Berita

Anggota Ombudsman RI, Alvin Lie/Net

Politik

Alvin Lie: PSBB Pilihan Pahit, Tapi Tetap Harus Diambil

KAMIS, 10 SEPTEMBER 2020 | 13:58 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Penerapan kembali Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) seperti di awal pandemi Covid-19 memang merupakan pilihan sulit. Namun opsi itu tetap harus diambil demi melindungi rakyat.

Begitu jelas anggota Ombudsman RI, Alvin Lie saat berbincang dengan Kantor Berita Politik RMOL sesaat lalu, Kamis (10/9).

Pernyataan ini menanggapi kebijakan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk kembali menerapkan PSBB ketat demi menekan sebaran virus corona.


“Pilihan yang pahit. Tapi memang tidak ada pilihan lain. Ini harus dilaksanakan demi melindungi masyarakat luas. Tidak hanya warga DKI, tapi juga seluruh warganegara Indonesia,” tegasnya.

Namun demikian, Alvin Lie mengingatkan agar penerapan PSBB tidak dipandang secara berlebihan. PSBB bukan berarti semua warga dilarang beraktivitas.

Hanya saja ada pembatasan dari pergerakan masyarakat. Misalnya di perusahaan, perkantoran, dan tempat keramaian lain agar tidak terjadi kerumunan.

Alvin Lie tidak memungkiri bahwa semua sektor akan terkena dampak dari penerapan ini. Dampak itu setidaknya pernah dirasakan saat bulan April dan Mei lalu Indonesia menerapkan PSBB. Yang paling terlihat adalah laju ekonomi yang melambat.

“Tapi ini memang pilihan yang harus diambil. Kita tidak punya pilihan dan ini harus berhasil untuk mengadang laju penyebaran Covid-19,” tutupnya.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

Jawab Tantangan Digital, Bawaslu Jadikan Kampus Laboratorium Demokrasi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 05:54

DPD Ungkap Pola Investor ‘Berjudi’ Properti di Bali, Beli Aset Lalu Jual Lagi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 05:24

Denny Indrayana Cs Debat Sengit dengan KPU soal Verifikasi Data Calon

Kamis, 01 Oktober 2026 | 04:50

Nakhoda KM Virgo Transport 8 Langsung Ditahan Penyidik

Kamis, 01 Oktober 2026 | 04:20

Digagas di Era Purbaya, Wacana Insentif Motor Listrik Masih Belum Jelas

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:59

Saksi Denny Indrayana Ungkap Tak Ada Bahasa Verifikasi Faktual Dokumen Capres-cawapres

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:34

Sjafrie Sematkan Tanda Kehormatan ke Tentara Jepang yang Bantu Atasi Karhutla

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:09

Kader PDIP Berpotensi Jabat Wapres Jika Gibran Didiskualifikasi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:55

TNI Hormati Kejagung Imbas Penetapan Kolonel Budi Tersangka Korupsi MBG

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:42

Kemenperin Dukung Impor KRL Bekas dari Jepang, Ini Alasannya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:18

Selengkapnya