerintah akan kehilangan kepercayaan.

Dan yang pasti, rakyat yang rugi.

Populer

Rumah Bersejarah di Menteng Berubah Wujud

Sabtu, 07 Maret 2026 | 22:49

Pengacara Terkenal yang Menyita Perhatian Publik

Minggu, 08 Maret 2026 | 11:44

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Anggaran Pendidikan Diperebutkan, Sistemnya Tak Pernah Dibereskan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 07:48

Siapa Berbohong, Fadia Arafiq atau Ahmad Luthfi?

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:42

Bangsa Tak Akan Maju Tanpa Makzulkan Gibran dan Adili Jokowi

Senin, 09 Maret 2026 | 00:13

Prabowo Berpeluang Digeruduk Demo Besar Usai Lebaran

Rabu, 11 Maret 2026 | 06:46

UPDATE

Bareskrim Bongkar Tempat Jual Beli Ekstasi di Tempat Hiburan Malam

Rabu, 18 Maret 2026 | 03:59

Ekonom Sambut Baik Kerja Sama RI-Jepang soal Energi Hijau

Rabu, 18 Maret 2026 | 03:45

NKRI di Persimpangan Jalan

Rabu, 18 Maret 2026 | 03:13

Legislator Kebon Sirih Bareng Walkot Jakbar Sidak Terminal Kalideres

Rabu, 18 Maret 2026 | 02:50

Menhan: Masyarakat Harus Benar-benar Merasakan Kehadiran TNI

Rabu, 18 Maret 2026 | 02:25

RI Siapkan Tameng Hadapi Investigasi Dagang AS

Rabu, 18 Maret 2026 | 02:08

Kemenhub Tegaskan Penerbangan ke Luar Negeri Tetap Beroperasi

Rabu, 18 Maret 2026 | 01:50

Teheran Diserang Lagi, Israel Klaim Bunuh Dua Pejabat Tinggi Iran

Rabu, 18 Maret 2026 | 01:30

Sopir Taksi Daring Lapor Polisi Usai Dituduh Curi Akun Mobile Legend

Rabu, 18 Maret 2026 | 01:10

BI Beri Sinyal Tidak Akan Pangkas Suku Bunga Imbas Gejolak Global

Rabu, 18 Maret 2026 | 00:50

Selengkapnya