Berita

Noor Inayat Khan/Net

Dunia

Noor Inayat Khan, Intelijen Muslimah Inggris Pertama Yang Dapat Gelar Pahlawan

MINGGU, 30 AGUSTUS 2020 | 06:08 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Noor Inayat Khan menjadi perempuan muslim pertama yang mendapatkan plakat biru atau gelar kepahlawanan Inggris atas perannya sebagai mata-mata pada Perang Dunia II.

Ia adalah seorang pahlawan perang muslim yang dikirim oleh tentara Inggris untuk menduduki Prancis pada 1943. Ia berperan sebagai operator rahasia sebelum akhirnya dieksekusi oleh Nazi.

Plakat biru sendiri merupakan tanda permanen di Inggris yang dipasang di tempat umum untuk memperingati hubungan antara lokasi tersebut dengan orang atau acara terkenal.


Dari laporan Anadolu Agency pada Sabtu (29/8), penyerahan plakat biru tersebut dilakukan oleh sebuah badan amat berbasis di Inggris, English Heritage di rumah keluarga Khan di Bloomsbury, London pada Jumat (28/8) pukul 19.00 waktu setempat.

Kehidupan Khan sendiri cukup ironis. Ia lahir di Moskow pada 1914 dari ayah India dan ibu Amerika. Keluarganya pindah ke London pada awal Perang Dunia I.

Mereka kemudian pindah ke Prancis, tetapi pada 1940 dan kemudian melarikan diri dari pendudukan Nazi ke Cornwall di selatan Inggris.

Dia bergabung dengan Angkatan Udara Bantu Wanita, dilatih sebagai operator radio, dan direkrut oleh Eksekutif Operasi Khusus (SOE), sebuah organisasi militer rahasia yang didirikan oleh Perdana Menteri Winston Churchill untuk melakukan spionase, sabotase dan pengintaian di Eropa yang diduduki.

Lalu, ia dikirim sebagai operator radio perempuan pertama yang menduduki Prancis.

Mengutip penulis biografinya,, Shrabani Baru, Khan adalah sosok yang fasih berbahasa Prancis dan dikenal brilian serta mampu mengingat lokasi dengan mudah.

"Jadi dia pergi menyamar di belakang garis musuh dan dia bekerja di sana selama tiga bulan mencari informasi penting dan mengirim informasi kembali ke London," tulis Baru.

Khan ditangkap oleh Gestapo, polisi rahasia Nazi karena dikhianati oleh agen ganda Prancis.

Dia melarikan diri sebentar dari tahanan tetapi ditangkap kembali. Meskipun diinterogasi di penjara Jerman, dia tidak memberikan informasi apa pun kepada para penahannya, bahkan namanya.

Sepuluh bulan kemudian, dia dibawa ke kamp konsentrasi Dachau, di mana dia dieksekusi pada 1944.

Khan kemudian dianugerahi George Cross atas jasanya, penghargaan tertinggi kedua di Inggris yang mengakui tindakan kepahlawanan terbesar atau keberanian paling mencolok dalam keadaan bahaya yang ekstrim.

Sebelum dibunuh, Basu mengatakan, Khan meneriakkan "Liberte" atau kebebasan.

"Mereka tidak bisa membunuh rohnya dan itulah yang saya ambil dari ceritanya," ujar Basu.

Sebagai seorang sufi, kata Baru, Khan meyakini non-kekerasan dan kerukunan beragama. Namun ketika negara, yang bahkan bukan tempat kelahirannya, membutuhkannya dia tanpa ragu menyerahkan nyawa dalam perang melawan fasisme.

"Ketika Noor Inayat Khan meninggalkan rumah ini dalam misi terakhirnya, dia tidak akan pernah bermimpi bahwa suatu hari dia akan menjadi simbol keberanian. Dia adalah mata-mata yang tidak mungkin," katanya kepada Sky News.

“Sudah sepatutnya Noor Inayat Khan, seorang wanita asal India pertama yang dikenang dengan plakat biru. Seiring berjalannya waktu, cerita Noor akan terus menginspirasi generasi mendatang, "tambahnya.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

Suap ke Pejabat ATR/BPN Berawal PT Summarecon Agung Tbk Caplok Lahan Warga

Selasa, 29 September 2026 | 14:21

Prabowo Panggil Mendikti Saintek hingga Kepala BNN, Bahas Pengentasan Narkoba

Selasa, 29 September 2026 | 14:18

BI Ungkap Biang Kerok Rupiah Jeblok ke Rp18.000 per Dolar AS

Selasa, 29 September 2026 | 14:11

Pimpinan DPR Setuju Komisi XIII Periksa Lapas Cibinong

Selasa, 29 September 2026 | 14:00

Tangis Mahathir Mohamad Pecah Saat Mengantar Istri ke Peristirahatan Terakhir

Selasa, 29 September 2026 | 13:52

Prabowo-Megawati Bakal Bertemu Lagi, Dasco: Nasi Gorengnya Belum Keluar

Selasa, 29 September 2026 | 13:51

Sistem Pemungutan Pajak Digital Luar Negeri sudah Beroperasi

Selasa, 29 September 2026 | 13:48

Bitcoin Masih Stabil Meski Harga Minyak Naik Tajam

Selasa, 29 September 2026 | 13:45

Pekan Ini DPR Bertemu Parpol Non-Parlemen Bahas RUU Pemilu

Selasa, 29 September 2026 | 13:36

KRI Sriwijaya-100 Bakal Dimodifikasi Dukung Penanganan Bencana

Selasa, 29 September 2026 | 13:36

Selengkapnya