Berita

Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) kebakaran Kejaksaan Agung/Net

Politik

Laksamana: Pengusutan Kebakaran Kejaksaan Agung Tak Mungkin Tuntas Karena Ada Kekuatan Besar Dibaliknya

RABU, 26 AGUSTUS 2020 | 14:24 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

Pengusutan tragedi terbakarnya gedung utama Kejaksaan Agung diperkirakan tidak akan pernah tuntas.

Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Studi Masyarakat dan Negara (Laksamana), Samuel F. Silaen menyebutkan, ada kekuatan besar yang bermain dibalik tragedi kebakaran tersebut.

“Hal itu karena berhadapan langsung dengan kekuatan yang selama ini bermain di balik kasus- kasus besar,” kata Silaen dalam keteranganya, Rabu (26/8).


Silaen berkeyakinan bahwa kebakaran itu adalah bagian dari sabotase dan teror lantaran korps adhiyaksa saat ini tengah menangani kasus-kasus yang melibatkan pemain kunci di masing-masing institusi.

“Sebut saja salah satunya kasus Djoko Tjandra. Kasus ini terbilang rumit dan ruwet karena melibatkan banyak aktor yang dulunya berada dalam pusaran kekuasaan politik negeri ini,” ujarnya.

Kasus terpidana hak tagih (cassie) Bank Bali itu, menurut Silaen, tidak bisa dipandang Djoko Tjandra sebagai pemain tunggal. Pasalnya, tidak akan mungkin bos Mulia Group itu bisa buron selama puluhan tahun tanpa ada yang melindungi
dari yang punya kekuatan dan akses politik tingkat tinggi.

“Mungkin sekarang 'mereka-mereka' yang dulu ada di dalam pusaran kekuatan politik saat terjadinya kasus cassie Bank Bali, ada sudah pensiun atau mungkin saja sudah beristirahat tenang (alm). Dugaan saya, bahwa kaki-tangan atau antek-anteknya masih ada yang bercokol dilingkarkan kekuasaan," jelasnya.

Kebakaran gedung Kejaksaan Agung, sambungnya, merupakan teror keras kepada penegak hukum dari pihak-pihak pelaku yang terlibat dalam kasus cassie Bank Bali.

“Kalau tak menyerempet orang yang sedang berkuasa atau punya akses kekuasaan, maka tak mungkin tragedi kebakaran gedung Kejaksaan Agung itu sedramatis yang kita tonton itu," ujar Silaen aktivis organisasi kepemudaan itu.

"Kasus tragedi kebakaran gedung kejaksaan agung itu bagian dari teror dan percobaan penghilangan barang bukti kasus-kasus besar yang melibatkan elite penguasa atau orang kuat yang saat ini masih ada dilingkarkan kekuasaan," pungkasnya.

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

UPDATE

Fakta Sidang Blueray Cargo: Kode BC1 Mengarah ke Djaka Budi Utama

Senin, 15 Juni 2026 | 18:15

Anak Buah Bahlil Irit Bicara Usai 7 Jam Diperiksa KPK

Senin, 15 Juni 2026 | 18:08

KPU Patok Anggaran Rp4,6 Triliun di Tahapan Awal Pemilu 2029

Senin, 15 Juni 2026 | 17:59

IHSG-Rupiah Menguat Sore Ini Usai AS-Iran Sepakat Damai

Senin, 15 Juni 2026 | 17:47

Demo Mahasiswa Ucapkan Selamat Atas Kegagalan Prabowo-Gibran

Senin, 15 Juni 2026 | 17:46

Wapres Gibran Terima Perwakilan Mahasiswa di Tengah Unjuk Rasa

Senin, 15 Juni 2026 | 17:23

Sifra Kejar Cita-cita di Sekolah Rakyat Demi Bantu Orang Tua Disabilitas

Senin, 15 Juni 2026 | 17:19

Demi Kepercayaan Masyarakat, Mahasiswa UBK Desak MBG Dihentikan

Senin, 15 Juni 2026 | 17:06

Komisi II DPR: KPU dan Bawaslu akan Tetap Eksis di 2027

Senin, 15 Juni 2026 | 16:47

DPR Minta Kejagung Tingkatkan Anggaran Perkara untuk Kejati dan Kejari

Senin, 15 Juni 2026 | 16:47

Selengkapnya