Berita

Ratusan petani yang tergabung dalam Serikat Petani Simalingkar Bersatu dan Serikat Tani Mancirim saat mencari keadilan kepada pemerintah pusat/Istimewa

Politik

Jaman: Sudah Bukan Eranya Praktik Feodalisme, Istana Harus Atasi Konflik Penggusuran Petani

RABU, 26 AGUSTUS 2020 | 21:15 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Masih adanya konflik penggusuran yng dialami para petani menjadi ironi di tengah gencarnya gerakan swasembada pangan yang digaungkan pemerintahan Presiden Joko Widodo.

Terbaru, hal yang kontras dengan semangat kedaulatan pangan adalah jeritan para petani Desa Simalingkar dan Desa Sai Mancirim yang menjadi korban gusuran paksa PT Perkebunan Nusantara II.

Berusaha mencari keadilan, ratusan petani pun memilih melakukan aksi dengan berjalan kaki dari kampungnya di Deli Serdang, Sumatera Utara ke Istana Negara, Jakarta.


"Jaman (Jaringan Kemandirian Nasional) mendukung penuh apa yang dilakukan oleh Serikat Petani Simalingkar Bersatu dan Serikat Tani Mancirim untuk menuntut keadilan kepada Bapak Presiden Joko Widodo," kata Ketua Umum DPP Jaman, A. Iwan Dwi Laksono dalam keterangan tertulisnya, Rabu (26/8).

Menurutnya, apa yang dilakukan para petani tersebut merupakan upaya terakhir karena pemerintah daerah tidak mampu memberikan penyelesaian penggusuran di lahan seluas 854 hektare dan area petani Desa Mencirim sekitar 475 hektare.

Petani, kata Iwan, sejatinya merupakan penyangga tatanan negara Indonesia. Maka, semestinya pemerintah pro terhadap kehidupan mereka dan bukan merampas hak-hak mereka.

Ia pun sebenarnya melihat ada opsi atau win-win solution dalam konflik yang terjadi. Pemerintah, kata dia, melalui BUMN-nya dapat memberdayakan petani, memberikan pendampingan, dan akses pemasaran sehingga profit dapat dirasakan bersama.

"Sudah tidak eranya lagi praktik feodalisme penggusuran dan penguasaan lahan oleh pemilik kapital," tandasnya.

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Serentak di Tiga Lokasi, KPK Periksa Pegawai Kemenag dan Bos Travel

Jumat, 17 April 2026 | 14:16

Waspadai Phishing dan Malware, BNI Tekankan Keamanan BNIdirect

Jumat, 17 April 2026 | 14:15

Bitcoin Stabil di Level 74.900 Dolar AS

Jumat, 17 April 2026 | 14:11

Ekonomi Jatim Tumbuh 5,33 Persen di 2025, Didongkrak Sektor Manufaktur

Jumat, 17 April 2026 | 14:05

KPK Periksa Direktur Kepatuhan Bank Papua dalam Kasus Korupsi Dana Operasional Papua

Jumat, 17 April 2026 | 14:01

Rekrutmen Manajer Kopdes Tak Boleh Ada Titipan

Jumat, 17 April 2026 | 13:50

Kasus Chat Cabul Mahasiswa Merebak di IPB, DPR Minta Kampus Bertindak Tegas

Jumat, 17 April 2026 | 13:41

Penahanan Harga BBM Non-Subsidi Dikhawatirkan Ganggu Kesehatan Fiskal

Jumat, 17 April 2026 | 13:39

PPIH Ujung Tombak Keberhasilan Penyelenggaraan Haji

Jumat, 17 April 2026 | 13:31

KPK Temukan Dapur MBG Tak Layak, Kasus Keracunan Jadi Alarm Serius

Jumat, 17 April 2026 | 13:22

Selengkapnya