Berita

Kepala Departemen Pengawas Industri Keuangan Non-Bank 2B Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bambang W. Budiawan/RMOL

Bisnis

OJK: Pemerintah Juga Harus Perhatikan Kondisi Perusahaan Pembiayaan Di Tengah Krisis Covid-19

KAMIS, 27 AGUSTUS 2020 | 14:51 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Pemerintah sedianya harus memperhatikan kelangsungan hidup perusahaan pembiayaan yang juga sangat terdampak pandemik Covid-19.

Bahkan, menurut Kepala Departemen Pengawas Industri Keuangan Non-Bank 2B Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bambang W. Budiawan, terjadi penurunan aset dan pembiayaan utang dari perusahaan pembiayaan hingga semester pertama 2020.

"Berdasarkan data kami, Juli 2020, total aset industri mengalami penurunan menjadi Rp 490,6 triliun atau turun 4,4 persen year on year dari tahun lalu," ujar Bambang dalam webinar Infobank bertajuk "Navigating Finance Companies During Credit Restructuring: How do Banks Continue To Support Multifinance?" pada Kamis (27/8).


Selain itu, Bambang menyebut, terjadi juga penurunan piutang pembiayaan sebesar 8,8 persen menjadi Rp 406,6 triliun dari periode yang yang sama pada tahun sebelumnya.

Agar dapat bertahan, Bambang mengatakan, perusahaan pembiayaan harus memberikan restrukturisasi kredit kepada para debiturnya namun dengan tetap memperhatikan kinerja dan kapasitas keuangan.

Selain itu OJK sendiri, kata Bambang, sudah memberikan berbagai kebijakan relaksasi bagi para perusahaan pembiayaan di tengah pandemik Covid-19.

Di sisi lain, ia juga mengatakan, para perusahaan pembiayaan juga harus segera melakukan restrukturisasi pinjaman kepada para krediturnya, dalam hal ini biasanya bank.

"Sampai dengan pertengahan Juli 2020, terdapat 21 perusahaan pembiayaan yang telah melakukan restrukturisasi pinjaman kepada krediturnya. Selain itu masih ada 17 perusahaan pembiayaan lain yang dalam proses negosiasi," ungkapnya.

Situasi yang dialami oleh para perusahaan pembiayaan tersebut menurut Bambang juga harus diperhatikan oleh para pemangku kebijakan, yaitu pemerintah, agar mereka dapat menjaga pengelolaan keuangan. Meski memang saat ini sudah ada berbagai kebijakan dan regulasi yang diberikan untuk perusahaan pembiayaan.

"Perlu direspons oleh stake holders, dukungan dari pihak kreditur, khususnya perbankan. (Itu) sangat diharapkan oleh para perusahaan pembiayaan sehingga bisa mengelola cash flow," sambungnya.  

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

2.241 ASN Resmi jadi Komcad Usai Latsarmil Gelombang Kedua Ditutup

Rabu, 30 September 2026 | 00:13

Sabar Tobing: AI Ubah Dunia Perpajakan, Talenta Digital Makin Dibutuhkan

Selasa, 29 September 2026 | 23:50

DPR Minta Pemerintah dan ASDP Tangani Kemacetan Horor Ketapang

Selasa, 29 September 2026 | 23:46

KPK Tegaskan Penyitaan Aset Silmy Karim Sah Usai Praperadilan Ditolak

Selasa, 29 September 2026 | 23:19

KPK Harus Transparan soal Kasus CSR BI-OJK yang Libatkan Dua Anggota DPR

Selasa, 29 September 2026 | 22:39

Kuasa Hukum Faizal Assegaf Apresiasi Polda Metro Periksa Jubir KPK

Selasa, 29 September 2026 | 22:32

Kantor PT Bela Parahiyangan Digeledah Buntut Dugaan Suap HGB ATR/BPN

Selasa, 29 September 2026 | 22:17

Apartemen Vinna Ledy yang Disita KPK Diduga Pemberian Pengusaha

Selasa, 29 September 2026 | 22:09

Membangun Ekosistem Keselamatan dan Perlindungan Korban

Selasa, 29 September 2026 | 22:08

Jokowi Masuk PSI Bisa Mengubah Konfigurasi Politik 2029

Selasa, 29 September 2026 | 22:04

Selengkapnya