Berita

Presiden Joko Widodo saat mengumumkan menteri di Kabinet Indonesia Maju di awal pemerintahan periode 2019-2024/Net

Politik

Pengamat: Kapan Ya Presiden Jokowi Reshuffle Kabinet?

RABU, 09 SEPTEMBER 2020 | 16:32 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Hingga saat ini belum ada perombakan kabinet yang dilakukan Presiden Joko Widodo. Padahal sebelumnya, presiden sempat mengungkapkan kemarahannya terhadap kinerja para menteri yang dinilai belum baik dalam penanganan pandemi Covid-19.

"Ini sudah beberapa bulan (sejak ancaman reshuffle kabinet), tapi belum ada tanda-tanda kapan Presiden Jokowi melakukan perombakan kabinet. Jadi memang ini pertanyaan semua orang, kapa ya Presiden Jokowi reshuffle kabinet?" kata pengamat politik dari Lembaga Analisis Politik Indonesia (LAPI), Maksimus Ramses Lalongkoe kepada Kantor Berita Politik RMOL, Rabu (9/9).

Bila melihat kinerja para menteri, kata Ramses, memang sudah sepatutnya perombakan dilakukan. Terlebih dalam penanganan pandemi Covid-19 di Tanah Air belum menunjukkan progres yang bagus, di mana angka positif Covid-19 kian hari terus bertambah.

Ramses pun menduga ada kekuatan besar yang menghalangi Presiden Jokowi tak kunjung merombak Kabinet Indonesia Maju.

"Jangan-jangan para menteri ini punya bekingan partai politik yang kuat. Pak Jokowi menggertak akan me-reshuffle, para menteri melalui partai politiknya juga menggertak presiden. Jadi sama-sama menggertak," kritiknya.

Bila hal ini tidak disikapi dengan serius oleh presiden, Ramses khawatir ancaman reshuffle presiden hanya gertak sambal. Presiden, kata Ramses, harus memiliki keberanian yang kuat untuk merombak para menteri yang dinilai tidak sejalan dengan etos kerja kepala negara.

Sebab pada dasarnya, ia yakin mantan Gubernur DKI Jakarta itu sudah mengantongi nama-nama menteri yang layak dicopot. Khususnya para menteri yang masih menganggap situasi saat ini biasa-biasa saja.

"Yang dikawatirkan, sampai akhir masa jabatan presiden tidak ada reshuffle kabinet," tandasnya.

Populer

Pendapatan Telkom Rp9 T dari "Telepon Tidur" Patut Dicurigai

Rabu, 24 April 2024 | 02:12

Polemik Jam Buka Toko Kelontong Madura di Bali

Sabtu, 27 April 2024 | 17:17

Pj Gubernur Ingin Sumedang Kembali jadi Paradijs van Java

Selasa, 23 April 2024 | 12:42

Jurus Anies dan Prabowo Mengunci Kelicikan Jokowi

Rabu, 24 April 2024 | 19:46

Tim Hukum PDIP Minta Penetapan Prabowo-Gibran Ditunda

Selasa, 23 April 2024 | 19:52

Pj Gubernur Jabar Minta Pemkab Garut Perbaiki Rumah Rusak Terdampak Gempa

Senin, 29 April 2024 | 01:56

Bocah Open BO Jadi Eksperimen

Sabtu, 27 April 2024 | 14:54

UPDATE

Samsudin Pembuat Konten Tukar Pasangan Segera Disidang

Kamis, 02 Mei 2024 | 01:57

Tutup Penjaringan Cakada Lamteng, PAN Dapatkan 4 Nama

Kamis, 02 Mei 2024 | 01:45

Gerindra Aceh Optimistis Menangkan Pilkada 2024

Kamis, 02 Mei 2024 | 01:18

Peringatan Hari Buruh Cuma Euforia Tanpa Refleksi

Kamis, 02 Mei 2024 | 00:55

May Day di Jatim Berjalan Aman dan Kondusif, Kapolda: Alhamdulillah

Kamis, 02 Mei 2024 | 00:15

Cak Imin Sebut Negara Bisa Kolaps Kalau Tak Ada Perubahan Skenario Kerja

Rabu, 01 Mei 2024 | 23:39

Kuliah Tamu di LSE, Airlangga: Kami On Track Menuju Indonesia Emas 2045

Rabu, 01 Mei 2024 | 23:16

TKN Fanta Minta Prabowo-Gibran Tetap Gandeng Generasi Muda

Rabu, 01 Mei 2024 | 22:41

Ratusan Pelaku UMKM Diajari Akselerasi Pasar Wirausaha

Rabu, 01 Mei 2024 | 22:36

Pilgub Jakarta Bisa Bikin PDIP Pusing

Rabu, 01 Mei 2024 | 22:22

Selengkapnya