Berita

Direktur Ekskutif Oversight of Indonesia's Democratic Policy, Satyo Purwanto/Net

Politik

Keinginan Pemerintah Bangun Birokrasi Kelas Dunia Seperti Terhenti Di Kantor Setwapres

MINGGU, 30 AGUSTUS 2020 | 07:43 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Keinginan pemerintah membangun birokrasi kelas dunia yang profesional dan berdaya saing terhenti seperti terhenti di Kantor Sekretariat Wakil Presiden (Setwapres).

Hal itu tercermin dari posisi Kepala Kantor Sekretariat Wapres (Seswapres) yang masih diduduki Mohamad Oemar.

Mohamad Oemar sendiri telah menjabat di era tiga wakil presiden. Dia mulai menjabat seswapres di tahun 2011 atau saat Boediono menjabat sebagai wapres. Oemar tetap bertahan sekalipun Wapres Boediono telah habis jabatan dan diganti Jusuf Kalla di tahun 2014.


Begitu juga saat JK sudah habis masa jabatan, mantan dubes untuk Italia itu masih menjadi seswapres untuk Maruf Amin di tahun 2019 hingga sekarang.

"Pelaksanaan good governance dan reformasi birokrasi terhenti di kantor Sekretariat Wakil Presiden. Dalam sistem demokrasi birokrasi adalah sinergi dalam sistem pelayanan publik," ujar Direktur Ekskutif Oversight of Indonesia's Democratic Policy, Satyo Purwanto kepada Kantor Berita Politik RMOL, Minggu (30/8).

Padahal, sambung Satyo, Wapres Maruf Amin juga telah menyampaikan kepada publik tentang keinginan pemerintah membangun birokrasi kelas dunia yang profesional dan berdaya saing.

Hal itu disampaikan Wapres Maruf Amin saat acara Aksi Nasional Pencegahan Korupsi (ANPK) yang digelar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Rabu (26/8) kemarin.

Menurut Satyo, terlalu lamanya kepemimpinan birokrasi seperti Mohamad Oemar berpotensi absolutnya kendali birokrasi, sehingga akan mengganggu pelayanan publik.

"Seperti yang terjadi di Kantor Sekretariat Wakil Presiden, Kepala Sekretariat Wapres adalah orang yang "berkuasa" sejak kepemimpinan SBY-Boediono sudah hampir 10 tahun sejak dia diangkat oleh Mensesneg Sudi Silalahi," katanya.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Kubu Jokowi Babak Belur Hadapi Kasus Ijazah

Kamis, 01 Januari 2026 | 03:29

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Kesiapan Listrik dan Personel Siaga PLN Diapresiasi Warga

Sabtu, 10 Januari 2026 | 21:51

Megawati Minta Kader Gotong-Royong Bantu Sumatera

Sabtu, 10 Januari 2026 | 21:35

Muannas Peringatkan Pandji: Ibadah Salat Bukan Bahan Lelucon

Sabtu, 10 Januari 2026 | 21:28

Saksi Cabut dan Luruskan Keterangan Terkait Peran Tian Bahtiar

Sabtu, 10 Januari 2026 | 20:53

Rocky Gerung: Bagi Megawati Kemanusiaan Lebih Penting

Sabtu, 10 Januari 2026 | 20:40

Presiden Jerman: Kebijakan Trump Merusak Tatanan Dunia

Sabtu, 10 Januari 2026 | 19:53

Ostrakisme Demokrasi Athena Kuno: Kekuasaan Rakyat Tak Terbatas

Sabtu, 10 Januari 2026 | 19:31

Megawati Resmikan Pendirian Kantor Megawati Institute

Sabtu, 10 Januari 2026 | 18:53

Khamenei Peringatkan Trump: Penguasa Arogan Akan Digulingkan

Sabtu, 10 Januari 2026 | 18:06

NST 2026 Perkuat Seleksi Nasional SMA Kemala Taruna Bhayangkara

Sabtu, 10 Januari 2026 | 17:36

Selengkapnya