Berita

Koordinator Gerakan Indonesia Bersih (GIB) Adhie Massardi/Net

Politik

Adhie Massardi: Jika 1 Dolar AS Sudah Rp 10 Ribu Berarti Kita Punya Presiden Yang Benar

JUMAT, 11 SEPTEMBER 2020 | 08:55 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Pernyataan Presiden Joko Widodo yang mencla-mencle mendapat sorotan tajam dari banyak kalangan. Utamanya saat mantan walikota Solo itu mengatakan bahwa penanganan virus corona menjadi yang utama.

Pernyataan ini seolah berbanding terbalik dengan kenyataan yang ada. Di mana saat Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengejawantahkan pernyataan Jokowi lewat penerapan kembali Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), para menteri justru ramai mengkritik.

Tokoh nasional DR. Rizal Ramli bahkan bertanya-tanya, sebenarnya Jokowi adalah seorang presiden atau bukan.

“Kok menteri-menterinya bisa menggergaji arahannya?” tanya Rizal Ramli dalam akun Twitter pribadi beberapa waktu lalu.

Kicauan ini pun mendapat tanggapan dari Koordinator Gerakan Indonesia Bersih (GIB) Adhie Massardi. Dia tidak berkomentar banyak, hanya memberi indikator cara menilai kehadiran presiden yang baik.

Salah satunya dengan membuka kembali catatan janji Jokowi di pilpres, baik 2014 maupun 2019. Saat itu, Jokowi berjanji akan memperkuat nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.

“Jadi bagi para pencatat janji kampanye pilpres indikator kepresidenan itu sederhana saja. Jika 1 dolar AS sudah = Rp 10.000 artinya kita sudah punya presiden yang baik dan benar,” terangnya.

Namun kenyataannya, kini nilai 1 dolar AS hampir menembus Rp 15 ribu.

Populer

Syahganda Ditangkap, Iwan Sumule: Jika Gatot Nurmantyo Tidak Mau Tanggung Jawab, ProDEM Yang Ambil Alih

Selasa, 13 Oktober 2020 | 14:57

Ini Kicauan-Kicauan Syahganda Nainggolan Sebelum Ditangkap Subuh Tadi

Selasa, 13 Oktober 2020 | 08:19

Gatot Nurmantyo: UU Cipta Kerja Tujuannya Sangat Mulia Untuk Investasi Dan Perputaran Roda Ekonomi

Kamis, 15 Oktober 2020 | 18:35

Tak Takut Ditangkap, Gatot Nurmantyo: Saya Bukan Sombong, Tetapi Harus Menjaga Marwah Prajurit TNI

Rabu, 21 Oktober 2020 | 13:21

Pengamat: Ke Mana Demokrat-PKS-KAMI Pasca Demo, Kok Yang Muncul Gerindra?

Senin, 19 Oktober 2020 | 20:52

Ahmad Yani Mau Dijemput Polisi

Selasa, 20 Oktober 2020 | 09:43

Lepaskan Syahganda Dan Jumhur, Atau KAMI Jadi Macan Dewasa Yang Membahayakan Rezim

Selasa, 13 Oktober 2020 | 19:10

UPDATE

Pemprov Jawa Barat Masih Kaji Sanksi Bagi Penolak Vaksi Covid-19

Jumat, 23 Oktober 2020 | 02:52

600 Marinir Satgas Unras Kembali Ke Lampung

Jumat, 23 Oktober 2020 | 02:38

Bamsoet: Jangan Terburu-buru Pakai Vaksin Covid-19 Sebelum Teruji Klinis Dan Halal

Jumat, 23 Oktober 2020 | 02:27

SMART Luncurkan Call Center Untuk Pilkada Tangsel Bersih Dari Pelanggaran

Jumat, 23 Oktober 2020 | 01:54

Fadli Zon: Dari Pada Impor, Saya Pilih Vaksi Merah Putih

Jumat, 23 Oktober 2020 | 01:25

Adhie Massardi: Sepanjang Tidak Independen, Indonesia Akan Susah Netral Dalam Politik Internasional

Jumat, 23 Oktober 2020 | 00:50

Perkiraan Ridwan Kamil: Covid-19 Akan Berakhir Pada Tahun 2022

Jumat, 23 Oktober 2020 | 00:31

UU Cipta Kerja, Strategi Pemerintah Hadapi Bonus Demografi

Jumat, 23 Oktober 2020 | 00:16

AMPG Lampung Rayakan HUT Ke-56 Partai Golkar Dengan Donor Darah

Kamis, 22 Oktober 2020 | 23:55

Cegah Klaster Baru Covid-19, Polda Banten Lakukan Penyekatan Objek Wisata

Kamis, 22 Oktober 2020 | 23:28

Selengkapnya