Berita

Anggota Komisi V DPR RI, Jimmy Demianus Ijie/Net

Politik

Jimmy Demianus: Proses Lelang Proyek Pembangunan Di Papua Jangan Berbelit

JUMAT, 11 SEPTEMBER 2020 | 07:28 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Proses pembangunan infrastruktur di Papua Barat harus dapat dipercepat. Artinya sejumlah proses yang berkaitan dengan lelang tidak perlu berbelit dan harus dipermudah secara persyaratan.

Begitu harapan anggota Komisi V DPR RI, Jimmy Demianus Ijie kepada wartawan, Jumat (11/9).

"Maka proses pelelangan jangan berbelit-belit. Kalau kurang-kurang dikit (persyaratannya) harus ditolerir lah pak, jangan terlalu dipersulit," katanya.


Mempercepat pembangunan di Papua, khususnya Papua Barat, menurutnya harus dipercepat karena adanya tanggung jawab ideologis bahwa negara telah hadir.

"Pembangunan ini bisa menjadi bukti, bahwa ini loh negara hadir, dengan ada pembangunan ini dan pembangunan itu. Jadi jangan karena alasan-alasan teknis menjadi diperlambat,"katanya.

Selain itu, politisi PDIP Perjuangan ini juga menekankan bahwa pembangunan di Papua jangan sampai meminggirkan peran orang asli Papua, terutama terkait proses tender.

Apalagi selama ini, pemenang tender pembangunan di Papua Barat mayoritas adalah mereka yang tidak tinggal di Papua.

"Saya tahu pemenang tender di Papua Barat kebanyakan dari luar Papua. Bahkan mereka juga tidak punya kantor di Papua. Enak sekali, pajaknya dibayar di luar Papua, sedangkan Papua hanya menjadi tempat mencari duit saja,"katanya.

Kondisi terpinggirkannya orang Papua dalam pembangunan itu sangat disayangkan, karena menurut Jimmy, pembangunan infrastruktur bertujuan memperkuat persatuan, hususnya untuk Papua.

"Kita tidak peduli, yang penting Papua harus tetap menjadi bagian dari NKRI, melalui pembangunan infrastruktur yang nyata. Maka mari kita bangun Papua dengan infrastruktur yang baik, yang penting jangan jadikan Papua sebagai tujuan rente," katanya.

Populer

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Upaya Makar Geng Solo

Sabtu, 07 November 2026 | 05:07

Panglima TNI Bantah Seskab Teddy Diperiksa Polisi Militer

Sabtu, 07 November 2026 | 09:32

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

UPDATE

Pernah Puji LSP Kapolri Terbaik, Habiburokhman Ungkap Istilah ‘Perkalian Nol’

Minggu, 08 November 2026 | 04:30

Penahanan LSP Jadi Pukulan Berat bagi Jokowi

Minggu, 08 November 2026 | 04:18

Pengamat Puji Ketenangan Jokowi saat Tunjukkan Ijazah di Persidangan

Minggu, 08 November 2026 | 04:00

Ziarah ke Makam Bung Karno, Sekjen PDIP: Kekuasaan itu untuk Rakyat

Minggu, 08 November 2026 | 03:32

Penyadapan Prabowo Mustahil Bukan untuk Tujuan Makar

Minggu, 08 November 2026 | 03:19

Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Sarana Tinju di Kampung Melayu

Minggu, 08 November 2026 | 03:00

Wapres Gibran Tidak Lagi Memiliki Legitimasi sebagai Pemimpin

Minggu, 08 November 2026 | 02:32

Ada Aroma Kuat Makar di Balik Penyadapan terhadap Prabowo

Minggu, 08 November 2026 | 02:22

Kasus Ijazah Jokowi Mirip Pembunuhan Brigadir Yosua

Minggu, 08 November 2026 | 02:04

Wapres Gibran Wajib Menghormati Putusan MA

Minggu, 08 November 2026 | 01:43

Selengkapnya