Berita

Deklarasi KAMI di Tugu Proklamasi beberapa hari lalu/RMOL

Politik

Gde Siriana: Rezim Jokowi Kehabisan Stok Jualan Gombal, Reaksi Pada KAMI Tidak Rasional!

KAMIS, 27 AGUSTUS 2020 | 00:09 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Satire atau sindiran yang diarahkan kepada Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) kembali mengemuka di publik, yang kali ini datang dari Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.

Saat membuka Sekolah Partai Angkatan II bagi Calon Kepala Daerah dan Calon Wakil Kepala Daerah PDIP secara virtual, Megawati menyebut para tokoh nasional yang mendeklarasikan KAMI hanya ingin menjadi presiden.

Alhasil, sindiran ini ditanggapi oleh salah seorang deklarator KAMI Gde Siriana Yusuf.


Secara pribadi ia menyayangkan pernyataan seorang Ketua Umum partai yang terkesan menyudutkan gerakan moral masyarakat yang dilindungi haknya di dalam konstitusi.

"Ibu Ketum (PDIP) ini lupa, bahwa akibat fraksi Parpol di DPR tidak efektif mengontrol eksekutif dan membela kepentingan rakyat, maka civil society perlu diperkuat dalam masyarakat demokratis. Keprihatinan pada kondisi negara dan sikap kritis masyarakat pada pemerintah harus disuarakan," ujar Gde Siriana kepada Kantor Berita Politik RMOL, Rabu (26/8).

Apa yang disampaikan Megawati itu, menurut Direktur Indonesia Future Studies (INFUS) itu, adalah sebuah serangan yang sengaja diwacanakan oleh para pendukung rezim Joko Widodo.

Pasalnya, Gde Siriana mengamati banyak pihak yang sudah mulai tidak nyaman dengan keberadaan KAMI dan membuat gerakan tandingan yang seolah-olah ingin membuat benturan horizontal di masyarakat.

Sebagai contohnya adalah kemunculan gerakan Kerapatan Indonesia Tanah Air (KITA) yang digagas oleh bekas pendukung Jokowi di Pilpres 2019 silam.

Selain itu, Gde Siriana juga menyebutkan adanya sikap tak mengindahkan dari sebagian alumni Institut Teknologi Bandung (ITB) yang menginginkan Din Syamsuddin dicopot dari Majelis Wali Amanat karena terlibat di dalam KAMI.

"Kok ada ya intelektual berpikiran sempit? Memangnya sudah ada penetapan KAMI sebagai organisasi terlarang? Kalian bukanlah massa (benda), intelektual harus memiliki selera rasionalitas dan ketertarikan pada fakta," tuturnya.

Bahkan, lanjut Gde Siriana, serangan-serangan kepada KAMI telah dialami oleh sejumlah tokoh yang tergabung di KAMI sejak awal Deklarasi, baik berupa tuduhan gerakan makar hingga pembajakan akun media sosial.

Karena itu, Aktivis Bandung Intiatives ini memandang, sikap yang ditunjukan para pendukung rezim Jokowi kali ini sama saja menelanjangi diri penguasanya sendiri. Di mana, pemerintah tak lagi mampu memberikan kepastian kepada masyarakat terkait janji-janji politiknya yang telah diumbar pada Pilpres 2019 silam.

"Serangan-serangan untuk mengamputasi KAMI dengan cara-cara cupu, mulai dari Ketum Parpol, hingga mahasiswa bayaran dan alumni-alumni yang fouI-minded, bukti bahwa rezim penguasa kehabisan stok jualan gombal," ungkapnya.

"Janji-janji meroket tidak terwujud dalam 5 tahun ke belakang adalah fakta-fakta yang tak terbantahkan. Inilah yang dipercaya rakyat?" demikian Gde Siriana Yusuf menutup.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Kematian Ali Khamenei, Jalan Iran Kembangkan Nuklir untuk Militer

Jumat, 01 Mei 2026 | 18:18

May Day: Jeritan Mantan Pekerja Sritex Menagih Janji Negara

Jumat, 01 Mei 2026 | 18:08

Langkah Prabowo Ratifikasi ILO 188 Jadi Momentum Perbaikan Sektor Perikanan

Jumat, 01 Mei 2026 | 17:39

Hari Buruh Tak Cuma Orasi, Massa Main Games hingga Nonton Efek Rumah Kaca

Jumat, 01 Mei 2026 | 17:32

DPR Akui Disparitas Upah Buruh Terlalu Jauh

Jumat, 01 Mei 2026 | 17:20

Apa Perbedaan Hardiknas dan Hari Guru Nasional? Ini Sejarahnya

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:59

KSBSI: Prabowo Jadi Presiden Ketiga di Dunia yang Rayakan May Day Bareng Buruh

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:55

Google Doodle Rayakan Hari Buruh 2026, Tampilkan Ilustrasi Para Pekerja

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:49

Ketua Komisi III Jamin Keamanan Aktivis saat Perjuangkan Hak Buruh

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:47

Japan Airlines Uji Coba Robot Humanoid untuk Atasi Kekurangan Pekerja

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:42

Selengkapnya